Kamis, 15/10/26 | 22:22 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

FINEST 2025 Resmi Dibuka, Gubernur Sumbar Soroti Tingginya Angka Stroke di Sumatera Barat

Sabtu, 04/10/25 | 20:47 WIB

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah secara resmi membuka Forum Ilmiah Neurologi Sumatera (FINEST) 2025.[foto : ist]
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah secara resmi membuka Forum Ilmiah Neurologi Sumatera (FINEST) 2025.[foto : ist]
Padang, Scientia – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah secara resmi membuka Forum Ilmiah Neurologi Sumatera (FINEST) 2025 di ZHM Premiere Hotel Padang. Forum ini menjadi ajang penting bagi para dokter spesialis saraf, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk berbagi pengalaman serta menggali tren terbaru dalam bidang neurologi. Sabtu (4/10)

Dengan mengusung tema “Experiences, Challenges, and New Trends in Neurology”, FINEST 2025 dihadiri oleh sejumlah tokoh penting di bidang kesehatan, di antaranya Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr. Aklima, MPH, Ketua Kolegium Neurologi Indonesia Prof. DR. Dr. Syahrul SpN, Subsp NIOO(K), serta Ketua Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Sumatera Barat DR. dr. Roni Eka Saputra, SpOT(K), Spine. Turut hadir pula perwakilan dari PERDOSNI se-Sumatera, guru besar, serta para neurolog dari berbagai wilayah.

Dalam sambutannya, Gubernur Mahyeldi mengangkat isu serius mengenai meningkatnya kasus gangguan neurologis di Indonesia, khususnya di Sumatera Barat. Ia menyebut stroke sebagai salah satu penyakit tidak menular yang paling banyak menyebabkan disabilitas dan kematian.

“Prevalensi stroke di Indonesia mencapai 8,3 per 1.000 penduduk. Namun di Sumatera Barat angkanya lebih tinggi, yaitu 8,8 per 1.000 penduduk,” ungkap Gubernur Mahyeldi.

BACAJUGA

Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto:ist]

Firdaus Instruksikan Kader PKB Cepat Tanggap Bantu Tangani Kabut Asap di Sumbar

Kamis, 15/10/26 | 02:16 WIB
Nur Nadlifah: Perempuan Bangsa Adalah Spirit dan Kekuatan Partai

Nur Nadlifah: Perempuan Bangsa Adalah Spirit dan Kekuatan Partai

Rabu, 14/10/26 | 19:41 WIB

Lebih lanjut, ia mengutip data Global Burden of Disease (GBD) 2021 yang menunjukkan bahwa gangguan neurologis mengalami peningkatan beban penyakit sebesar 18% sejak tahun 1990, bahkan melampaui penyakit jantung dan pembuluh darah.

Selain prevalensi yang tinggi, Mahyeldi juga menyoroti beban biaya kesehatan yang ditimbulkan oleh stroke.

“Tahun 2023 saja, pembiayaan akibat stroke mencapai Rp5,2 triliun. Ini angka yang sangat besar dan menunjukkan pentingnya upaya pencegahan sejak dini,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya gaya hidup sehat sebagai langkah preventif, seperti menjaga pola makan, rutin berolahraga, menghindari rokok dan alkohol, serta deteksi dini melalui program-program seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah dijalankan pemerintah.

Ketua Kolegium Neurologi Indonesia, Prof. Dr. Syahrul juga memperkuat pernyataan Gubernur dengan menyampaikan data global yang mengkhawatirkan.

“Diperkirakan 1 dari 4 orang akan mengalami stroke dalam hidupnya. Setiap tiga detik, satu orang di dunia terkena stroke,” ujarnya.

Ia pun menyerukan kampanye hidup sehat dan deteksi dini sebagai kunci utama untuk mengurangi risiko stroke dan penyakit neurologis lainnya.

“Mari jaga kesehatan mulai dari diri sendiri. Hidup sehat, kalahkan stroke,” serunya.

Ketua Panitia FINEST 2025, dr. Reni Bestari, SpN, berharap forum ini menjadi wadah yang bermanfaat untuk bertukar ilmu, meningkatkan kolaborasi antarprofesi, serta mendorong kemajuan pelayanan neurologi di Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera.

“FINEST bukan hanya ajang ilmiah, tapi juga bentuk nyata kolaborasi antara tenaga medis, akademisi, dan pemerintah untuk kesehatan masyarakat,” katanya.

Gubernur Mahyeldi menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mengatasi tantangan penyakit neurologis.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi jembatan antara pemerintah, akademisi, klinisi, swasta, dan masyarakat. Hanya dengan kerja sama yang solid, kita bisa menekan angka disabilitas dan kematian akibat penyakit neurologis,” pungkasnya.

FINEST 2025 menjadi momentum penting untuk menata ulang strategi kesehatan neurologis di Sumatera dan Indonesia secara umum, dengan harapan dapat membawa dampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Tags: Finest 2025MahyeldiPemprov SumbarStroke
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Pemko Kolaborasi Bersama UMSB Ciptakan Program Berbasis Riset dan Akademik

Berita Sesudah

PKKMB 2025 UNU Sumatera Barat, Membangun Generasi Berilmu dan Berakhlak

Berita Terkait

Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto:ist]

Firdaus Instruksikan Kader PKB Cepat Tanggap Bantu Tangani Kabut Asap di Sumbar

Kamis, 15/10/26 | 02:16 WIB

Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus. Padang, Scientia - Ketua DPW PKB Sumatera Barat, Firdaus menginstruksikan kepada seluruh ketua DPC, anggota...

Nur Nadlifah: Perempuan Bangsa Adalah Spirit dan Kekuatan Partai

Nur Nadlifah: Perempuan Bangsa Adalah Spirit dan Kekuatan Partai

Rabu, 14/10/26 | 19:41 WIB

Padang, Scientia - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perempuan Bangsa (PB), Nur Nadlifah menyoroti pemberdayaan kader perempuan PKB...

Ketua DPC PKB Kota Padang, Yusri Latif. [foto : ist]

Pengurus DPC PKB Padang Dikukuhkan, Yusri Latif: Siap Serap Kebutuhan Masyarakat

Rabu, 14/10/26 | 15:14 WIB

Ketua DPC PKB Kota Padang, Yusri Latif. Padang, Scientia — Pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota...

Anggota DPRD Sumbar, Donizar.[foto:ist]

Fenomena Kabut Asap di Sumbar, Donizar: Jangan Tunggu Ada Korban

Rabu, 14/10/26 | 13:36 WIB

Anggota DPRD Sumbar, Donizar.Padang, Scientia — Kabut asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi tetangga mulai menyelimuti...

Atlet Tinju Bukittinggi Sabet Enam Medali pada Porprov XVI Sumbar 2026

Atlet Tinju Bukittinggi Sabet Enam Medali pada Porprov XVI Sumbar 2026

Rabu, 14/10/26 | 05:46 WIB

Bukittinggi, Scientia.id - Tim tinju Kota Bukittinggi menutup perjuangannya pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 dengan raihan...

Rico Alviano: PKB Sumbar Tak Boleh Lagi Jadi Partai Pelengkap

Rico Alviano: PKB Sumbar Tak Boleh Lagi Jadi Partai Pelengkap

Rabu, 14/10/26 | 02:06 WIB

Padang, Scientia — Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rico Alviano, meminta pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC)...

Berita Sesudah
PKKMB 2025 UNU Sumatera Barat, Membangun Generasi Berilmu dan Berakhlak

PKKMB 2025 UNU Sumatera Barat, Membangun Generasi Berilmu dan Berakhlak

POPULER

  • Lele Raksasa (Foto: Ist)

    Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dampak Kecerdasan Buatan (AI) bagi Dunia Pendidikan di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026