Rabu, 24/6/26 | 15:36 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

FINEST 2025 Resmi Dibuka, Gubernur Sumbar Soroti Tingginya Angka Stroke di Sumatera Barat

Sabtu, 04/10/25 | 20:47 WIB

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah secara resmi membuka Forum Ilmiah Neurologi Sumatera (FINEST) 2025.[foto : ist]
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah secara resmi membuka Forum Ilmiah Neurologi Sumatera (FINEST) 2025.[foto : ist]
Padang, Scientia – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah secara resmi membuka Forum Ilmiah Neurologi Sumatera (FINEST) 2025 di ZHM Premiere Hotel Padang. Forum ini menjadi ajang penting bagi para dokter spesialis saraf, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk berbagi pengalaman serta menggali tren terbaru dalam bidang neurologi. Sabtu (4/10)

Dengan mengusung tema “Experiences, Challenges, and New Trends in Neurology”, FINEST 2025 dihadiri oleh sejumlah tokoh penting di bidang kesehatan, di antaranya Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr. Aklima, MPH, Ketua Kolegium Neurologi Indonesia Prof. DR. Dr. Syahrul SpN, Subsp NIOO(K), serta Ketua Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Sumatera Barat DR. dr. Roni Eka Saputra, SpOT(K), Spine. Turut hadir pula perwakilan dari PERDOSNI se-Sumatera, guru besar, serta para neurolog dari berbagai wilayah.

Dalam sambutannya, Gubernur Mahyeldi mengangkat isu serius mengenai meningkatnya kasus gangguan neurologis di Indonesia, khususnya di Sumatera Barat. Ia menyebut stroke sebagai salah satu penyakit tidak menular yang paling banyak menyebabkan disabilitas dan kematian.

“Prevalensi stroke di Indonesia mencapai 8,3 per 1.000 penduduk. Namun di Sumatera Barat angkanya lebih tinggi, yaitu 8,8 per 1.000 penduduk,” ungkap Gubernur Mahyeldi.

BACAJUGA

Penyelesaian Konflik PT SAK dengan Suku Anak Dalam, Sekda Dharmasraya Apresiasi Polisi

Penyelesaian Konflik PT SAK dengan Suku Anak Dalam, Sekda Dharmasraya Apresiasi Polisi

Selasa, 23/6/26 | 18:35 WIB
Bupati Annisa Serahkan Bantuan Paket Makanan Ibu Hamil

Bupati Annisa Serahkan Bantuan Paket Makanan Ibu Hamil

Selasa, 23/6/26 | 17:46 WIB

Lebih lanjut, ia mengutip data Global Burden of Disease (GBD) 2021 yang menunjukkan bahwa gangguan neurologis mengalami peningkatan beban penyakit sebesar 18% sejak tahun 1990, bahkan melampaui penyakit jantung dan pembuluh darah.

Selain prevalensi yang tinggi, Mahyeldi juga menyoroti beban biaya kesehatan yang ditimbulkan oleh stroke.

“Tahun 2023 saja, pembiayaan akibat stroke mencapai Rp5,2 triliun. Ini angka yang sangat besar dan menunjukkan pentingnya upaya pencegahan sejak dini,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya gaya hidup sehat sebagai langkah preventif, seperti menjaga pola makan, rutin berolahraga, menghindari rokok dan alkohol, serta deteksi dini melalui program-program seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah dijalankan pemerintah.

Ketua Kolegium Neurologi Indonesia, Prof. Dr. Syahrul juga memperkuat pernyataan Gubernur dengan menyampaikan data global yang mengkhawatirkan.

“Diperkirakan 1 dari 4 orang akan mengalami stroke dalam hidupnya. Setiap tiga detik, satu orang di dunia terkena stroke,” ujarnya.

Ia pun menyerukan kampanye hidup sehat dan deteksi dini sebagai kunci utama untuk mengurangi risiko stroke dan penyakit neurologis lainnya.

“Mari jaga kesehatan mulai dari diri sendiri. Hidup sehat, kalahkan stroke,” serunya.

Ketua Panitia FINEST 2025, dr. Reni Bestari, SpN, berharap forum ini menjadi wadah yang bermanfaat untuk bertukar ilmu, meningkatkan kolaborasi antarprofesi, serta mendorong kemajuan pelayanan neurologi di Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera.

“FINEST bukan hanya ajang ilmiah, tapi juga bentuk nyata kolaborasi antara tenaga medis, akademisi, dan pemerintah untuk kesehatan masyarakat,” katanya.

Gubernur Mahyeldi menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mengatasi tantangan penyakit neurologis.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi jembatan antara pemerintah, akademisi, klinisi, swasta, dan masyarakat. Hanya dengan kerja sama yang solid, kita bisa menekan angka disabilitas dan kematian akibat penyakit neurologis,” pungkasnya.

FINEST 2025 menjadi momentum penting untuk menata ulang strategi kesehatan neurologis di Sumatera dan Indonesia secara umum, dengan harapan dapat membawa dampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Tags: Finest 2025MahyeldiPemprov SumbarStroke
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Pemko Kolaborasi Bersama UMSB Ciptakan Program Berbasis Riset dan Akademik

Berita Sesudah

PKKMB 2025 UNU Sumatera Barat, Membangun Generasi Berilmu dan Berakhlak

Berita Terkait

Penyelesaian Konflik PT SAK dengan Suku Anak Dalam, Sekda Dharmasraya Apresiasi Polisi

Penyelesaian Konflik PT SAK dengan Suku Anak Dalam, Sekda Dharmasraya Apresiasi Polisi

Selasa, 23/6/26 | 18:35 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya, Medison, memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Polres Dharmasraya atas upaya penyelesaian konflik antara...

Bupati Annisa Serahkan Bantuan Paket Makanan Ibu Hamil

Bupati Annisa Serahkan Bantuan Paket Makanan Ibu Hamil

Selasa, 23/6/26 | 17:46 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menyerahkan bantuan paket permakanan tahap II Ibu hamil dan ibu menyusui di...

PCNU Dharmasraya Sukses Gelar Mukercab I, Tegaskan Komitmen Pengabdian dan Kemandirian Jam’iyyah

PCNU Dharmasraya Sukses Gelar Mukercab I, Tegaskan Komitmen Pengabdian dan Kemandirian Jam’iyyah

Senin, 22/6/26 | 21:09 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Dharmasraya sukses menggelar Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) I Masa Khidmat 2026–2031...

DPRD Kota Padang prihatin, terhadap semrawutnya Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Padang, khususnya berpusat pada kendala sistem aplikasi yang error.

Ketua DPRD Kota Padang Muharlion Menilai Kurangnya Persiapan Disdik Dalam Pelaksanaan Sistem SPMB Tahun 2026

Senin, 22/6/26 | 20:18 WIB

DPRD Kota Padang prihatin, terhadap semrawutnya Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Padang, khususnya berpusat pada kendala sistem aplikasi...

Kelompok Tani di Nagari Sitiung Terima Bantuan Alsintan

Kelompok Tani di Nagari Sitiung Terima Bantuan Alsintan

Senin, 22/6/26 | 15:55 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Komitmen tersebut...

Sanggar Kilau Aksara dan BPK Sumbar Gelar Workshop Penulisan Ulang Cerita Rakyat

Sanggar Kilau Aksara dan BPK Sumbar Gelar Workshop Penulisan Ulang Cerita Rakyat

Senin, 22/6/26 | 07:32 WIB

Padang, Scientia.id - Sanggar Kilau Aksara bekerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Sumatera Barat menyelenggarakan Workshop Penulisan “Revitalisasi Cerita...

Berita Sesudah
PKKMB 2025 UNU Sumatera Barat, Membangun Generasi Berilmu dan Berakhlak

PKKMB 2025 UNU Sumatera Barat, Membangun Generasi Berilmu dan Berakhlak

POPULER

  • DPRD Kota Padang prihatin, terhadap semrawutnya Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Padang, khususnya berpusat pada kendala sistem aplikasi yang error.

    Ketua DPRD Kota Padang Muharlion Menilai Kurangnya Persiapan Disdik Dalam Pelaksanaan Sistem SPMB Tahun 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kesalahan Bahasa yang Diproduksi AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peduli di Layar, Abai di Jalan: Ironi Aktivisme Lingkungan di Era Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penyelesaian Konflik PT SAK dengan Suku Anak Dalam, Sekda Dharmasraya Apresiasi Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gaya Bahasa dalam Cerpen “Beki Bebek” Karya Vanda Parengkuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026