Minggu, 19/4/26 | 17:00 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Yang Tersembunyi di Balik Ramalan

Minggu, 29/6/25 | 19:13 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Semasa sekolah menengah, saya dan banyak teman sebaya gemar mengakses ramalan, dari situs mistis hingga layanan pesan singkat (SMS) berbayar. Kala itu, ramalan menjadi tren yang meluas, televisi pun turut meramaikan dengan sinetron dan reality show bertema supranatural. Pengaruhnya terasa hingga di dalam kelas, banyak teman yang mengaku punya indra keenam.

Kala itu, seolah ada euforia kolektif untuk percaya pada hal-hal yang tak kasatmata. Dari ramalan zodiak harian hingga prediksi jodoh berdasarkan nama depan dari aplikasi daring. Beragam layanan serupa pun bermunculan, menawarkan kemampuan untuk membaca aura, memprediksi masa depan, hingga menghitung tingkat kecocokan hubungan berdasarkan data sederhana seperti tanggal lahir.

BACAJUGA

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB
Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

Kami tak pernah benar-benar serius, tapi juga tak sepenuhnya main-main. Bagi kami, tren itu terasa sah-sah saja, paling tidak dijadikan bahan obrolan seru di kantin sekolah. Di sela jam istirahat atau saat guru terlambat masuk kelas, telapak tangan mulai dibaca, garis hidup ditafsir, dan nama gebetan dilafalkan pelan-pelan seolah memiliki resonansi magis.

Seorang teman yang konon punya kesaktian itu jadi pusat perhatian. Cara ia mengernyit, menatap telapak tangan, lalu menyebut masa depan dengan suara rendah, cukup membuat seisi kelas terdiam sesaat. Tidak ada yang bertanya soal validitas, apalagi metodologi. Semua berlangsung dalam kesepakatan diam, bahwa ramalan bukan soal benar atau salah, melainkan soal harapan yang dibungkus rasa ingin tahu.

Seiring berjalannya waktu, kegemaran itu mulai memperlihatkan sisi lain yang patut dipertimbangkan. Tak sedikit teman yang larut dalam euforia, rutin mengirimkan nama, tanggal lahir, hingga inisial orang disukai ke layanan SMS berbayar demi sepotong ramalan yang terasa personal. Pulsa terkuras perlahan, sementara balasannya templat.

Belakangan baru sadar, yang terkuras bukan hanya pulsa. Di balik permainan sederhana bernama ramalan itu, tanpa disadari kami sudah memberikan banyak data diri yang beberapa di antaranya patut dirahasiakan.

Pada dasarnya, ramalan bukan sekadar usaha menerka masa depan, melainkan cerminan kebutuhan manusia akan kepastian di tengah ketidakpastian. Namun, dalam konteks digital, praktik semacam ini berpotensi membuka ruang bagi pemanfaatan data pribadi secara tidak bertanggung jawab. Di sinilah pentingnya kesadaran kritis, bahwa di balik godaan sederhana bernama ramalan, tersimpan risiko yang jauh lebih kompleks dari sekadar pulsa yang habis.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Ketua DPRD Sumbar Dukung Seleksi KPID Profesional dan Transparan

Berita Sesudah

Hibah Rp2,7 Miliar dari Pemprov Sumbar untuk LKSA, Donizar: Ini Investasi Peradaban

Berita Terkait

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Potong rambut kerap dipandang sebagai kegiatan sederhana yang dilakukan sekadar untuk menjaga kerapian. Namun...

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Tulisan sebelumnya mungkin berhenti pada satu kesan: bahwa...

Suatu Hari di Sekolah

Sastra Lisan dalam dunia Pertanian: Ingatan yang Bertahan di Lahan yang Berubah

Minggu, 29/3/26 | 18:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/ Kolumnis Rubrik Renyah)   Setiap kali pulang dari kegiatan pengambilan dan perekaman...

Suatu Hari di Sekolah

Menjelang Kemenangan: Catatan Kecil tentang Sabar

Minggu, 15/3/26 | 13:29 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada satu hal yang selalu saya rasakan setiap kali...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu hari, dalam sebuah percakapan santai, saya tiba-tiba terpikir...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah/Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand) Dalam beberapa minggu terakhir, saya berkunjung ke beberapa nagari untuk...

Berita Sesudah
Pengawasan Terhadap WNA di Sumbar Perlu Ditingkatkan

Hibah Rp2,7 Miliar dari Pemprov Sumbar untuk LKSA, Donizar: Ini Investasi Peradaban

POPULER

  • Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemikiran Halliday tentang Semiotika Sosial dalam Ilmu Bahasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Konsep Metafungsi dalam Wacana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 65 Kandidat Ketua DPC PKB se-Sumbar Bakal Ikuti UKK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengangguran Sarjana Tembus 1 Juta, Puan: Sistem Pendidikan dan Pasar Kerja Kita Gagal Terkoneksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “sudah” dan “telah”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026