Minggu, 27/9/26 | 01:53 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Belajar dari Menunggu

Minggu, 22/6/25 | 18:32 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Menunggu ujian bukan hanya soal duduk diam di luar ruang kelas dengan segelas air mineral dan tatapan cemas. Bagi sebagian orang, terutama para pengantar entah itu orang tua, sahabat, pasangan, atau sekadar teman seperjalanan. Bagi saya menunggu ujian justru menghadirkan kisah tersendiri yang tak kalah mendebarkan.

Di balik sunyinya lorong kampus atau riuhnya kantin dekat ruang ujian, terselip beragam rasa: harap-harap cemas, obrolan ringan, hingga kontemplasi hidup yang datang tiba-tiba. Pengalaman menunggu ini, sering kali justru menjadi momen penuh makna yang tak pernah benar-benar kita rencanakan, tapi selalu kita kenang.

BACAJUGA

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Halaman-Halaman yang Dibaca dengan Cara Berbeda

Minggu, 13/9/26 | 11:35 WIB
Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB

Sambil menunggu, waktu terasa berjalan pelan, seolah ikut menyelami ketegangan yang sedang berlangsung di dalam ruang ujian. Ketika duduk, sesekali saya membuka gawai, tapi tak benar-benar fokus. Pikiran melayang, membayangkan apa yang sedang terjadi di balik dinding itu: apakah ia sedang lancar menjawab? Apakah ia gugup? Dalam diam, doa-doa lirih pun meluncur tanpa komando.

Anehnya, rasa cemas itu menular, seakan kita pula yang tengah diuji. Tapi justru di situlah letak keunikan momen ini. Ketika empati dan harapan berbaur menjadi satu, dan waktu seolah memberi kita ruang bagai saya untuk ikut belajar tentang kesabaran, kepedulian. Dalam diamnya waktu menunggu, saya sebenarnya sedang mengikuti ujian untuk diri sendiri, ujian tentang kesediaan memberi waktu tanpa pamrih, tentang bagaimana hadir tanpa harus menjadi pusat.

Saya duduk di bangku yang keras atau berdiri di lorong panjang, bukan karena kita punya kuasa atas hasil, melainkan karena kita memilih untuk percaya. Sekarang, setiap kali saya menunggu seseorang ujian, saya tak lagi merasa sekadar sebagai “pengantar”, melainkan sebagai bagian kecil dari perjuangan yang lebih besar.

Menunggu bukan pekerjaan pasif, ia adalah bentuk perhatian yang paling halus, pelajaran tentang hadir secara utuh meski tanpa sorotan. Di sana, kita belajar menjadi manusia yang tak tergesa, yang tahu bahwa waktu tak selalu harus diisi dengan produktivitas, tapi kadang cukup dengan kesetiaan. Kadang, dari sekadar menunggu, lahir keberanian bagi yang sedang menghadapi soal, dan saya yang belajar setia tanpa suara.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Si Jago Merah Mengamuk di Dharmasraya, Tiga Bangunan Ludes, Satu Korban Terluka, Kerugian Miliaran Rupiah

Berita Sesudah

Syarat Sebuah Paragraf yang Ideal

Berita Terkait

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Halaman-Halaman yang Dibaca dengan Cara Berbeda

Minggu, 13/9/26 | 11:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang pengalaman memilih buku...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa hari belakangan, saya membeli beberapa buku cerita bergambar...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah) Belajar sesuatu yang baru ternyata bukan hanya soal seberapa...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Belajar Lagi dari Tombol Undo

Minggu, 02/8/26 | 18:43 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Beberapa minggu terakhir ini, ada satu kegiatan baru yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Banyak Mendengar, Banyak Belajar

Minggu, 19/7/26 | 19:50 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu waktu, saya dan tim melakukan penelitian lapangan di...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Makan Dulu, Baca Kemudian

Minggu, 12/7/26 | 20:03 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Setelah beberapa kali memperhatikan slogan-slogan di rumah makan, saya mulai menyadari bahwa tulisan-tulisan itu...

Berita Sesudah
Struktur Kalimat Peraturan Perundang-undangan

Syarat Sebuah Paragraf yang Ideal

POPULER

  • Dampak Kecerdasan Buatan (AI) bagi Dunia Pendidikan di Indonesia

    Dampak Kecerdasan Buatan (AI) bagi Dunia Pendidikan di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paket Data Masih Aktif, Telkomsel Blokir Internet karena Tagihan Pulsa Darurat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rumah Dinas Wabup Solok Dibuka untuk Pengungsi, Warga Diminta Hindari Lokasi Rawan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSAM Bukittinggi Butuh 500 Kantong Darah per Bulan, Golongan AB Paling Langka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Telkomsel Gerak Cepat Pulihkan Jaringan Komunikasi di Kantor Bupati Solok Pascagalodo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diskriminasi dan Marginalisasi Tokoh Minke dalam Tetralogi Pulau Buru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026