Minggu, 06/9/26 | 08:01 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Sepiring Gulai, Seuntai Kenangan

Minggu, 18/8/24 | 15:55 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Beberapa hari lalu, saya bertemu dengan teman lama dari sekolah dasar. Pertemuan awalnya sekadar ngopi santai, berubah menjadi ajang nostalgia seru penuh tawa. Cerita demi cerita meluncur seperti kopi yang baru dihidangkan, hangat dan penuh kenangan. Tak ada yang dapat menggantikan momen sederhana itu, menu yang dipesan jadi penggiring tawa yang tak ada habisnya.

Masa kecil adalah dunia penuh keajaiban, di mana segalanya terasa lebih sederhana, namun penuh warna. Salah satu momen yang paling membekas dalam ingatan kami waktu itu adalah saat sakit. Demam tinggi, badan panas dingin, batuk dan pilek menjadi hal menyebalkan, karena tidak dapat bermain di luar rumah. Namun, ada satu hal yang bisa mengobati rasa sedih itu: gulai ayam.

BACAJUGA

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB
Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB

Gulai ayam menjadi makanan istimewa. Tidak sembarang waktu bisa menikmatinya. Buka tanpa alasan, mungkin harga ayam waktu itu mahal, atau kalah dengan jenis olahan lainnya. Pastinya, hampir semua bocah saat itu (kami di kampung) memakan gulai ayam saat sakit. Uniknya, selera makan kami kembali, alhamdulillah tidak berapa lama kemudian sembuh. Dengan catatan, tetap disiplin minum obat.

Pembicaraan kami sampai pada guyonan gulai ayam, “hanya ada dua kemungkinan kita dapat makan ayam, saat kita sakit atau ayamnya yang sakit dan disemblih”. Begitu kata teman saya sambil tertawa keras sampai mengeluarkan air mata. Saya ikut tertawa juga, sampai perut sakit mengingat momen saat itu. Guyonan itu tidak sekadar hiburan saja, melainkan juga anekdot yang paling membekas bagi kami. Anekdot ini menjadi semacam hiburan tersendiri bagi saya. “Kasihan juga ayamnya jika sakit”, begitu yang saya pikirkan sambil tersenyum kecil.

Cerita kami semakin ngalor-ngidul, hingga akhirnya mulai membayangkan keluhan ayam-ayam di rumah saat kami jatuh sakit. “Semoga dia cepat sembuh, kalau tidak, kami yang jadi korban!” Begitulah kira-kira anekdot yang kami buat. Skenario ini begitu sering terulang, sampai-sampai setiap kali saya mulai merasa tak enak badan, diam-diam saya berharap bahwa gulai ayam akan menjadi penghibur di tengah rasa lemah dan lesu itu.

Kini, setiap kali menyantap gulai ayam, saya tersenyum mengingat masa kecil yang penuh dengan imajinasi dan anekdot sederhana. Siapa sangka, sebuah penyakit kecil bisa membawa kebahagiaan yang begitu besar, hanya karena ada ayam yang harus dipilih antara sehat dan “dikorbankan”.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Terpidana Kasus Sianida, Jessica Telah Bebas dari Penjara

Berita Sesudah

Memaknai Kembali Arti Kata “Kemerdekaan”

Berita Terkait

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa hari belakangan, saya membeli beberapa buku cerita bergambar...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah) Belajar sesuatu yang baru ternyata bukan hanya soal seberapa...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Belajar Lagi dari Tombol Undo

Minggu, 02/8/26 | 18:43 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Beberapa minggu terakhir ini, ada satu kegiatan baru yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Banyak Mendengar, Banyak Belajar

Minggu, 19/7/26 | 19:50 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu waktu, saya dan tim melakukan penelitian lapangan di...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Makan Dulu, Baca Kemudian

Minggu, 12/7/26 | 20:03 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Setelah beberapa kali memperhatikan slogan-slogan di rumah makan, saya mulai menyadari bahwa tulisan-tulisan itu...

Tentang Kipas Angin dan Perbedaan yang Sederhana

Minggu, 28/6/26 | 20:08 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Tinggal bersama orang lain dalam satu ruang yang sama sering kali memperlihatkan hal-hal...

Berita Sesudah
Memaknai Kembali Arti Kata “Kemerdekaan”

Memaknai Kembali Arti Kata "Kemerdekaan"

Discussion about this post

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepala Biro PBJ Akui Ada dalam Rekaman Video Mesra dan Mundur dari Jabatan, Sekda : Tetap Diperiksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Walikota Padang Apresiasi Pembukaan Konferensi Kerja Provinsi (Konkerprov) I Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Tahun 2026.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sosialisasi Mitigasi Bencana Hidrometeorologi di SMAN 9 Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Dukung Program Pertamina Goes to Campus 2026.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dampak Kecerdasan Buatan (AI) bagi Dunia Pendidikan di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026