Kamis, 22/10/26 | 04:57 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Sepiring Gulai, Seuntai Kenangan

Minggu, 18/8/24 | 15:55 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Beberapa hari lalu, saya bertemu dengan teman lama dari sekolah dasar. Pertemuan awalnya sekadar ngopi santai, berubah menjadi ajang nostalgia seru penuh tawa. Cerita demi cerita meluncur seperti kopi yang baru dihidangkan, hangat dan penuh kenangan. Tak ada yang dapat menggantikan momen sederhana itu, menu yang dipesan jadi penggiring tawa yang tak ada habisnya.

Masa kecil adalah dunia penuh keajaiban, di mana segalanya terasa lebih sederhana, namun penuh warna. Salah satu momen yang paling membekas dalam ingatan kami waktu itu adalah saat sakit. Demam tinggi, badan panas dingin, batuk dan pilek menjadi hal menyebalkan, karena tidak dapat bermain di luar rumah. Namun, ada satu hal yang bisa mengobati rasa sedih itu: gulai ayam.

BACAJUGA

Suatu Hari di Sekolah

Ikut Mendengar, Ikut Menyukai

Minggu, 11/10/26 | 16:10 WIB
Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Gulai ayam menjadi makanan istimewa. Tidak sembarang waktu bisa menikmatinya. Buka tanpa alasan, mungkin harga ayam waktu itu mahal, atau kalah dengan jenis olahan lainnya. Pastinya, hampir semua bocah saat itu (kami di kampung) memakan gulai ayam saat sakit. Uniknya, selera makan kami kembali, alhamdulillah tidak berapa lama kemudian sembuh. Dengan catatan, tetap disiplin minum obat.

Pembicaraan kami sampai pada guyonan gulai ayam, “hanya ada dua kemungkinan kita dapat makan ayam, saat kita sakit atau ayamnya yang sakit dan disemblih”. Begitu kata teman saya sambil tertawa keras sampai mengeluarkan air mata. Saya ikut tertawa juga, sampai perut sakit mengingat momen saat itu. Guyonan itu tidak sekadar hiburan saja, melainkan juga anekdot yang paling membekas bagi kami. Anekdot ini menjadi semacam hiburan tersendiri bagi saya. “Kasihan juga ayamnya jika sakit”, begitu yang saya pikirkan sambil tersenyum kecil.

Cerita kami semakin ngalor-ngidul, hingga akhirnya mulai membayangkan keluhan ayam-ayam di rumah saat kami jatuh sakit. “Semoga dia cepat sembuh, kalau tidak, kami yang jadi korban!” Begitulah kira-kira anekdot yang kami buat. Skenario ini begitu sering terulang, sampai-sampai setiap kali saya mulai merasa tak enak badan, diam-diam saya berharap bahwa gulai ayam akan menjadi penghibur di tengah rasa lemah dan lesu itu.

Kini, setiap kali menyantap gulai ayam, saya tersenyum mengingat masa kecil yang penuh dengan imajinasi dan anekdot sederhana. Siapa sangka, sebuah penyakit kecil bisa membawa kebahagiaan yang begitu besar, hanya karena ada ayam yang harus dipilih antara sehat dan “dikorbankan”.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Terpidana Kasus Sianida, Jessica Telah Bebas dari Penjara

Berita Sesudah

Memaknai Kembali Arti Kata “Kemerdekaan”

Berita Terkait

Suatu Hari di Sekolah

Ikut Mendengar, Ikut Menyukai

Minggu, 11/10/26 | 16:10 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau/Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir-akhir ini, lagu anak-anak semakin akrab di telinga saya. Lagu-lagu yang...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kisah buku-buku itu rupanya terus berjalan. Dahulu, saya yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Halaman-Halaman yang Dibaca dengan Cara Berbeda

Minggu, 13/9/26 | 11:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang pengalaman memilih buku...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa hari belakangan, saya membeli beberapa buku cerita bergambar...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah) Belajar sesuatu yang baru ternyata bukan hanya soal seberapa...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Belajar Lagi dari Tombol Undo

Minggu, 02/8/26 | 18:43 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Beberapa minggu terakhir ini, ada satu kegiatan baru yang...

Berita Sesudah
Memaknai Kembali Arti Kata “Kemerdekaan”

Memaknai Kembali Arti Kata "Kemerdekaan"

Discussion about this post

POPULER

  • Jangan Lewatkan! DPP Iluni UNP Bakal Gelar Temu Akbar Lintas Angkatan

    Jangan Lewatkan! DPP Iluni UNP Bakal Gelar Temu Akbar Lintas Angkatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dampak Asap Karhutla, Nakes di Dharmasraya Diminta Jemput Bola Tangani Pasien ISPA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sidak Bupati Dharmasraya, Lahan dan Hutan Terbakar Sudah Ditanami Sawit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKB Sumbar Bagikan Masker di Lubuk Alung, Firdaus: Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelantikan DPD KNPI, Bupati Dharmasraya Ajak Pemuda Bersinergi dengan Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Evaluasi Kinerja Perumda Tirta Solok Nan Indah, Bupati Solok Bidik 30.000 Pelanggan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bias Pengetahuan Bahasa AI tentang Perempuan dan Krisis Iklim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026