Selasa, 17/2/26 | 20:37 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI CERPEN

Setetes Air dalam Bensin

Minggu, 30/6/24 | 09:10 WIB

Cerpen: Armini Arbain

 

Pesawat Garuda Boeing 800 lepas landas. Tepat pukul lima sore, pesawat yang membawa calon jemaah haji Indonesia membumbung tinggi meninggalkan landasan pacu Lapangan udara Polonia Medan menuju Bandara King Abdul Azis Jeddah. Begitu pesawat lepas landas,  terdengar suara jamaah melantunkan talbiyah dengan semangat namun syahdu. Labbaika Allahuma Labbaik, Labbaika laa syarikalakka Labbaik. Air mata ini berlinang mendengarkan suara talbiyah yang sangat syahdu. Aku sangat bersyukur tahun ini  dipanggil Allah ke Makkah Al Mukarahmah untuk menunaikan ibadah haji.

Beberapa jam di udara, warna syafak merah yang menyala kini mulai mulai meredup. Pertanda  waktu magrib pun masuk. Pak Amri, pembimbing ibadah  kloter haji kami memberi petunjuk cara bertayamum dan cara melakukan salat di atas pesawat. Setelah bertayamum jamaah melaksanakan  salat jamak magrib dan isya dengan khusuk. Tak lama,  terdengar pula lantunan lirih dan isak tangis mereka dalam doa. Ada kebahagiaan yang tak terhingga di relung hati para jamaah.

Selesai salat, pramugari pun membagikan makan malam. Dengan lahap jamaah pun bersantap dengan  tertib. Namun, karena jemaah banyak yang sepuh dan sulit makan sambil duduk, apalagi makan dengan sendok dan garpu sehingga pramugara dan pramugari harus turun tangan memantau dan menuntun para jemaah yang sudah tua.

BACAJUGA

Cerpen Lelaki Tampan yang Membawaku Pergi

Cerpen Lelaki Tampan yang Membawaku Pergi

Minggu, 20/10/24 | 16:56 WIB
Luka Hati

Luka Hati

Minggu, 28/7/24 | 09:37 WIB

Aku dan kedua sepupuku merupakan anggota jamaah yang masih berusia muda, bahkan adik sepupuku Reni  adalah jamaah termuda dalam rombongan itu.  Mungkin karena usia itulah rasa keinginantahuan dan perhatian kami pada  jamaah yang ada dalam kloter sangat tinggi, apalagi  ketika Gubenur Sumbar melepas keberangkatan kami di Asrama Haji. Ia berpesan dan meminta kami sebagai jamaah yang berusia muda untuk memperhatikan dan membantu jamaah yang berusia lanjut.

Aku dan kedua adik sepupuku  duduk paling depan sehingga tidak melihat serunya acara makan malam di belakang kami namun gelak tawa terdengar nyaring.  Setelah makan, aku bangkit dari kursiku dan berjalan ke belakang. Aku melihat dan menyapa jamaah yang duduk di belakang. Dengan ramah kusapa jamaah satu per satu. Mereka pun membalas sapaanku dengan ramah. Ada rasa kekeluargaan yang tinggi di antara kami.

Halaman 1 dari 7
12...7Next
Tags: #Armini Arbain
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Istilah “Magrib” dan “Orang Gila Mana” di Media Sosial

Berita Sesudah

Twenty-Four Eyes: Kehangatan dan Kepiluan dalam Satu Cerita

Berita Terkait

Cahaya dari Surau Tuo

Minggu, 11/1/26 | 22:10 WIB

Sumber: GeminiAI Cerpen: Rivana Dwi Puti* Dari balik buaian terkunci terdengar suara ayam memecah kesunyian panjang, seolah membangunkan seisi surau...

Kayu-Kayu yang Datang Bersama Air

Kayu-Kayu yang Datang Bersama Air

Minggu, 21/12/25 | 09:58 WIB

Gambar: Meta AI Cerpen: Putri Rahma Yanti   Aku bukan anak Sumatera Barat. Aku datang ke tanah ini membawa koper,...

Batu dan Zaman

Batu dan Zaman

Senin, 15/12/25 | 06:55 WIB

  Gambar dibuat dengan Meta AI Cerpen: Hasbi Witir   Di sebuah lorong yang bising dan pengap dengan bau yang...

Cerpen Lelaki Tampan yang Membawaku Pergi

Cerpen Lelaki Tampan yang Membawaku Pergi

Minggu, 20/10/24 | 16:56 WIB

Cerpen: Armini Arbain Senja turun dengan cepat dan azan magrib pun berkumandang dengan merdunya. Seperti biasa aku bergegas mengambil Alquran,...

Luka Hati

Luka Hati

Minggu, 28/7/24 | 09:37 WIB

Oleh: Armini Arbain*   Baru saja aku duduk melepas lelah setelah memberi penyegar pada wajah seorang ibu yang facial, Hp-ku...

Diriku dan Keterlambatan

Minggu, 16/4/23 | 12:12 WIB

Cerpen: Ibnu Naufal   Aku tak mengerti terkadang dengan diriku sendiri. Diri yang begitu unik dan istimewa, menuntut untuk diperlakukan istimewa oleh...

Berita Sesudah
Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Twenty-Four Eyes: Kehangatan dan Kepiluan dalam Satu Cerita

Discussion about this post

POPULER

  • Nilai-Nilai Religius pada Karya Andreas Gryphius

    Membaca Cerpen “Robohnya Surau Kami” dari Perspektif Psikoanalisis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oleh sebab itu, Oleh karena itu, atau Maka dari Itu?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerpen “Pulanglah, Bujang” Karya Hasbunallah Haris dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Susunan Lengkap DPW PKB Sumbar 2026–2031, Firdaus Bidik Penguatan Kader Muda dan Perempuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024