Selasa, 09/6/26 | 04:03 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KLINIK BAHASA

Perbedaan Awalan ber- dan me-

Minggu, 28/4/24 | 10:20 WIB

BACAJUGA

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kesalahan Bahasa yang Diproduksi AI

Minggu, 07/6/26 | 22:48 WIB
Rendang Lokan, Makanan Khas Pesisir Selatan

Memahami Makna Peribahasa “Muluik Manih Kucindan Murah”

Senin, 01/6/26 | 08:57 WIB
Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Pengajar Bahasa Indonesia di Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan)

Di dalam bahasa Indonesia, ada kata berfoto dan memfoto, belajar dan mengajar, berjemur dan menjemur, berendam dam merendam, bersisir dan menyisir, berbaju dan memakai baju, bersatu dan menyatu, berdua dan mendua, berubah dan mengubah, bergeser dan menggeser, bertinju dan meninju, berangkat dan mengangkat, berbuka dan membuka, dan sebagainya. Ketika membaca contoh-contoh kata tersebut, kita tentu mengetahui sebenarnya kata-kata itu berbeda meskipun berasal dari satu kata dasar yang sama. Kita bisa merasakan nuansa yang tidak sama, tetapi terkadang cukup sulit untuk mendeskripsikannya. Untuk itu, mari kita lihat perbedaannya.

Sebelum kita masuk ke perbedaan makna awalan dari kata-kata tersebut, kita akan memulainya dengan mengenal dua awalan yang akan kita bahas secara singkat. Pertama adalah awalan ber-. Awalan ber- memiliki tiga alomorf yaitu, be-, ber-, dan bel-. Ketiga alomorf ini digunakan sesuai dengan kata yang mengikutinya. Alomorf ber- diikuti oleh kata-kata yang tidak dimulai dengan huruf r atau kata-kata yang tidak memiliki banyak huruf r, seperti: ber- + kata (berkata), ber- + sepatu (bersepatu), dan ber- + selancar (berselancar). Alomorf be- diikuti oleh kata-kata yang dimulai dengan huruf r atau memiliki banyak huruf r seperti: be- + rambut (berambut), be- + renang (berenang), be- + kerja (bekerja), dan be- + cermin (becermin). Alomorf bel- hanya diikuti oleh kata ajar menjadi belajar.

Tidak jauh berbeda dengan awalan ber-, awalan me- (sebagian ahli bahasa lain menyebutnya awalan meN- atau awalan me-). Dalam artikel ini kita akan menggunakan awalan me-. Awalan me- juga memiliki alomorf, tetapi jumlahnya lebih banyak. Awalan me- memiliki enam alomorf, yaitu me-, mem-, men-, meng-, menge-, dan meny-. Sama halnya dengan awalan ber-, berbagai variasi alomorf me- juga digunakan sesuai dengan kata yang mengikutinya. Alomorf me- digunakan untuk kata-kata dengan huruf pertama l, m, n, r, w, dan y (melihat, memasak, menikah, merawat, dan mewisuda). Alomorf mem- digunakan untuk kata-kata dengan huruf pertama b, f, p, dan v, tetapi huruf p akan lesap atau hilang (membuka, memfoto, memakai, dan memveto). Alomorf men- digunakan untuk kata-kata dengan huruf pertama c, d, j, t, dan z, tetapi huruf t akan lesap atau hilang (mencari, mendata, menjual, dan menutup). Alomorf meng- digunakan untuk kata-kata dengan huruf pertama a, i, u, e, o, g, h, dan k, tetapi huruf k akan lesap atau hilang (mengajak, mengikat, mengulang, mengeja, mengobrol, menggoreng, menghapus, dan mengejar). Alomorf menge- digunakan untuk kata yang hanya memiliki satu suku kata, seperti tes (mengetes), lap (mengelap), bom (mengebom), dan cat (mengecat). Alomorf meny- digunakan untuk kata-kata dengan huruf pertama s, tetapi huruf s menjadi lesap atau hilang, seperti simpan (menyimpan), satu (menyatu), dan sikat (menyikat).  Ini adalah penjelasan mengenai penggunaan awalan ber- dan me-. Selanjutnya, kita akan masuk ke dalam makna-maknanya.

Halaman 1 dari 5
12...5Next
Tags: #Reno Wulan Sari
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Kunjungan Wisatawan ke Sumbar Meningkat, Program Pariwisata Berbasis Masyarakat Dinilai Layak Dipertahankan

Berita Sesudah

Memaknai Ulang Istilah ‘Kampung Halaman’ dalam Novel Apfelkuchen und Baklava

Berita Terkait

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kesalahan Bahasa yang Diproduksi AI

Minggu, 07/6/26 | 22:48 WIB

Oleh: Ria Febrina (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Beberapa waktu lalu, saya menyunting beberapa buku....

Rendang Lokan, Makanan Khas Pesisir Selatan

Memahami Makna Peribahasa “Muluik Manih Kucindan Murah”

Senin, 01/6/26 | 08:57 WIB

Oleh: Yori Leo Saputra (Guru SMA 1 Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan)   Minangkabau memiliki banyak peribahasa. Peribahasa merupakan kelompok...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Bahasa Estetik dalam Luka “Gaza Tak Pernah Sunyi” Karya Hardi

Senin, 25/5/26 | 00:01 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Di tanah ini, sejarah bukan hanya di...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Konteks Kata “Kali” dalam Bahasa Indonesia

Minggu, 17/5/26 | 13:37 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Kata kali dikenal...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Cerita Mahasiswa Arab tentang Bahasa Indonesia

Senin, 27/4/26 | 06:18 WIB

Oleh: Ria Febrina (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Saat mengawas UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer)...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Persoalan “ini” dan “itu” di dalam Berbagai Konteks

Minggu, 19/4/26 | 21:49 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Kata ini dan...

Berita Sesudah
Gaya Bahasa pada Lagu Satu-Satu oleh Idgitaf

Memaknai Ulang Istilah ‘Kampung Halaman’ dalam Novel Apfelkuchen und Baklava

Discussion about this post

POPULER

  • Operasi Patuh Singgalang 2026 di Pariaman Ditunda, Polisi Tunggu Instruksi Mabes

    Operasi Patuh Singgalang 2026 di Pariaman Ditunda, Polisi Tunggu Instruksi Mabes

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Firdaus Soroti Usulan Larangan BBM Subsidi bagi Kendaraan Menunggak Pajak: Fokus Awasi Mafia BBM, Bukan Membatasi Rakyat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kesalahan Bahasa yang Diproduksi AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Manusia yang Selalu Kekurangan Tiga Puluh Peso

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kebohongan dan Manipulasi Tanda dalam Film Keadilan (The Verdict): Analisis Semiotika Forensik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026