Sabtu, 14/3/26 | 01:46 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

Memancing: Tentang Melupakan Waktu dan Menikmati Ketenangan

Minggu, 17/12/23 | 11:53 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Memancing tak hanya sekadar tentang menangkap ikan, melainkan juga tentang menangkap momen-momen yang berharga. Memancing merupakan seni yang memperkaya kehidupan melalui penggabungan waktu yang terukur dan kecintaan pada ketenangan alam. Bagi banyak individu, memancing bukan sekadar mencari ikan, melainkan perjalanan pribadi menuju ketenangan dan kegembiraan yang mendalam.

Memancing merupakan seni memperhitungkan waktu dan menikmati ketenangan alam. Bagi banyak orang, memancing bukan hanya tentang mencari ikan semata, tetapi juga sebuah perjalanan pribadi menuju ketenangan dan kegembiraan yang mendalam. Seiring dengan pesatnya pertumbuhan masyarakat dan kehidupan yang semakin cepat, kegiatan memancing memberikan kesempatan untuk sejenak melangkah mundur.

Memancing tidak hanya sekadar kegiatan rekreasi, tetapi juga menjadi pelarian dari kesibukan yang terus meningkat. Dalam ketenangan air dan alam, pemancing dapat menemukan “kedamaian”, menghilangkan stres, serta merasakan keseimbangan yang semakin sulit ditemukan di tengah hiruk-pikuk kehidupan yang penuh tekanan. Memancing, bagi saya esensinya menurut saya melibatkan perenungan dan penghargaan terhadap keindahan alam. Ini adalah pelajaran dalam menikmati kehadiran, merasakan keseimbangan yang seringkali hilang dalam kehidupan sehari-hari yang penuh dengan kebisingan dan tuntutan.

BACAJUGA

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB
Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Dengan begitu, memancing tidak hanya mengenai keheningan air yang tenang. Ia adalah tentang merayakan detik-detik kecil yang terkadang terlewatkan dalam rutinitas harian yang sibuk. Setiap lemparan umpan, setiap tarikan joran, menjadi bagian dari narasi yang mengajarkan kita untuk menangkap momen-momen berharga. Terlepas dari hasil tangkapan, setiap detik di tepi air menjadi peluang untuk menyatu dengan alam, memahami keindahan yang tersembunyi di antara pepohonan atau menyaksikan matahari terbenam yang memukau.

Beberapa bulan terakhir ini saya senang memancing ikan. Sebelumnya, memancing bagi saya benar-benar bertujuan untuk menangkap ikan saja. Pergi bersama teman baik itu ke sungai maupun danau, hanyak untuk menangkapan ikan, hasilnya dibakar dan dimakan bersama. Kalau pun dikategorikan sebagai hiburan, itu hanya pada proses bakar ikan bukan saat memancing. Namun, sekarang justru proses memancingnya yang menjadi “obat” dan “hiburan” diri. Beberapa rekan-rekan saya bahkan menjadikan memancing sebagai bentuk rehat dari kepenatan rutinitas, bahkan hobi.

Sebagai hobi yang bersahaja dan mudah diakses, memancing menjadi jendela ke dunia yang jauh dari hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari. Melalui joran yang dipegang erat dan harapan yang tinggi, setiap pemancing membawa pulang lebih dari sekadar ikan tangkapan. Mereka membawa pulang ketenangan, kegembiraan, dan kenangan indah yang akan terus bersinar seperti kilau matahari di permukaan air.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Ketika Tidur Menjadi Investasi

Berita Sesudah

Puisi-puisi Rola Novita Sari dan Ulasannya oleh Dara Layl

Berita Terkait

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu hari, dalam sebuah percakapan santai, saya tiba-tiba terpikir...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah/Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand) Dalam beberapa minggu terakhir, saya berkunjung ke beberapa nagari untuk...

Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kecamatan Gunuang Omeh, khususnya Nagari Talang Anau bukan tempat...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Jika Renyah dapat dianalogikan, ia bukan ruang yang hadir dengan suara lantang atau pernyataan yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir tahun 2025 kita lewati dengan langkah yang lebih pelan. Bencana yang terjadi di...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saat istirahat siang, saya sering lengah dengan waktu. Bukan karena terburu-buru seperti di pagi...

Berita Sesudah
Puisi-puisi Rola Novita Sari  dan Ulasannya oleh Dara Layl

Puisi-puisi Rola Novita Sari dan Ulasannya oleh Dara Layl

Discussion about this post

POPULER

  • Wali Kota Padang Fadly Amran berbuka puasa bersama, petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas PUPR, dan Petugas Lembaga Pengelola Sampah (LPS) se-Kota Padang, di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Selasa (10/3/2026).(Foto:Ist)

    Wali Kota Padang Bakal Menggelar Lomba Kebersihan Tingkat RT se Kota Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nama Nagari di Sumatera Barat: Dari Sejarah menjadi Sistem Pertahanan Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kementerian Kebudayaan Alokasikan Rp 2 Miliar Untuk Kegiatan Non Fisik Museum Adityawarman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aspirasi Warga Bayang Berbuah Listrik Gratis, 67 Rumah Teraliri BPBL

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan antara Imbuhan me-kan dan me-i

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Resmikan Kegiatan Bina Widya XXIX dan Retret Hidup Berkesadaran (RHB) 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026