Selasa, 06/10/26 | 14:03 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI

Jalan Lurus Pengusaha dan Politisi H. Moh. Saleh Asnawi

Rabu, 18/5/22 | 13:15 WIB
Biografi Moh. Saleh Asnawi
Buku Biografi Moh. Saleh Asnawi Jalan Lurus

Jalan Lurus Moh. Saleh Asnawi

Judul                     : Pengusaha dan Politisi Jalan Lurus

Penulis                  : Uten Sutendy

Penerbit                : Media Komunikasi, Tangerang Selatan

BACAJUGA

Membaca Novel Siti Nurbaya dalam Pandangan Sejarah

Membaca Novel Siti Nurbaya dalam Pandangan Sejarah

Minggu, 04/10/26 | 22:27 WIB
Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Dunia Online dan Kosakata Baru

Minggu, 04/10/26 | 22:11 WIB

Tahun Terbit          : April 2021

Hal                        : iv + 188 halaman

ISBN                      : 9789791660440

 

Pada halaman awal biografi H. Moh. Saleh Asnawi, pengusaha yang juga dikenal sebagai politisi ini menyampaikan beberapa kalimat yang sepertinya menjadi premis dalam skenario hidupnya. Kutipan itu berbunyi “tiap rezeki yang kita peroleh dari usaha mengandung dimensi sosial. Karena itu, apa yang kita peroleh sebagian harus kita kembalikan kepada masyarakat agar menjadi doa bagi kemajuan dan perkembangan usaha.”

Apa yang disampaikan oleh H. Moh. Saleh Asnawi tersebut jika dilihat dalam kerangka yang lebih luas akan menjawab pertanyaan banyak orang apa motif pengusaha sukses asal Tanggamus, Lampung tersebut terjun ke dunia politik. Politik bagi H. Moh. Saleh Asnawi salah satunya adalah wadah untuk mengembalikan apa yang sudah diperolehnya sebagai pengusaha.

Dengan dasar hal tersebut, H. Moh. Saleh Asnawi mampu menjadikan politik sebagai jalan lurus yang selama ini dianggap oleh banyak orang sebagai ranah yang kotor karena politik cendrung dianggap sebagai tempat perebutan kekuasaan dan uang. Bagi H. Moh. Saleh Asnawi, politik bukan tempat mencari “hidup”, tapi politik baginya tempat berbagi untuk kepentingan masyarakat.

Jalan lurus yang menjadi judul buku ini bagi H. Moh. Saleh Asnawi memiliki makna yang mendalam yang menjadi pegangan hidupnya. Jalan lurus artinya segala sesuatu itu akan berhasil kalau kita tulus, berada di jalan yang lurus artinya tidak berusaha mengelabui ataupun berbuat jahat pada orang lain.

Buku dengan 23 bagian ini sebenarnya menceritakan jalan hidup H. Moh. Saleh Asnawi yang lahir dari rahim petani, kemudian perjuangannya menuntut ilmu, menjadi aktivis pergerakan, belajar menjadi pengusaha hingga menjadi pengusaha sukses, kemudian memilih jalan politik sebagai lahan pengabdiannya, dan tak lupa juga bagaimana ia menjadi kepala keluarga bagi istri dan anak-anaknya.

Kisah sukses H. Moh. Saleh Asnawi ini patut dibaca oleh siapa saja yang sedang mencari motivasi dalam hidup untuk sukses. Setidaknya anak petani dari Lampung Selatan ini sudah membuktikan bahwa kesuksesan bukan hanya milik segelintir orang yang orang tuanya kaya, akan tetapi kesuksesan adalah milik orang-orang yang mau berusaha.

Moh. Saleh Asnawi pada dasarnya adalah salah satu prototipe pengusaha sukses yang merintis usaha dari bawah. Ia memulai usaha sejak kuliah, jika teman-temannya sibuk kuliah ia tidak hanya sibuk menuntut ilmu akan tetapi juga memanfaatkan masa mudanya untuk memulai usaha. Saat kuliah itu ia tidak segan untuk menjadi sales di sebuah perusahaan asuransi. Kini sebagai pengusaha ia sudah mengembangkan bisnisnya pada berbagai sektor seperti; properti, agrobisnis, pembangunan pasar, hingga pengembangan objek wisata.

Sebagai politisi H. Moh. Saleh Asnawi pernah menjadi Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan dan pernah menjadi Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan. Dunia politik tidak mengubah H. Moh. Saleh Asnawi sebagai seorang yang lurus. Sebagai politisi ia tetap mencerminkan diri sebagai politisi yang perlu ditauladani. Ia adalah sosok politisi yang penuh dengan kejujuran, low profile, gaya bahasa ringan dan lugas yang mudah dipahami.

Terakhir sebelum menutup tulisan ini, perlu digaris bawahi bahwa di mata banyak politisi di Tangerang Selatan, H. Moh. Saleh Asnawi adalah orang tua yang sangat bijak dalam bertindak. Pengalaman hidup beliau dapat menjadi pelajaran hidup bagi generasi muda (pengusaha muda ataupun politisi muda). Anak-anak muda bisa belajar soal ketekunan, kerja keras dan sikap merakyat dari H. Moh. Saleh Asnawi. Ia adalah teladan untuk menempuh jalan lurus baik di dunia usaha maupun dalam jalan politik. (*)

 

 

Tags: BiografiBuku Jalan LurusMoh. Saleh Asnawi
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Stereotip Aneh yang Tidak Seharusnya “Diwajarkan”

Berita Sesudah

Ilmu Koncek versus Ilmu Planning

Berita Terkait

Membaca Novel Siti Nurbaya dalam Pandangan Sejarah

Membaca Novel Siti Nurbaya dalam Pandangan Sejarah

Minggu, 04/10/26 | 22:27 WIB

Oleh: Irfan Pandesta Putra, S.Hum (Sejarawan & Alumni S1 Ilmu Sejarah FIB Universitas Andalas)   Novel Siti Nurbaya: Kasih Tak...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Dunia Online dan Kosakata Baru

Minggu, 04/10/26 | 22:11 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Manajer Akademik dan Dosen Linguistik FIB UNAND) Kehadiran ojek online merupakan sebuah fase baru...

Representasi Perempuan dalam Film “Agensi Rumah Tangga”: Kajian Feminisme Hélène Cixous

Representasi Perempuan dalam Film “Agensi Rumah Tangga”: Kajian Feminisme Hélène Cixous

Minggu, 04/10/26 | 12:42 WIB

Oleh: Tri Sutrisman (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Apa yang terjadi ketika perempuan kehilangan pekerjaan, tetapi tetap...

Rocky di Ketinggian 30.000 Kaki

Rocky di Ketinggian 30.000 Kaki

Minggu, 04/10/26 | 12:23 WIB

Oleh: Alfitri (Departemen Sosiologi FISIP Universitas Andalas)   Kendati sempat delay sekitar 45 menit dari jadwal take off 16:25, akhirnya...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kisah buku-buku itu rupanya terus berjalan. Dahulu, saya yang...

Peluang Bisnis Fashion Halal bagi Anak Muda dalam Ekonomi Islam

Peluang Bisnis Fashion Halal bagi Anak Muda dalam Ekonomi Islam

Minggu, 27/9/26 | 11:52 WIB

Oleh: Kanaya Putri Sifa (Mahasiswa MKWK Bahasa Indonesia dan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Andalas)   Perkembangan dunia fashion saat...

Berita Sesudah
Ilmu Koncek versus Ilmu Planning

Ilmu Koncek versus Ilmu Planning

Discussion about this post

POPULER

  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Lepas Atlet Kota Padang Ikuti Porprov Sumbar  ke-XVI Tahun 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026