Sabtu, 24/10/26 | 13:13 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Rumah Singgah Sahabat Donizar, Menjaga Harapan Warga Perantauan di Padang

Sabtu, 24/10/26 | 12:04 WIB

Padang, Scientia — Bagi warga yang datang ke Kota Padang untuk berobat, mengikuti seleksi TNI-Polri, melanjutkan pendidikan, atau bertanding olahraga, persoalan tidak selalu selesai setelah tiba di ibu kota Sumatera Barat itu. Ketika urusan berlangsung berhari-hari, mereka harus memikirkan tempat menginap, biaya makan, dan ongkos transportasi di tengah keterbatasan keuangan.

Bagi keluarga pasien, misalnya, pengeluaran tidak hanya tersedot untuk kebutuhan pengobatan. Mereka juga harus memiliki tenaga dan biaya untuk mendampingi orang tercinta selama menjalani perawatan. Sementara bagi peserta seleksi dan atlet dari daerah, biaya akomodasi bisa menjadi beban tambahan sebelum perjuangan mereka benar-benar dimulai.

Persoalan itulah yang coba dijawab Rumah Singgah Sahabat Donizar, sebuah rumah persinggahan yang dirintis anggota DPRD Sumatera Barat dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Donizar, sejak 2018.

Rumah singgah yang ditujukan bagi warga Pasaman dan Pasaman Barat tersebut menyediakan tempat beristirahat sementara bagi masyarakat yang membutuhkan selama berada di Padang. Penghuninya dapat memanfaatkan kamar tidur, memasak, dan memenuhi kebutuhan dasar tanpa harus sepenuhnya bergantung pada penginapan berbayar.

BACAJUGA

Tiga Hari Pencarian, Balita yang Hilang di Padang Pariaman Ditemukan Meninggal

Tiga Hari Pencarian, Balita yang Hilang di Padang Pariaman Ditemukan Meninggal

Sabtu, 24/10/26 | 12:39 WIB
Road Show ke Fakultas, Ketum DPP ILUNI UNP Ajak Alumni Berjejaring dan Saling Dukung Sesama Alumni

Road Show ke Fakultas, Ketum DPP ILUNI UNP Ajak Alumni Berjejaring dan Saling Dukung Sesama Alumni

Sabtu, 24/10/26 | 08:02 WIB

Bagi warga dengan anggaran terbatas, fasilitas semacam ini bukan sekadar tempat untuk melepas lelah. Rumah singgah dapat membantu menekan pengeluaran agar kebutuhan utama, seperti pengobatan, pendidikan, dan persiapan mengikuti seleksi, tetap menjadi prioritas.

Berawal dari Kesulitan Warga

Donizar mengatakan, gagasan mendirikan rumah singgah muncul setelah melihat kesulitan masyarakat dari daerah yang tidak memiliki kerabat atau tempat menginap ketika datang ke Padang. Persoalan tersebut terutama dirasakan warga dengan kemampuan ekonomi terbatas.

Saat berbincang dengan awak media, Donizar menyebut rumah singgah itu telah mencatat lebih dari 3.000 kunjungan hingga 2023. Angka tersebut merupakan jumlah kunjungan yang disampaikannya, bukan jumlah individu berbeda yang telah memanfaatkan fasilitas tersebut.

“Paling sekitar 3.000 kunjungan. Dari yang sekadar istirahat, ganti pakaian sampai mereka yang butuh menginap, kita layani di rumah ini,” kata Donizar.

Pada awal pendiriannya, rumah singgah banyak dimanfaatkan warga Pasaman dan Pasaman Barat  pemegang Kartu Sahabat Donizar. Seiring waktu, pelayanan diperluas dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan nilai kemanusiaan.

Warga yang datang untuk berobat, mendampingi anggota keluarga yang sakit, mengurus pendaftaran perguruan tinggi, hingga mengikuti seleksi penerimaan anggota TNI dan Polri dapat memanfaatkan rumah tersebut.

Bagi keluarga pasien, keberadaan tempat menginap sementara memungkinkan mereka beristirahat tanpa harus terus memikirkan biaya kamar hotel atau penginapan. Mereka juga dapat menyiapkan makanan sendiri sebelum kembali mendampingi anggota keluarga yang menjalani perawatan.

Enam Kamar untuk Berbagai Kebutuhan

Pengurus Rumah Singgah Sahabat Donizar, Robbi, mengatakan fasilitas tersebut memiliki enam kamar tidur, ruang tamu, dan ruang terbuka untuk pertemuan. Tersedia pula kamar mandi, sajadah, peralatan memasak, serta perlengkapan makan dan minum.

Kebutuhan dapur juga menjadi bagian dari fasilitas rumah singgah. Beras, telur, kopi, teh, dan gula tersedia untuk membantu penghuni memenuhi kebutuhan sehari-hari. Akses internet atau Wi-Fi turut disediakan.

Fasilitas itu memungkinkan warga menyiapkan makanan secara mandiri dan mengurangi pengeluaran selama berada jauh dari kampung halaman. Bagi mereka yang harus tinggal beberapa hari, penghematan biaya makan dan penginapan dapat memberikan ruang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan lain.

Namun, rumah singgah tersebut tidak hanya dimanfaatkan oleh warga yang berurusan dengan layanan kesehatan.

Pada Juni 2026, rombongan Perguruan Silat Benteng Murni dari Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, memanfaatkan fasilitas itu ketika mengikuti kejuaraan pencak silat di Gelanggang Olahraga Universitas Negeri Padang (UNP).

Bagi rombongan atlet dari daerah, kebutuhan akomodasi merupakan salah satu komponen biaya yang harus diperhitungkan sebelum bertanding. Dengan adanya tempat menginap, pengeluaran rombongan dapat ditekan sehingga peserta memiliki kesempatan lebih besar untuk berkonsentrasi menghadapi pertandingan.

Perwakilan rombongan menyampaikan apresiasi atas fasilitas yang mereka peroleh.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Donizar yang telah menyediakan rumah singgah sehingga kami bisa lebih fokus mengikuti pertandingan,” ujar perwakilan rombongan.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan akan tempat singgah tidak hanya berkaitan dengan kondisi darurat. Warga yang datang untuk pendidikan, mengikuti seleksi, maupun membawa nama daerah dalam kompetisi olahraga juga membutuhkan dukungan akomodasi yang terjangkau.

Akses Kemanusiaan Melampaui Pilihan Politik

Persoalan rumah singgah bagi warga Pasaman dan Pasaman Barat di Padang sempat menjadi perhatian publik pada Januari 2026, setelah muncul pemberitaan mengenai penghuni rumah singgah di Jalan Haji Abdullah Ahmad, Kecamatan Padang Timur, yang diusir dari tempat tersebut.

Peristiwa itu sempat dikaitkan dengan Rumah Singgah Sahabat Donizar. Namun, Donizar menegaskan bahwa rumah singgah di lokasi tersebut bukan miliknya dan tidak memiliki hubungan dengan rumah singgah yang dikelolanya.

Ia juga menjelaskan bahwa ketentuan pemanfaatan rumah singgah yang semula diprioritaskan bagi pemegang Kartu Sahabat Donizar telah berkembang seiring kebutuhan masyarakat.

“Tidak mungkin orang sakit kami suruh pergi atau tidak kami izinkan menginap hanya karena tidak punya kartu atau tidak memilih saya saat pileg,” ujar Donizar.

Pernyataan tersebut menegaskan prinsip bahwa pertolongan kemanusiaan semestinya tidak bergantung pada pilihan politik seseorang. Warga yang membutuhkan tempat beristirahat ketika mendampingi pasien, misalnya, menghadapi persoalan yang harus ditangani tanpa terlebih dahulu mempertimbangkan afiliasi politiknya.

Meski demikian, keberadaan rumah singgah yang dikelola secara sosial belum menghilangkan kebutuhan masyarakat terhadap tempat tinggal sementara yang aman, layak, dan terjangkau di kota tujuan.

Keluarga pasien tetap membutuhkan dukungan ketika pengobatan berlangsung lama. Begitu pula warga dari daerah yang harus datang ke Padang untuk memperoleh layanan pendidikan, kesehatan, atau mengikuti berbagai seleksi.

Dalam konteks itu, rumah singgah menjadi salah satu bentuk dukungan sosial untuk membantu masyarakat melewati masa sulit selama berada jauh dari rumah.

Tempat Beristirahat Sebelum Kembali Berjuang

Sejak dirintis pada 2018, Rumah Singgah Sahabat Donizar telah dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan masyarakat. Mulai dari sekadar beristirahat dan berganti pakaian hingga menginap selama menyelesaikan urusan di Padang.

Donizar berharap rumah tersebut dapat terus menjadi tempat bernaung sementara bagi warga yang membutuhkan.

“Kami ingin rumah ini menjadi tempat bernaung sementara bagi saudara-saudara kita dari berbagai daerah. Bukan hanya sekadar tempat tidur, tapi juga tempat berbagi semangat dan harapan,” kata Donizar.

Nilai sebuah rumah singgah tidak hanya ditentukan oleh jumlah kamar atau kelengkapan fasilitasnya. Lebih dari itu, keberadaannya memberi kesempatan kepada warga untuk menghemat biaya, memulihkan tenaga, dan melanjutkan urusan yang membawa mereka meninggalkan kampung halaman.

Bagi keluarga pasien, tempat beristirahat dapat membantu menjaga tenaga selama mendampingi orang tercinta. Bagi peserta seleksi, rumah singgah memberi ruang untuk mempersiapkan diri. Sementara bagi atlet, fasilitas itu membantu mereka memusatkan perhatian pada pertandingan.

Mereka datang dengan tujuan berbeda, tetapi menghadapi kebutuhan yang sama: tempat untuk berhenti sejenak sebelum kembali melangkah.

Di tengah mahalnya kebutuhan hidup di kota, rumah singgah menjadi pengingat bahwa dukungan kepada masyarakat tidak selalu harus hadir dalam bentuk bantuan besar. Terkadang, menyediakan tempat untuk tidur, memasak, dan memulihkan tenaga sudah menjadi pertolongan berarti bagi mereka yang sedang berjuang jauh dari kampung halaman.(*)

Tags: DonizarPKBRumah singga donizar
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Road Show ke Fakultas, Ketum DPP ILUNI UNP Ajak Alumni Berjejaring dan Saling Dukung Sesama Alumni

Berita Sesudah

Tiga Hari Pencarian, Balita yang Hilang di Padang Pariaman Ditemukan Meninggal

Berita Terkait

Tiga Hari Pencarian, Balita yang Hilang di Padang Pariaman Ditemukan Meninggal

Tiga Hari Pencarian, Balita yang Hilang di Padang Pariaman Ditemukan Meninggal

Sabtu, 24/10/26 | 12:39 WIB

Padang Pariaman, Scientia — Pencarian selama tiga hari terhadap Muhammad Helmi, balita berusia sekitar dua tahun yang dilaporkan hilang di...

Road Show ke Fakultas, Ketum DPP ILUNI UNP Ajak Alumni Berjejaring dan Saling Dukung Sesama Alumni

Road Show ke Fakultas, Ketum DPP ILUNI UNP Ajak Alumni Berjejaring dan Saling Dukung Sesama Alumni

Sabtu, 24/10/26 | 08:02 WIB

PADANG, Scientia.id - Ketua Umum DPP Iluni UNP, Drs. Nadirman, MM, didampingi Ketua Panpel Temu Akbar Alumni IKIP Padang/UNP Lintas...

Jelang Kongres XX IPPNU, Ketum PP IPPNU Sumbar Tri Ramadhani Siap Maju Caketum PP

Jelang Kongres XX IPPNU, Ketum PP IPPNU Sumbar Tri Ramadhani Siap Maju Caketum PP

Jumat, 23/10/26 | 17:15 WIB

Padang, Scientia.id — Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PW IPPNU) Sumatera Barat, Tri Ramadhani, menyatakan kesiapannya untuk...

Pemko Padang Apresiasi Kontribusi Alumni IKIP Padang/UNP

Pemko Padang Apresiasi Kontribusi Alumni IKIP Padang/UNP

Jumat, 23/10/26 | 08:40 WIB

PADANG, Scientia.id – Pemerintah Kota Padang mengapresiasi kontribusi alumni IKIP Padang/Universitas Negeri Padang (UNP) terhadap perkembangan kota, terutama di bidang...

Diduga Timbun dan Jual Kembali Solar Subsidi, Dua Pria di Sijunjung Diamankan Polisi

Diduga Timbun dan Jual Kembali Solar Subsidi, Dua Pria di Sijunjung Diamankan Polisi

Jumat, 23/10/26 | 05:41 WIB

SIJUNJUNG, Scientia.id — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sijunjung mengungkap dua kasus dugaan penyalahgunaan pengangkutan dan niaga bahan bakar minyak (BBM)...

Hari Santri Nasional, PKB Sumbar Bagikan Masker

Hari Santri Nasional, PKB Sumbar Bagikan Masker

Kamis, 22/10/26 | 20:49 WIB

Padang, Scientia – DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumatera Barat membagikan masker kepada masyarakat di Kota Padang dalam momentum Hari...

Berita Sesudah
Tiga Hari Pencarian, Balita yang Hilang di Padang Pariaman Ditemukan Meninggal

Tiga Hari Pencarian, Balita yang Hilang di Padang Pariaman Ditemukan Meninggal

POPULER

  • Pemko Padang Apresiasi Kontribusi Alumni IKIP Padang/UNP

    Pemko Padang Apresiasi Kontribusi Alumni IKIP Padang/UNP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa 5.000 Hektare Tanah Ulayat di Dharmasraya Digugat, Penggugat Tuntut Ganti Rugi Rp1,3 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perluasan Area Perkebunan, Kabupaten Solok Siap jadi Lumbung Kopi dan Kakao Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sidak Bupati Dharmasraya, Lahan dan Hutan Terbakar Sudah Ditanami Sawit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Timbun dan Jual Kembali Solar Subsidi, Dua Pria di Sijunjung Diamankan Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbaiki Akses Warga, Pemkab Dharmasraya Ganti Lantai Dua Jembatan Bailey dengan Baja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hari Santri Nasional, PKB Sumbar Bagikan Masker

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026