Selasa, 20/10/26 | 19:44 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Perundungan di Rungkut, Nihayatul Wafiroh Pertanyakan Penanaman Nilai-nilai Adab Sejak Dini

Selasa, 20/10/26 | 18:34 WIB

Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa, Nihayatul Wafiroh [foto:ist]
Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa, Nihayatul Wafiroh [foto:ist]
Jakarta, Scientia – Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa, Nihayatul Wafiroh atau akrab disapa Ninik menyampaikan keprihatinan mendalam atas meninggalnya anak di bawah umur yang berkebutuhan khusus atas insiden dugaan perundungan di Rungkut, Surabaya. Katanya, anak berkebutuhan khusus semestinya mendapat perlindungan, perhatian, dan pemerimaan dari lingkungan sekitar.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa dianggap sebagai kenakalan semata. Karena kerjadian tersebut berkaitan dengan pendidikan karakter yang diterimanya serta pengawasan terhadap pengaplikasiannya.

“Saya sangat prihatin dan berduka atas peristiwa ini. Tidak seharusnya ada anak yang kehilangan nyawa dalam situasi yang diduga berkaitan dengan perundungan. Apalagi, anak berkebutuhan khusus membutuhkan perhatian, perlindungan, dan penerimaan dari lingkungan sekitarnya,” ujar Ninik di Jakarta, Senin (19/10).

Menurut Ninik, dugaan keterlibatan anak-anak berusia di bawah 12 tahun harus menjadi bahan evaluasi bersama terkait pola pengasuhan, pendidikan karakter, pengawasan, dan lingkungan sosial tempat anak tumbuh. Ia menilai, tragedi tersebut menjadi alarm serius soal penanaman nilai-nilai adab sejak dini.

BACAJUGA

Evaluasi Kinerja Perumda Tirta Solok Nan Indah, Bupati Solok Bidik 30.000 Pelanggan

Evaluasi Kinerja Perumda Tirta Solok Nan Indah, Bupati Solok Bidik 30.000 Pelanggan

Senin, 19/10/26 | 21:10 WIB
Atasi Dampak Kabut Asap Karhutla, Bupati Solok Bagikan Masker dan Vitamin

Atasi Dampak Kabut Asap Karhutla, Bupati Solok Bagikan Masker dan Vitamin

Senin, 19/10/26 | 17:10 WIB

“Ketika anak-anak seusia itu diduga terlibat dalam tindakan yang berakibat sangat serius, kita harus bertanya, di mana peran orang tua, bagaimana pengawasan di sekolah, dan nilai-nilai apa yang mereka pelajari dari lingkungan sehari-hari? Ini bukan untuk saling menyalahkan, melainkan agar kita berani melakukan evaluasi bersama,” tegasnya.

Ninik mendesak aparat penegak hukum mengusut peristiwa tersebut secara menyeluruh, objektif, dan transparan, sekaligus memastikan hak-hak korban dan keluarganya terpenuhi. Pendampingan psikologis dan sosial juga perlu diberikan, dengan tetap mengedepankan prinsip perlindungan anak dalam penanganan pihak-pihak yang masih berusia sangat muda.

Ia menegaskan, pendidikan adab tidak boleh berhenti pada pelajaran formal di sekolah. Anak perlu diajarkan menghormati orang lain, menjaga ucapan dan tindakan, memahami batasan dalam bercanda, serta tidak menjadikan perbedaan fisik, kemampuan, maupun kondisi seseorang sebagai bahan ejekan.

“Jangan sampai anak pintar secara akademik, tetapi tidak memiliki empati dan rasa hormat kepada sesama. Anak harus diajarkan bahwa mengejek, merendahkan, mengucilkan, apalagi menyakiti orang lain bukanlah sesuatu yang bisa dianggap biasa,” kata Ninik.

Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter melalui keteladanan, komunikasi terbuka, dan pengawasan pergaulan anak. Sementara itu, sekolah harus menjadi ruang yang aman dan inklusif serta menindaklanjuti setiap indikasi perundungan secara serius, bukan menganggapnya sebagai candaan biasa.

Ninik juga menyoroti pentingnya penguatan Sekolah Luar Biasa (SLB), baik dari sisi kualitas dan ketersediaan tenaga pendidik maupun pengembangan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan anak. Menurutnya, penguatan SLB harus menjadi bagian dari upaya negara memastikan setiap anak memperoleh pendidikan yang layak, aman, dan bermartabat.

Selain itu, tenaga pendidik di SLB perlu mendapatkan dukungan melalui peningkatan kompetensi, pelatihan berkelanjutan, serta penguatan kemampuan dalam mendampingi anak dengan beragam kebutuhan. Di sisi lain, kurikulum harus dirancang secara adaptif, memperhatikan karakteristik dan potensi masing-masing anak, serta tidak hanya berorientasi pada capaian akademik saja, tetapi juga pengembangan kemandirian, keterampilan sosial, komunikasi, dan perlindungan diri.

“Penguatan SLB tidak boleh hanya berbicara soal gedung dan fasilitas. Kita juga harus memastikan ketersediaan guru yang kompeten, pendamping yang memadai, serta kurikulum yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan anak,” kata Ninik.

Lebih lanjut, ia mendorong penguatan kolaborasi antara SLB, sekolah reguler, orang tua, dan masyarakat untuk membangun lingkungan yang semakin inklusif. Pendidikan tentang disabilitas dan keberagaman perlu diperkenalkan kepada anak sejak dini agar mereka memahami bahwa setiap orang memiliki kondisi, kemampuan, dan kebutuhan yang berbeda, tetapi tetap memiliki hak yang sama untuk dihormati dan dilindungi.

Ninik juga mengajak masyarakat membiasakan anak menghargai perbedaan dan mengembangkan empati, termasuk terhadap anak berkebutuhan khusus. Anak perlu diperkenalkan sejak dini pada keberagaman kondisi manusia agar tumbuh dengan sikap saling menghormati, bukan merendahkan atau mengucilkan mereka yang berbeda.

“Melindungi anak bukan hanya tugas orang tua atau sekolah, melainkan tanggung jawab kita bersama. Jangan menunggu ada korban berikutnya untuk bergerak. Kita harus memastikan setiap anak merasa aman, diterima, dan dihargai. Mengajarkan adab, memperkuat pendidikan khusus, serta membangun lingkungan yang inklusif adalah bagian penting dari upaya menyelamatkan masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.(*)

Tags: DPP Perempuan BangsaHihayatul WafirohPerundungan
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Evaluasi Kinerja Perumda Tirta Solok Nan Indah, Bupati Solok Bidik 30.000 Pelanggan

Berita Terkait

Evaluasi Kinerja Perumda Tirta Solok Nan Indah, Bupati Solok Bidik 30.000 Pelanggan

Evaluasi Kinerja Perumda Tirta Solok Nan Indah, Bupati Solok Bidik 30.000 Pelanggan

Senin, 19/10/26 | 21:10 WIB

Arosuka, Scientia.id - Menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkait pelayanan air bersih yang kerap mengalami kemacetan, Bupati Solok, Dr. (HC) Jon Firman...

Atasi Dampak Kabut Asap Karhutla, Bupati Solok Bagikan Masker dan Vitamin

Atasi Dampak Kabut Asap Karhutla, Bupati Solok Bagikan Masker dan Vitamin

Senin, 19/10/26 | 17:10 WIB

Arosuka, Scientia.id - Mengantisipasi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai mempengaruhi kualitas udara di sejumlah...

Penabuhan gendang sebagai pertanda dimulainya Soundbar Fest II.[foto:sci/yrp]

Bupati Padang Pariaman Buka Soundbar Fest II

Senin, 19/10/26 | 02:18 WIB

Penabuhan gendang sebagai pertanda dimulainya Soundbar Fest II.Padang Pariaman, Scientia — Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Aziz, secara resmi membuka...

Meski Diguyur Hujan, Soundbar Fest II di Balah Hilia Tetap Meriah

Meski Diguyur Hujan, Soundbar Fest II di Balah Hilia Tetap Meriah

Minggu, 18/10/26 | 22:02 WIB

Padang Pariaman, Scientia — Hujan yang mengguyur kawasan Korong Kabun Baru, Nagari Balah Hilia, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman,...

Wabup Candra Ajak BKMT Perkuat Syiar Islam dan Kepedulian terhadap Penyakit Masyarakat

Wabup Candra Ajak BKMT Perkuat Syiar Islam dan Kepedulian terhadap Penyakit Masyarakat

Minggu, 18/10/26 | 19:54 WIB

Sumani, Scientia.id — Wakil Bupati Solok, Candra, mengajak seluruh pengurus dan anggota Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Solok untuk...

PKB Salurkan 132 Ribu Liter Air Bersih di Sumsel, Warga: Terima Kasih Gus Muhaimin

PKB Salurkan 132 Ribu Liter Air Bersih di Sumsel, Warga: Terima Kasih Gus Muhaimin

Sabtu, 17/10/26 | 22:07 WIB

Sumsel, Scientia - DPP Partai Keangkitan Bangsa (PKB) menyalurkan 132.000 liter air bersih dan 3000 masker kepada warga di Sumatera...

POPULER

  • Membedah Luka Anak Rantau dalam Lagu “Sesi Potret”

    Membedah Luka Anak Rantau dalam Lagu “Sesi Potret”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Cuaca Berubah, Hama Ikut Berubah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Padang Pariaman Buka Soundbar Fest II

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Firdaus Sosialisasikan Perda Koperasi dan Usaha Kecil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meski Diguyur Hujan, Soundbar Fest II di Balah Hilia Tetap Meriah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKB Salurkan 132 Ribu Liter Air Bersih di Sumsel, Warga: Terima Kasih Gus Muhaimin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bias Pengetahuan Bahasa AI tentang Perempuan dan Krisis Iklim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026