
Padang, Scientia—- Tepat di Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir membesuk warganya yang sedang terbaring sakit. Wanita sebatang kara, Djamai Ani (81 tahun), tinggal di rumah berdinding dan beratap seng dan mengalami sakit sejak lama.
Djamai Ani yang ditinggal mati suami, menderita sakit hipertensi dan pengeroposan tulang pada kaki.
Sejak beberapa tahun belakangan, Djamai hanya tidur berbaring di kasur. Beruntung tetangga sebelah rumah bermurah hati membantu mengurus Djamai selama ini.
Kedatangan Wawako membuat Djamai Ani terobat hatinya. Baru kali ini dikunjungi orang nomor dua di Kota Padang. Sebaliknya, Wawako Maigus Nasir merasa sedih melihat kondisi Djamai Ani.
Sambil meneteskan air mata, Maigus Nasir membujuk Djamai Ani untuk pindah dari rumahnya.
Wawako Maigus Nasir mengaku, pihaknya akan mencarikan tempat yang layak bagi Djamai Ani.
Direncanakan, Djamai Ani dibawa ke panti. Atau merenovasi rumahnya agar lebih layak ditempati.
Namun karena Djamai Ani sudah berusia 80 tahun lebih, tentunya sudah menjadi karakter orangtua yang merasa berat untuk meninggalkan rumah.
Maigus Nasir akhirnya memberikan solusi, rumah Djamai Ani akan dibedah oleh Baznas Kota Padang.
Tidak itu saja. Djamai Ani nantinya akan mendapat perawatan intensif dari Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Padang Pasir.
Program Dokter Warga yang selama ini berjalan di Kota Padang, akan singgah ke rumah Djamai Ani.
Wanita tua itu akan dikunjungi dokter setiap hari untuk memeriksa kesehatannya secara intensif.
Maigus Nasir mengakui, kedatangannya ke rumah warga yang sedang sakit merupakan bentuk kepedulian Pemko Padang terhadap warganya. Apalagi bertepatan dengan HJK Padang ke-357.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Srikurnia Yati mengungkapkan, Djamai Ani sudah tiga kali dikunjungi oleh tenaga kesehatan.
Namun, wanita tua berkacamata tebal itu sulit untuk dibujuk dibawa ke rumah sakit agar mendapat perawatan intensif. Djamai Ani enggan untuk meninggalkan rumah barang sebentar.
Diakui Kadiskes, rumah yang ditempati Djamai Ani sudah tidak layak. Atap dan dinding bocor.
Banyak tumpukan barang dan rumah tidak dibersihkan. Dari segi kesehatan tidak sesuai standar kesehatan.
“Karena sudah dianggap orangtua, kami juga menawarkan untuk tinggal di rumah dinas,” kata Wawako.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Baznas yang membedah rumah agar layak ditempati, Baznas juga menyiapkan kursi roda selama rumah di perbaiki,” ujar Maigus.
“Dinas Sosial juga akan membantu mencukupi kebutuhan sehari-hari,” tambahnya.
“Kami ingin setiap orang tua hidup nyaman dan layak,” katanya.
“Ini sudah ketiga kalinya kita bujuk (dibawa ke rumah sakit), tetapi tetap tidak berhasil,” kata Srikurnia Yati
“Sanitasi pada rumah juga tidak layak, beruntung Baznas memberi bantuan untuk bedah rumah sekaligus membangun MCK yang layak di rumah ini,” tambahnya.(Ade)








