Padang, Scientia – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan sekolah harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun pengaruh negatif. Penegasan itu disampaikan saat memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Sabtu (2/5).
Dalam amanatnya, Mahyeldi mengatakan peringatan Hardiknas tidak boleh dimaknai sebatas seremoni tahunan. Menurut dia, momentum tersebut harus menjadi ajang refleksi untuk memperkuat kualitas pendidikan sekaligus membangun karakter generasi muda.
“Pendidikan adalah proses menemukan dan menumbuhkembangkan potensi terbaik manusia sebagai makhluk Tuhan yang mulia. Inti dari pendidikan adalah memuliakan,” kata Mahyeldi.
Ia mengingatkan amanat UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, mandiri, dan bertanggung jawab.
Menurut Mahyeldi, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi syarat utama mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Untuk mendukung tujuan tersebut, pemerintah mendorong penerapan pendekatan Deep Learning agar proses belajar mengajar berlangsung lebih berkualitas dan berpusat pada pengembangan potensi peserta didik.
Di sisi lain, Mahyeldi menaruh perhatian besar terhadap berbagai persoalan yang masih membayangi dunia pendidikan, terutama kasus kekerasan di lingkungan sekolah.
“Kita tidak ingin lagi mendengar adanya kekerasan di lingkungan sekolah, baik yang dilakukan siswa kepada guru maupun sebaliknya. Di Sumatera Barat, hal seperti itu tidak boleh terjadi,” ujarnya.
Ia juga meminta kepala sekolah membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat di sekitar sekolah. Menurutnya, dukungan lingkungan menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif.
Selain itu, Mahyeldi menginstruksikan Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar untuk memastikan seluruh SMA, SMK, dan SLB yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi berjalan optimal. Pengawasan juga diminta diperketat guna mencegah masuknya narkoba maupun berbagai pengaruh negatif ke lingkungan sekolah.
“Sekolah harus menjadi ruang yang steril dari perilaku menyimpang dan hal-hal yang dapat merusak generasi muda. Pengawasan harus diperketat, termasuk terhadap pihak-pihak yang masuk dan berkegiatan di lingkungan sekolah,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyerahkan penghargaan kepada sekolah dan madrasah peraih strata Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) Paripurna Tingkat Provinsi Sumbar Tahun 2026. Penghargaan diberikan kepada SMPN 1 Tilatang Kamang Kabupaten Agam, MAN Insan Cendekia Padang Pariaman, dan MIN 2 Dharmasraya.
Upacara Hardiknas 2026 dihadiri Wakil Gubernur Sumbar, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua TP PKK Sumbar, Ketua BKOW Sumbar, serta jajaran pemerintah daerah.
Menutup sambutannya, Mahyeldi mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi dalam memajukan pendidikan di Sumbar. Ia optimistis, dengan dukungan semua pihak, dunia pendidikan di Ranah Minang mampu mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.(yrp)









