
Jakarta, Scientia.id – Pemerintah Indonesia merespons serius peringatan perjalanan yang dikeluarkan Korea Selatan bagi warganya yang hendak berlibur ke Bali. Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, menyampaikan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan bersama Kementerian Luar Negeri guna menindaklanjuti hal tersebut.
Ia menjelaskan, langkah diplomatik juga tengah ditempuh untuk membangun komunikasi yang konstruktif dengan pemerintah Korea Selatan. Upaya ini diharapkan dapat menjaga hubungan baik sekaligus mengurangi kekhawatiran wisatawan.
Di sisi lain, data Kementerian Pariwisata menunjukkan bahwa minat wisatawan asal Korea Selatan terhadap Indonesia masih mengalami peningkatan. Negara tersebut bahkan tetap berada dalam jajaran sepuluh besar penyumbang wisatawan mancanegara. Pemerintah berharap tren positif ini tidak terganggu oleh adanya peringatan tersebut.
Sebelumnya, Kedutaan Besar Korea Selatan mengeluarkan imbauan resmi yang meminta warganya lebih waspada saat berada di Bali. Peringatan itu dipublikasikan awal April melalui laman resmi kedutaan.
Dalam keterangan tersebut, pihak Korea Selatan menyoroti sejumlah insiden kriminal yang terjadi di beberapa destinasi populer seperti Jimbaran, Seminyak, dan Canggu. Kasus yang disebutkan mencakup tindak kejahatan berat, termasuk kekerasan dan pelecehan.
Selain faktor keamanan, mereka juga menilai peningkatan jumlah wisatawan belum sepenuhnya diimbangi dengan kesiapan sistem pengamanan, khususnya dalam menghadapi potensi kejahatan lintas negara.
Menanggapi hal ini, Kepolisian Daerah Bali memastikan kondisi keamanan tetap terkendali. Kapolda Bali, Daniel Adityajaya, menegaskan bahwa aparat terus meningkatkan pengawasan dan pelayanan guna menjamin keselamatan para wisatawan.
Ia menambahkan bahwa Bali tetap menjadi destinasi yang aman dan layak dikunjungi, baik oleh wisatawan domestik maupun internasional.
Baca Juga: Stagnasi Pariwisata Padang Pariaman, Kepala Daerah Baru Diminta Kerja Lebih Keras
Pemerintah optimistis, melalui sinergi antarinstansi dan komunikasi diplomatik yang berkelanjutan, kepercayaan wisatawan asing dapat tetap terjaga serta sektor pariwisata nasional terus berkembang secara stabil. (*)









