Jumat, 17/4/26 | 00:55 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DESTINASI

Jejak Asteroid Purba di Dasar Laut Utara Akhirnya Terungkap

Kamis, 02/10/25 | 09:26 WIB

Jakarta, Scientia.id – Selama lebih dari 20 tahun, Kawah Silverpit di dasar Laut Utara menjadi perdebatan sengit para ilmuwan. Ada yang meyakini kawah berbentuk lingkaran hampir sempurna itu akibat tumbukan asteroid, sementara yang lain berpendapat terbentuk karena proses geologi lambat, seperti migrasi garam atau runtuhan gunung berapi.

Kini, misteri itu terpecahkan. Berkat pencitraan seismik 3D, analisis mikroskopis mineral, serta simulasi komputer canggih, para peneliti memastikan Silverpit terbentuk akibat hantaman asteroid dahsyat sekitar 43–46 juta tahun lalu.

Kawah tumbukan di Bumi sangat jarang ditemukan. Dari sekitar 200 kawah yang tercatat, hanya 33 yang berada di bawah laut. Silverpit menjadi salah satu yang unik, dengan diameter 3,2 km, terletak 700 meter di bawah dasar laut dan 128 km dari pantai Yorkshire. Kawah ini pertama kali ditemukan tahun 2002 lewat survei seismik perusahaan minyak, namun bukti dampak asteroid baru menguat dua dekade kemudian.

BACAJUGA

Pemerintah Perkuat Diplomasi Terkait Travel Warning Korea Selatan untuk Bali

Pemerintah Perkuat Diplomasi Terkait Travel Warning Korea Selatan untuk Bali

Sabtu, 11/4/26 | 14:16 WIB
UNAND, USU, dan UNSOED Perkuat Kerja Sama dalam Studi Bahasa, Sastra, Budaya Jepang

UNAND, USU, dan UNSOED Perkuat Kerja Sama dalam Studi Bahasa, Sastra, Budaya Jepang

Kamis, 23/10/25 | 20:08 WIB

Survei seismik 3D pada 2022 menampilkan gambaran lebih jelas: adanya pengangkatan pusat kawah, patahan konsentris hingga 18 km, serta kawah-kawah kecil di sekitarnya—ciri khas tumbukan asteroid. Fosil mikro dalam lapisan batuan mengungkap peristiwa ini terjadi di era Eosen. Simulasi komputer memperkirakan asteroid berdiameter 160 meter menghantam Bumi dengan kecepatan 15 km/detik, menciptakan kawah sedalam 1 km dalam hitungan detik, dan memicu tsunami raksasa setinggi 100 meter.

Analisis sesar menunjukkan asteroid datang dari barat-barat laut dengan sudut rendah, menghasilkan bentuk kawah asimetris. Fitur ini sekaligus membantah teori lain seperti migrasi garam atau aktivitas vulkanik.

Meski lebih kecil dibanding kawah Chicxulub di Meksiko yang memicu kepunahan dinosaurus, dampak Silverpit tetap mengerikan bagi makhluk hidup di sekitarnya. Penemuan ini menegaskan betapa rapuhnya catatan tumbukan Bumi, karena kebanyakan sudah terhapus erosi dan pergerakan lempeng tektonik.

Baca Juga: Pedang Diduga Milik Firaun Berusia 3.000 Tahun Ditemukan

Konfirmasi Silverpit sebagai kawah tumbukan tidak hanya menyelesaikan perdebatan ilmiah, tapi juga memberi pelajaran penting bagi pertahanan planet. Dari Silverpit, para ilmuwan bisa memperkirakan ancaman serupa di masa depan jika asteroid kembali menghantam lautan dangkal Bumi. (*)

Tags: AstreoidPendidikan
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Jalan Kaki Pagi, Rahasia Hidup Sehat dan Panjang Umur

Berita Sesudah

Gubernur Tekankan Sinergi Pangan Lokal untuk Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis di Sumbar

Berita Terkait

Pemerintah Perkuat Diplomasi Terkait Travel Warning Korea Selatan untuk Bali

Pemerintah Perkuat Diplomasi Terkait Travel Warning Korea Selatan untuk Bali

Sabtu, 11/4/26 | 14:16 WIB

Jakarta, Scientia.id - Pemerintah Indonesia merespons serius peringatan perjalanan yang dikeluarkan Korea Selatan bagi warganya yang hendak berlibur ke Bali....

UNAND, USU, dan UNSOED Perkuat Kerja Sama dalam Studi Bahasa, Sastra, Budaya Jepang

UNAND, USU, dan UNSOED Perkuat Kerja Sama dalam Studi Bahasa, Sastra, Budaya Jepang

Kamis, 23/10/25 | 20:08 WIB

UNAND, USU, dan UNSOED usai menandatangani Implementation Agreement sebagai bagian dari momentum Seminar Nasional Dinamika Bahasa, Sastra, dan Budaya Jepang...

Kota Kuno Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Tengah Gurun Arab Saudi

Kota Kuno Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Tengah Gurun Arab Saudi

Sabtu, 11/10/25 | 06:03 WIB

Jakarta, Scientia.id - Para arkeolog dari Prancis dan Arab Saudi menemukan sisa-sisa kota kuno berusia sekitar 4.000 tahun di barat...

Pedang Diduga Milik Firaun Berusia 3.000 Tahun Ditemukan

Pedang Diduga Milik Firaun Berusia 3.000 Tahun Ditemukan

Sabtu, 13/9/25 | 17:09 WIB

Jakarta, Scientia.id - Jejak kekuasaan Ramses II kembali terungkap. Para arkeolog Mesir baru-baru ini menemukan pedang diduga milik Firaun legendaris...

Lele Raksasa (Foto: Ist)

Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

Senin, 18/8/25 | 06:10 WIB

Lele Raksasa (Foto: Ist) Jakarta, Scientia.id - Seorang pemancing asal Republik Ceko kembali mengukir prestasi luar biasa di dunia perikanan....

Misteri Gunung Padang: Diduga Lebih Tua dari Piramida Giza

Misteri Gunung Padang: Diduga Lebih Tua dari Piramida Giza

Senin, 11/8/25 | 09:57 WIB

Jakarta, Scientia.id - Situs prasejarah Gunung Padang di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kembali jadi sorotan setelah tim kajian menduga usianya...

Berita Sesudah
Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat pertemuan koordinasi percepatan penyelenggaraan MBG se-Sumatera Barat.[foto : ist]

Gubernur Tekankan Sinergi Pangan Lokal untuk Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis di Sumbar

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tim Lupak Polres Dharmasraya Sikat 5 Pelaku Narkoba di Sungai Kambut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meriah! Dharmasraya Gelar CFD dan Bazaar UMKM 18–19 April

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAN Pauh Kamba Diduga Cegah Pencalonan Warga, Status Adat Jadi Penghalang Pilwana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oleh sebab itu, Oleh karena itu, atau Maka dari Itu?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “sedang” dan “sedangkan” dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026