Rabu, 12/8/26 | 15:57 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Penafsiran Analogi dan Lokalitas dalam Wacana di Media Sosial

Minggu, 29/3/26 | 14:53 WIB

Oleh: Sabina Yonandar
(Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)

 

Media sosial menjadi salah satu cara yang sangat mudah dalam menyebarkan informasi palsu atau hoaks. Media sosial juga dapat menjadi alat kekuasaan baru di mana suatu kelompok dapat mengemukakan suatu opini dengan bebas pada kelompok lain. Kondisi ini tidak dapat dihindari karena merupakan suatu bagian kemajuan teknologi komunikasi yang berada di tengah masyarakat. Masyarakat Indonesia saat ini sudah tidak asing lagi dengan media sosial. Dengan media sosial, setiap orang dapat berhubungan untuk berbagai tujuan, seperti bisnis, mencari informasi berkaitan dengan bidang-bidang tertentu, mencari teman, dan sebagainya.

BACAJUGA

Modal Sosial Kunci Utama Kinerja Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis

Modal Sosial Kunci Utama Kinerja Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis

Senin, 10/8/26 | 16:12 WIB
Sintaksis Gen Z di X & Threads: Keren atau Malah Berantakan?

Sintaksis Gen Z di X & Threads: Keren atau Malah Berantakan?

Senin, 10/8/26 | 10:24 WIB

Media sosial adalah sebuah media online yang para pengguna dapat dengan mudah berpartisipasi dan berbagi informasi. Kaplan da Haenlein (2010) mendefinisikan media sosial sebagai sebuah kelompok aplikasi berbasis internet atas dasar ideologi dan teknologi yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran akun. Setiap media sosial memiliki keunggulannya tersendiri yang menjadi daya tarik bagi para penggunanya. Dengan munculnya media sosial, sebuah konsekuensi juga terjadi pada perkembangan budaya masyarakat Indonesia yang dipengaruhi oleh globalisasi. Perkembangan budaya ini berefek pada perkembangan bahasa. Informasi-informasi datang secara bebas dari pengguna media sosial. Hal ini menjadi suatu tantangan tersendiri bagi pengguna media sosial karena tidak semua informasi yang diberikan dapat dipastikan kebenarannya.

Kemudahan  dalam mengakses informasi beriringan dengan kehadiran informasi palsu atau hoaks yang tentu saja menimbulkan keresahan pada para pengguna media sosial. Untuk itu, kita perlu mengetahui dinamika bahasa yang yang ada di dalam media sosial yang dapat dikaji secara linguistik.  Penyebaran informasi palsu di media sosial di Indonesia banyak disebabkan dalam bentuk teks pendek, gambar dengan narasi, serta video potongan yang sengaja diedit dari konten aslinya.  Konten-konten palsu yang beredar biasanya muncul pada sebuah momen tertentu seperti pemilu, isu global, hingga konflik antarumat beragama.

Penyebaram informasi palsu juga memperlihatkan adanya keterlibatan akun-akun anonim dan semua jaringan simpatisannya. Akun-akun tersebut biasanya menyebarkan pesan atau postingan yang sama secara berulang dan sistematis dalam waktu singkat. Seringkali postingan tersebut dibuat untuk membalut kebencian denga dalih moral atau nasionalisme, sehingga dikira benar di mata publik. Penyebaran informasi palsu di media sosial sering kali menyerupai epidemi yang menyebar dengan cepat, di mana analogi seperti “informasi virus” membantu memahami dinamikanya. Lokalitas, atau konteks budaya setempat, mempercepat proses ini karena hoaks disesuaikan dengan isu sensitif seperti politik atau kesehatan di Indonesia. Artikel ini mengeksplorasi bagaimana analogi dan elemen lokal membentuk wacana tersebut.

Analoginya membandingkan penyebaran hoaks dengan penyakit menular, di mana satu unggahan awal menjadi “pasien nol” yang menyebar melalui retweet atau forward, seperti virus, hoaks yang emosional menyebar enam kali lebih cepat daripada berita benar. Penyebaran itu memanfaatkan platform algoritma, seperti Facebook dan WhatsApp. Di Indonesia, 70% hoaks disebarkan melalui media sosial, mengganggu polarisasi kehidupan sosial.

Lokalitas membuat hoaks relevan dengan meniru gaya bahasa daerah atau isu nasional, seperti pemilu sehingga pengguna merasa “dekat” dan langsung membagikannya tanpa verifikasi. Rendahnya literasi digital di kalangan masyarakat juga memperparah kondisi ini. Dengan 72% pengguna media sosial yang tidak memeriksa sumber sebelum membagikan.

Hoaks politik atau pandemi kesehatan sering disesuaikan dengan narasi lokal untuk memicu kebencian. Wacana media sosial menjadi arena pertarungan makna, di mana hoaks membentuk opini melalui echo chamber atau membual informasi yang memperkuat bias kelompok. Hal ini merupakan ancaman stabilitas sosial, seperti polarisasi politik selama krisis. Solusi melibatkan platform regulasi dan edukasi literasi. Dengan demikian, memahami penafsiran analogi dan lokalitas dalam wacana media sosial menjadi kunci untuk memerangi penyebaran informasi palsu, mendorong masyarakat menuju literasi digital yang lebih kuat demi menjaga keharmonisan informasi di era digital.

Tags: #Sabina Yonandar
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Berbagai Macam Rasa di dalam Bahasa Indonesia

Berita Sesudah

Efektivitas Ribuan Tangga di Universitas Andalas

Berita Terkait

Modal Sosial Kunci Utama Kinerja Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis

Modal Sosial Kunci Utama Kinerja Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis

Senin, 10/8/26 | 16:12 WIB

Oleh: Devi Analia (Dosen Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Andalas)   Akses pembiayaan kerap menjadi hambatan utama bagi petani kecil...

Sintaksis Gen Z di X & Threads: Keren atau Malah Berantakan?

Sintaksis Gen Z di X & Threads: Keren atau Malah Berantakan?

Senin, 10/8/26 | 10:24 WIB

Oleh: Kevin Amnur Jonata (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Buka X sekarang dan hampir dapat dipastikan ada...

Rendang Lokan, Makanan Khas Pesisir Selatan

Hakikat Merantau dalam Tradisi Minangkabau

Senin, 10/8/26 | 08:36 WIB

Oleh: Yori Leo Saputra, S.Hum., Gr. (Guru SMAN 1 Ranah Pesisir)   Minangkabau merupakan sebuah suku bangsa di Sumatera Barat...

Stilistika pada Cerpen “Hasrat George” dalam Majalah Bobo

Stilistika pada Cerpen “Hasrat George” dalam Majalah Bobo

Senin, 03/8/26 | 05:23 WIB

Oleh: Indri Rahmadani (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas) Sastra anak tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga...

Merantau untuk Ilmu: Belajar dari Ibnu Waddah al-Qurthubi

Merantau untuk Ilmu: Belajar dari Ibnu Waddah al-Qurthubi

Senin, 03/8/26 | 05:10 WIB

Oleh: Aruusalkhofiqoni Bahri Chaniago, Lc. (Alumni Dirasat Islamiyah, Ibn Tofail University, Kenitra, Maroko dan Aktif Mengkaji Hadis, Tradisi Keilmuan Islam,...

Jorong Mapun: Ruang Bertemunya Bahasa Mandailing Budaya dan Adat Minangkabau

Jorong Mapun: Ruang Bertemunya Bahasa Mandailing Budaya dan Adat Minangkabau

Minggu, 26/7/26 | 22:02 WIB

Oleh: Tomi Pratama (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Pada saat ini, zaman semakin maju. Orang tua yang...

Berita Sesudah
Efektivitas Ribuan Tangga di Universitas Andalas

Efektivitas Ribuan Tangga di Universitas Andalas

POPULER

  • Wali Kota Padang Fadly Amran saat meresmikan jembatan Helsheim di Batang Arau

    Wali Kota Padang Resmikan Jembatan Hildesheim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kerja sama Pemerintah Kota (Pemko) Padang dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dalam penyediaan dan pemanfaatan layanan perbankan.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengubah atau Merubah?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026