Agam, Scientia – Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Vasko Ruseimy menekankan pentingnya akurasi data warga terdampak bencana sebagai dasar penyaluran bantuan. Ia meminta seluruh jajaran pemerintah daerah, mulai dari dinas teknis hingga perangkat nagari, memastikan tidak ada satu pun warga yang luput dari pendataan.
Instruksi itu disampaikan Vasko saat Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Sumbar di Masjid Suhada’ Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Selasa (3/3).
“Saya minta wali nagari memastikan betul datanya, berkoordinasi dengan camat dan dinas terkait. Jangan sampai ada masyarakat yang tidak terdata. Kita harus adil,” kata Vasko.
Penegasan tersebut merespons keluhan warga yang kehilangan lahan sawah akibat bencana. Menurut Vasko, pemerintah akan mengupayakan pembangunan kembali lahan pertanian yang rusak atau hilang, selama ketersediaan lahan memungkinkan.
“Sawah yang hilang, insyaallah kita upayakan dibuat kembali kalau tanahnya ada. Kendala kita memang pada ketersediaan lahan, tapi akan kita maksimalkan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat terdampak. Namun, bantuan tersebut hanya bisa disalurkan jika data yang diajukan valid dan sesuai kondisi di lapangan.
Dalam dialog dengan warga, persoalan tagihan listrik turut mencuat. Vasko langsung meminta klarifikasi dan menyebut adanya bantuan operasional listrik sebesar Rp100 ribu per minggu per blok. Ia meminta hal tersebut dikonfirmasi lebih lanjut dengan pihak PLN setempat agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Vasko turut mengapresiasi kerja relawan, perangkat nagari, dan masyarakat yang terus bergotong royong sejak masa tanggap darurat. Ia menilai kolaborasi menjadi kunci agar proses pemulihan berjalan merata.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Semua harus bergerak bersama agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal menyebut Nagari Salareh Aia menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup parah. Kerusakan meliputi rumah warga, lahan sawah, hingga adanya korban jiwa.
Ia mengatakan seluruh kerusakan telah didata dan pemerintah daerah telah mengajukan proposal bantuan senilai Rp7,9 triliun kepada pemerintah pusat.
Selain itu, pemerintah daerah bersama pemerintah provinsi tengah menyiapkan pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak. Namun, proses tersebut masih menghadapi kendala pada ketersediaan lahan yang sesuai.
Dari pihak pengurus masjid, Datuak Tan Mangindo menyampaikan Masjid Suhada’ tetap berdiri kokoh saat bencana dan kini kembali difungsikan untuk ibadah. Meski demikian, pihaknya berharap adanya bantuan perbaikan atap masjid yang masih bocor saat hujan.
Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur menyerahkan bantuan Rp50 juta untuk masjid, 40 mushaf Al-Qur’an, Rp10 juta dari Bank Nagari, serta Rp3 juta dari Baznas Sumbar untuk petugas masjid. BPBD Sumbar juga menyalurkan bantuan berupa paket sembako dan perlengkapan ibadah.
Safari Ramadan tersebut ditutup dengan harapan agar proses pemulihan pascabencana berjalan cepat, tepat sasaran, serta tidak meninggalkan warga yang berhak menerima bantuan.(yrp)
![Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG_49952-120x86.jpg)

![Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG_49952-350x250.jpg)






