Pesisir Selatan, Scientia – Sebanyak 115 kepala keluarga dengan total 306 jiwa masih bertahan di lokasi pengungsian di Taratak Teleang, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan. Di tengah kondisi itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah turun langsung meninjau pengungsian, Kamis (1/1), dan memastikan pembangunan hunian sementara segera dimulai.
Di lokasi pengungsian, Mahyeldi berdialog dengan warga dan petugas untuk memastikan kondisi pengungsi serta perkembangan penanganan pascabencana. Berdasarkan laporan di lapangan, seluruh pengungsi telah terdata dan kebutuhan dasar masih dalam kondisi terkendali.
Mahyeldi mengatakan, pemerintah daerah mulai membangun hunian sementara (huntara) tipe 36 agar warga bisa tinggal lebih layak sembari menunggu pembangunan hunian tetap.
“Kita mulai membangun huntara agar masyarakat bisa tinggal lebih layak sambil menunggu hunian tetap. Targetnya, pembangunan ini bisa selesai dalam waktu dekat,” ujar Mahyeldi.
Selain huntara, pemerintah juga menyiapkan hunian tetap (huntap) bagi warga yang rumahnya rusak berat atau tersapu banjir dan tidak lagi layak huni. Pembangunan huntap akan disesuaikan dengan ketersediaan lahan, baik milik warga maupun lahan yang disiapkan pemerintah.
Selama tinggal di huntara, kata Mahyeldi, seluruh kebutuhan dasar pengungsi akan dipenuhi pemerintah. Sementara bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau kerabat, pemerintah menyiapkan santunan bulanan.
“Selama di huntara, kebutuhan dasar pengungsi kita pastikan terpenuhi. Bagi yang tinggal di rumah keluarga, akan kita bantu dengan santunan setiap bulan,” katanya.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga mulai melakukan perbaikan infrastruktur yang terdampak bencana. Perbaikan meliputi jalan, jembatan, rumah ibadah, rumah warga, hingga lahan pertanian yang rusak. Proses perbaikan dilakukan secara bertahap sesuai kondisi dan tingkat kerusakan.
Mahyeldi menegaskan, sesuai arahan Presiden, pemerintah bertanggung jawab membangun kembali rumah warga yang mengalami rusak berat atau tersapu banjir. Untuk rumah rusak sedang dan ringan, pendataan dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Besaran bantuan yang disiapkan masing-masing Rp30 juta untuk rusak sedang dan Rp15 juta untuk rusak ringan.
“Memang bantuan ini belum sepenuhnya mencukupi, tetapi ini bentuk perhatian dan komitmen pemerintah. Selain itu, ada juga dukungan lain seperti relaksasi perbankan dan bantuan tambahan dari Kementerian Sosial,” ujarnya.
Dalam kunjungan itu, Mahyeldi juga memastikan ketersediaan logistik, terutama kebutuhan makanan bagi pengungsi, dalam kondisi aman. Ia menegaskan kehadiran pemerintah di tengah warga terdampak merupakan bentuk empati sekaligus komitmen untuk memulihkan kondisi secepatnya.
“Kehadiran pemerintah di sini adalah untuk memastikan masyarakat tidak sendiri menghadapi bencana ini. Kita akan terus bersama warga sampai kondisi benar-benar pulih,” kata dia.
Selain meninjau pengungsian, Gubernur turut mengecek kondisi jalan, aliran sungai, sekolah, dan puskesmas yang terdampak agar dapat segera difungsikan kembali.
Dalam kunjungan tersebut, Mahyeldi didampingi sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Kabupaten Pesisir Selatan, antara lain Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumbar Medi Iswandi, Kepala Dinas BMCKTR Sumbar Armi, Kepala Biro Adpim Setdaprov Sumbar Nolly Eka Mardianto, Kepala Dinas Sosial Sumbar Syaifullah, Sekda Kabupaten Pesisir Selatan Zainal Arifin, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Pesisir Selatan Adi Susilo, serta Kalaksa BPBD Kabupaten Pesisir Selatan Mulyandri Dt. Rajo Intan.(yrp)









