Rabu, 24/6/26 | 12:12 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home TERAS

“Negeri (dan) Ironi”, Ruang Diskusi Sastra untuk Menafsir Realitas Indonesia

Rabu, 17/12/25 | 16:47 WIB

Padang, Scientia.id – Taman Budaya Sumatera Barat menggelar Seminar sastra bertema “Negeri (dan) Ironi” pada Rabu, 17 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Sastra Marah Roesli yang mengusung tema serupa untuk lomba cerpen festival tersebut.

Diskusi menghadirkan tiga pembicara, yakni Dr. Sudarmoko, dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Sasti Gotama, salah seorang pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa 2025, serta cerpenis Raudal Tanjung Banua, dengan moderator Dr. Nofrahadi dari FBS UNP. Ketiga pembicara membahas peran sastra dalam memotret dan menafsir kondisi bangsa yang sarat ironi.

Sudarmoko mengatakan, ironi yang terjadi di negeri ini justru dapat menjadi energi utama dalam penciptaan karya sastra. Menurutnya, tradisi tersebut sudah terlihat sejak era Balai Pustaka, ketika para pengarang memanfaatkan realitas sosial yang problematik sebagai bahan utama cerita. “Ironi bukan untuk diratapi, tetapi diolah menjadi kekuatan estetik dan kritik melalui sastra,” ujarnya.

BACAJUGA

Satu Abad Jam Gadang Jadi Momentum Kebangkitan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bukittinggi

Satu Abad Jam Gadang Jadi Momentum Kebangkitan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bukittinggi

Minggu, 07/6/26 | 09:42 WIB
280 Personil Amankan Laga Pembuka DCL 2026

280 Personil Amankan Laga Pembuka DCL 2026

Jumat, 05/6/26 | 21:48 WIB

Sementara itu, Raudal Tanjung Banua menyoroti sastra sebagai suara kegelisahan terhadap keadaan negeri. Ia mencontohkan novel “Siti Nurbaya” karya Marah Roesli, khususnya adegan dialog kaum cerdik pandai dengan pemerintah kolonial Belanda terkait belasting atau pajak. Menurut Raudal, sejak masa itu praktik pajak yang dinilai mencederai rakyat sudah dikritik melalui sastra dan ironi tersebut masih relevan hingga hari ini.

Raudal juga menyebut karya sastra terbuka untuk ditafsir ulang sesuai konteks zaman. Dalam “Siti Nurbaya”, Datuk Maringgih kerap diposisikan sebagai tokoh antagonis, padahal ia digambarkan sebagai sosok yang lantang melawan kolonialisme Belanda. Sebaliknya, Syamsul Bahri yang berpendidikan justru mengambil sikap yang berlawanan. “Ini menunjukkan bahwa sastra tidak tunggal makna dan bisa dibaca dari sudut pandang yang berbeda,” katanya.

Dalam konteks kekinian, Raudal menyinggung cerpen “Ular dalam Sepatu” karya Gus TF Sakai yang menggambarkan ironi birokrasi. Menurutnya, cerpen tersebut merepresentasikan birokrasi yang cenderung menghambat, disampaikan dengan metafora yang kuat dan efektif.

Adapun Sasti Gotama memandang sastra sebagai sebuah kekuatan yang lahir dari perpaduan realitas, imajinasi, dan seni. Ia menjelaskan, realitas tanpa imajinasi akan menjelma menjadi karya jurnalistik, sementara imajinasi tanpa realitas hanya menghasilkan dongeng kosong. “Jika realitas dan imajinasi hadir tanpa sentuhan seni, ia hanya menjadi kisah yang enak dibaca. Sastra hadir ketika ketiganya menyatu,” ujarnya.

Baca Juga: Angkat Tema “Negeri dan Ironi”, Festival Sastra Marah Rusli 2025 Soroti Realitas Sosial Indonesia

Diskusi “Negeri (dan) Ironi” menjadi ruang refleksi sekaligus pengayaan perspektif bagi peserta Festival Sastra Marah Roesli, dalam melihat bagaimana karya sastra terus relevan sebagai medium kritik dan pemaknaan terhadap dinamika kehidupan berbangsa. (*)

Tags: Festival Marah RusliPadangTaman Budaya Sumbar
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Perguruan Tinggi Didorong Aktif Dukung Sekolah Rakyat, UNP Jadi Contoh Nasional

Berita Sesudah

Cetak Sejarah, 29 Kafilah Bukittinggi Lolos ke Final MTQN ke-41 Sumbar

Berita Terkait

Satu Abad Jam Gadang Jadi Momentum Kebangkitan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bukittinggi

Satu Abad Jam Gadang Jadi Momentum Kebangkitan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bukittinggi

Minggu, 07/6/26 | 09:42 WIB

BUKITTINGGI — Peringatan satu abad berdirinya Jam Gadang tidak hanya menjadi perayaan sejarah bagi masyarakat Bukittinggi, tetapi juga momentum strategis...

280 Personil Amankan Laga Pembuka DCL 2026

280 Personil Amankan Laga Pembuka DCL 2026

Jumat, 05/6/26 | 21:48 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Sebanyak 280 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan laga pembuka Dharmasraya Champions League (DCL) 2026 yang dipusatkan di...

Padati One Day With BTPN Syariah, Ratusan Pencaker di Padang Antusias Jadi Pemberdaya

Padati One Day With BTPN Syariah, Ratusan Pencaker di Padang Antusias Jadi Pemberdaya

Kamis, 21/5/26 | 19:39 WIB

Ratusan lulusan dari berbagai kampus mengikuti One Day With BTPN Syariah di UIN IB Padang, Kamis (21/5). (Foto/Scientia: Wahyu Amuk)....

DPRD Sumbar Nilai Ranperda Pendidikan dan Perlindungan Petani Mendesak Diperkuat

DPRD Sumbar Nilai Ranperda Pendidikan dan Perlindungan Petani Mendesak Diperkuat

Rabu, 13/5/26 | 14:39 WIB

PADANG — DPRD Provinsi Sumatera Barat menyampaikan jawaban atas tanggapan Gubernur terhadap dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) prakarsa DPRD melalui...

Wakil Ketua DPRD Sumbar Dukung Padang Menuju Kota Gastronomi Dunia UNESCO 2027

Wakil Ketua DPRD Sumbar Dukung Padang Menuju Kota Gastronomi Dunia UNESCO 2027

Selasa, 12/5/26 | 14:37 WIB

PADANG, Wakil Ketua DPRD Sumbar, Nanda Satria mendukung langkah strategis Pemerintah Kota (Pemko) Padang untuk menembus jejaring UNESCO Creative Cities...

Ketua DPRD Sumbar Mulai Kaji Gagasan Daerah Istimewa Minangkabau Bersama Tim Ahli DPRD Sumbar.

Ketua DPRD Sumbar Mulai Kaji Gagasan Daerah Istimewa Minangkabau Bersama Tim Ahli DPRD Sumbar.

Senin, 11/5/26 | 14:35 WIB

PADANG — Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Muhidi bersama tenaga ahli DPRD mulai mengkaji gagasan pengajuan Daerah Istimewa Minangkabau (DIM)....

Berita Sesudah
Cetak Sejarah, 29 Kafilah Bukittinggi Lolos ke Final MTQN ke-41 Sumbar

Cetak Sejarah, 29 Kafilah Bukittinggi Lolos ke Final MTQN ke-41 Sumbar

POPULER

  • DPRD Kota Padang prihatin, terhadap semrawutnya Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Padang, khususnya berpusat pada kendala sistem aplikasi yang error.

    Ketua DPRD Kota Padang Muharlion Menilai Kurangnya Persiapan Disdik Dalam Pelaksanaan Sistem SPMB Tahun 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peduli di Layar, Abai di Jalan: Ironi Aktivisme Lingkungan di Era Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gaya Bahasa dalam Cerpen “Beki Bebek” Karya Vanda Parengkuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bentuk-Bentuk Singkatan dalam Surat Resmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penyelesaian Konflik PT SAK dengan Suku Anak Dalam, Sekda Dharmasraya Apresiasi Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026