Minggu, 18/10/26 | 04:38 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home TERAS

“Negeri (dan) Ironi”, Ruang Diskusi Sastra untuk Menafsir Realitas Indonesia

Rabu, 17/12/25 | 16:47 WIB

Padang, Scientia.id – Taman Budaya Sumatera Barat menggelar Seminar sastra bertema “Negeri (dan) Ironi” pada Rabu, 17 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Sastra Marah Roesli yang mengusung tema serupa untuk lomba cerpen festival tersebut.

Diskusi menghadirkan tiga pembicara, yakni Dr. Sudarmoko, dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Sasti Gotama, salah seorang pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa 2025, serta cerpenis Raudal Tanjung Banua, dengan moderator Dr. Nofrahadi dari FBS UNP. Ketiga pembicara membahas peran sastra dalam memotret dan menafsir kondisi bangsa yang sarat ironi.

Sudarmoko mengatakan, ironi yang terjadi di negeri ini justru dapat menjadi energi utama dalam penciptaan karya sastra. Menurutnya, tradisi tersebut sudah terlihat sejak era Balai Pustaka, ketika para pengarang memanfaatkan realitas sosial yang problematik sebagai bahan utama cerita. “Ironi bukan untuk diratapi, tetapi diolah menjadi kekuatan estetik dan kritik melalui sastra,” ujarnya.

BACAJUGA

Usai Pengukuhan, DPC PKB se-Sumbar Dituntut Terjemahkan Struktur Menjadi Kerja Nyata

Usai Pengukuhan, DPC PKB se-Sumbar Dituntut Terjemahkan Struktur Menjadi Kerja Nyata

Rabu, 14/10/26 | 01:33 WIB
Muzli Perjuangkan Kelompok Tani Pasaman, Perjuangkan Infrastruktur Jalan

Muzli Perjuangkan Kelompok Tani Pasaman, Perjuangkan Infrastruktur Jalan

Selasa, 13/10/26 | 18:06 WIB

Sementara itu, Raudal Tanjung Banua menyoroti sastra sebagai suara kegelisahan terhadap keadaan negeri. Ia mencontohkan novel “Siti Nurbaya” karya Marah Roesli, khususnya adegan dialog kaum cerdik pandai dengan pemerintah kolonial Belanda terkait belasting atau pajak. Menurut Raudal, sejak masa itu praktik pajak yang dinilai mencederai rakyat sudah dikritik melalui sastra dan ironi tersebut masih relevan hingga hari ini.

Raudal juga menyebut karya sastra terbuka untuk ditafsir ulang sesuai konteks zaman. Dalam “Siti Nurbaya”, Datuk Maringgih kerap diposisikan sebagai tokoh antagonis, padahal ia digambarkan sebagai sosok yang lantang melawan kolonialisme Belanda. Sebaliknya, Syamsul Bahri yang berpendidikan justru mengambil sikap yang berlawanan. “Ini menunjukkan bahwa sastra tidak tunggal makna dan bisa dibaca dari sudut pandang yang berbeda,” katanya.

Dalam konteks kekinian, Raudal menyinggung cerpen “Ular dalam Sepatu” karya Gus TF Sakai yang menggambarkan ironi birokrasi. Menurutnya, cerpen tersebut merepresentasikan birokrasi yang cenderung menghambat, disampaikan dengan metafora yang kuat dan efektif.

Adapun Sasti Gotama memandang sastra sebagai sebuah kekuatan yang lahir dari perpaduan realitas, imajinasi, dan seni. Ia menjelaskan, realitas tanpa imajinasi akan menjelma menjadi karya jurnalistik, sementara imajinasi tanpa realitas hanya menghasilkan dongeng kosong. “Jika realitas dan imajinasi hadir tanpa sentuhan seni, ia hanya menjadi kisah yang enak dibaca. Sastra hadir ketika ketiganya menyatu,” ujarnya.

Baca Juga: Angkat Tema “Negeri dan Ironi”, Festival Sastra Marah Rusli 2025 Soroti Realitas Sosial Indonesia

Diskusi “Negeri (dan) Ironi” menjadi ruang refleksi sekaligus pengayaan perspektif bagi peserta Festival Sastra Marah Roesli, dalam melihat bagaimana karya sastra terus relevan sebagai medium kritik dan pemaknaan terhadap dinamika kehidupan berbangsa. (*)

Tags: Festival Marah RusliPadangTaman Budaya Sumbar
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Perguruan Tinggi Didorong Aktif Dukung Sekolah Rakyat, UNP Jadi Contoh Nasional

Berita Sesudah

Cetak Sejarah, 29 Kafilah Bukittinggi Lolos ke Final MTQN ke-41 Sumbar

Berita Terkait

Usai Pengukuhan, DPC PKB se-Sumbar Dituntut Terjemahkan Struktur Menjadi Kerja Nyata

Usai Pengukuhan, DPC PKB se-Sumbar Dituntut Terjemahkan Struktur Menjadi Kerja Nyata

Rabu, 14/10/26 | 01:33 WIB

Padang, Scientia — Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumatera Barat, Firdaus, mendesak Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB kabupaten dan...

Muzli Perjuangkan Kelompok Tani Pasaman, Perjuangkan Infrastruktur Jalan

Muzli Perjuangkan Kelompok Tani Pasaman, Perjuangkan Infrastruktur Jalan

Selasa, 13/10/26 | 18:06 WIB

PASAMAN,— Anggota DPRD Sumatera Barat, Muzli M. Nur, menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada sejumlah kelompok tani di...

Pascabanjir Bandang, Irman Gusman Dorong Pemkab Solok Susun Ulang Arah Pembangunan

Pascabanjir Bandang, Irman Gusman Dorong Pemkab Solok Susun Ulang Arah Pembangunan

Senin, 12/10/26 | 10:16 WIB

Arosuka, Scientia.id — Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Solok pada 21 September 2026 menjadi momentum untuk mengevaluasi...

Anak Berkebutuhan Khusus Berhak Fasilitas Layak, Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang

Anak Berkebutuhan Khusus Berhak Fasilitas Layak, Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang

Minggu, 11/10/26 | 18:11 WIB

PADANG, - Di balik semangat anak-anak berkebutuhan khusus menuntut ilmu, terdapat kebutuhan akan fasilitas pendidikan yang layak, aman, dan nyaman....

Oknum RSUD Sungai Dareh Dharmasraya Cabuli Pasien

Oknum RSUD Sungai Dareh Dharmasraya Cabuli Pasien

Minggu, 11/10/26 | 16:42 WIB

Dharmasraya Scientia.id — Seorang oknum pegawai RSUD Sungai Dareh berinisial RIP (33) diamankan polisi setelah diduga melakukan pelecehan terhadap pasien...

Bukan Hanya Urusan Suami Istri, Evi Yandri Dorong Ninik Mamak dan Bundo Kanduang Perkuat Ketahanan Keluarga

Bukan Hanya Urusan Suami Istri, Evi Yandri Dorong Ninik Mamak dan Bundo Kanduang Perkuat Ketahanan Keluarga

Sabtu, 10/10/26 | 18:06 WIB

PADANG, – Ketahanan keluarga tidak hanya dibangun dari komitmen suami dan istri, tetapi juga membutuhkan dukungan lingkungan, nilai-nilai adat, serta...

Berita Sesudah
Cetak Sejarah, 29 Kafilah Bukittinggi Lolos ke Final MTQN ke-41 Sumbar

Cetak Sejarah, 29 Kafilah Bukittinggi Lolos ke Final MTQN ke-41 Sumbar

POPULER

  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026