Kamis, 16/4/26 | 23:44 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home EDUKASI

Lulusan Perguruan Tinggi Banyak Nganggur, Rektor UNP: Cari Peluang Kerja ke Luar Negeri

Minggu, 14/12/25 | 20:04 WIB
Rektor UNP, Krismadinata (SCIENTIA/Foto: Wahyu Amuk)

Padang, SCIENTIA – Fenomena banyaknya tamatan perguruan tinggi, baik S1, S2, dan S3 yang masih menganggur menjadi tantangan baru sekaligus persoalan di Tanah Air saat ini. Persoalan daya saing tamatan, relevansi kompetensi, serta kemampuan bertahan di tengah disrupsi menjadi isu utama yang sulit dihindari.

Rektor Universitas Negeri Padang (UNP), Krismadinata menegaskan, tamatan perguruan tinggi saat ini tidak lagi soal capaian akademik semata, melainkan juga kemampuan beradaptasi menghadapi  perubahan cepat akibat disrupsi teknologi, krisis iklim, dan dinamika sosial ekonomi global.

“Ketidakpastian dunia kerja jangan dijadikan batu sandungan tapi tetap kreatif membaca peluang, kapan perlu cari peluang kerja ke tempat lain atau ke luar negeri,” kata Rektor UNP itu usai prosesi wisuda ke 141 pada Minggu, (14/12).

Menurutnya, ketidakpastian yang dihadapi generasi muda justru harus dimaknai sebagai ruang pembelajaran sekaligus lulusan harus bisa menciptakan peluang kerja sendiri setelah lulus. Dunia kerja, tidak lagi hanya menilai angka indeks prestasi kumulatif (IPK), tetapi menuntut kontribusi nyata dan solusi atas persoalan yang ada di masyarakat.

BACAJUGA

Kemenag Gelar “Coaching Clinic” AI bagi Guru di Ramadan

Kemenag Gelar “Coaching Clinic” AI bagi Guru di Ramadan

Minggu, 08/3/26 | 16:24 WIB
13 Prodi FISIP UNAND Berhasil Raih Predikat “Unconditional” Akreditasi Internasional ACQUIN

13 Prodi FISIP UNAND Berhasil Raih Predikat “Unconditional” Akreditasi Internasional ACQUIN

Rabu, 18/2/26 | 09:15 WIB

Ia juga menyinggung keragaman latar belakang dan karakter tamatan UNP yang menjadi kekuatan tersendiri. Mulai dari tamatan berprestasi akademik, aktivis organisasi, inovator kreatif, hingga mereka yang menempa diri melalui keterbatasan ekonomi dan sosial, seluruhnya memiliki potensi yang sama untuk berhasil.

“Namun demikian, potensi tersebut, tidak akan bermakna tanpa integritas, ketekunan, dan keberanian mengambil keputusan. Ketiga hal itu menjadi persoalan mendasar yang kerap dihadapi tamatan baru ketika berhadapan dengan realitas kehidupan di luar kampus,” ujarnya.

Untuk diketahui, wisuda periode ke 141 ini dilaksanakan secara hybrid yang mencerminkan tantangan institusi pendidikan tinggi dalam menjaga keberlanjutan akademik di tengah situasi krisis. Terlebih lagi wisuda merupakan momentum sakral bagi lulusan, namun kampus dituntut peka terhadap kondisi sosial dilanda bencana.

“Wisuda kali ini UNP mewisuda 1.562 orang lulusan, dengan sistem hybrid (campuran), sebab beberapa keluarga UNP juga terdampak bencana alam,” tuturnya.*

Tags: Wisuda UNP
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Walikota Padang Komitmen Percepat Pemulihan Pasca Bencana

Berita Sesudah

Perubahan Makna Cerita Rakyat di Era Digital

Berita Terkait

Kemenag Gelar “Coaching Clinic” AI bagi Guru di Ramadan

Kemenag Gelar “Coaching Clinic” AI bagi Guru di Ramadan

Minggu, 08/3/26 | 16:24 WIB

Jakarta, Scientia.id - Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Pusbangkom SDM Pendidikan dan Keagamaan kembali menggelar Coaching Clinic Pintar Spesial Ramadan...

13 Prodi FISIP UNAND Berhasil Raih Predikat “Unconditional” Akreditasi Internasional ACQUIN

13 Prodi FISIP UNAND Berhasil Raih Predikat “Unconditional” Akreditasi Internasional ACQUIN

Rabu, 18/2/26 | 09:15 WIB

Foto: elly Padang, Scientia-Sebanyak 13 Program Studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas (UNAND) yang telah...

Lukisan Tangan dari Sulawesi Geser Klaim Seni Gua Tertua Dunia

Lukisan Tangan dari Sulawesi Geser Klaim Seni Gua Tertua Dunia

Senin, 26/1/26 | 19:56 WIB

Ilustrasi (Foto: Ist) Jakarta, Scientia.id - Sebuah temuan arkeologis penting terungkap dari kawasan Sulawesi Tenggara. Tim peneliti lintas negara melaporkan...

HI UNAND dan Muhammadiyah Sumbar Bahas ABS-SBK dan Global Values

HI UNAND dan Muhammadiyah Sumbar Bahas ABS-SBK dan Global Values

Jumat, 23/1/26 | 20:56 WIB

Padang, Scientia-Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat (PWM SUMBAR) melalui Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) bekerja sama dengan Departemen Hubungan...

Dari FIB Unand untuk Anak Nagari: Mendongeng dan Menguatkan Anak Korban Bencana di Bayang Utara 

Dari FIB Unand untuk Anak Nagari: Mendongeng dan Menguatkan Anak Korban Bencana di Bayang Utara 

Minggu, 21/12/25 | 08:01 WIB

Dekan, Wakil Dekan, Manajer serta tim dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unand (Foto: Ist) Padang, Scientia.id - Fakultas Ilmu Budaya...

Alfitri Raih Doktor dengan Disertasi Kolaborasi Pengelolaan Sampah Plastik

Alfitri Raih Doktor dengan Disertasi Kolaborasi Pengelolaan Sampah Plastik

Jumat, 19/12/25 | 07:58 WIB

Padang, Scientia— Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas (Unand), Alfitri, resmi menamatkan studi doktoralnya (S3) di...

Berita Sesudah
Perubahan Makna Cerita Rakyat di Era Digital

Perubahan Makna Cerita Rakyat di Era Digital

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tim Lupak Polres Dharmasraya Sikat 5 Pelaku Narkoba di Sungai Kambut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAN Pauh Kamba Diduga Cegah Pencalonan Warga, Status Adat Jadi Penghalang Pilwana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meriah! Dharmasraya Gelar CFD dan Bazaar UMKM 18–19 April

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oleh sebab itu, Oleh karena itu, atau Maka dari Itu?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “sedang” dan “sedangkan” dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026