Minggu, 19/4/26 | 19:21 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Gubernur Mahyeldi Tegaskan Air Bersih, Energi, dan Konektivitas sebagai Fondasi Nagari Mandiri

Rabu, 05/11/25 | 20:10 WIB

Rapat Koordinasi Data Indeks Desa Provinsi Sumatera Barat Tahun Anggaran 2025 di Aula Kantor Gubernur.[foto : ist]
Rapat Koordinasi Data Indeks Desa Provinsi Sumatera Barat Tahun Anggaran 2025 di Aula Kantor Gubernur.[foto : ist]
Padang, Scientia — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa tiga kebutuhan dasar seperti air bersih, energi, dan konektivitas harus menjadi fokus utama dalam membangun nagari yang mandiri dan berkualitas. Penegasan itu ia sampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Data Indeks Desa Provinsi Sumatera Barat Tahun Anggaran 2025 di Aula Kantor Gubernur, Rabu (5/11/2025).

Rapat yang mengusung tema “Transformasi Indeks Desa: Menata Arah Pembangunan Nagari yang Terukur dan Berkeadilan” tersebut dihadiri oleh pimpinan OPD, Bappeda kabupaten/kota, akademisi, serta perwakilan Kementerian Desa.

Dalam arahannya, Mahyeldi menegaskan bahwa peningkatan pelayanan dasar terutama pendidikan, kesehatan, dan penyediaan air bersih merupakan kunci keberhasilan pembangunan nagari. Ia menyoroti bahwa kualitas air sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat, termasuk upaya pencegahan stunting.

“Kalau gizinya bagus tapi air yang diminum tidak bersih, tetap bisa memicu stunting. Jadi, penyediaan air bersih yang layak minum itu wajib,” tegasnya.

BACAJUGA

Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]

65 Kandidat Ketua DPC PKB se-Sumbar Bakal Ikuti UKK

Kamis, 16/4/26 | 20:48 WIB
KAN Pauh Kamba Diduga Cegah Pencalonan Warga, Status Adat Jadi Penghalang Pilwana

KAN Pauh Kamba Diduga Cegah Pencalonan Warga, Status Adat Jadi Penghalang Pilwana

Kamis, 16/4/26 | 19:28 WIB

Sumbar, kata Mahyeldi, memiliki potensi air melimpah berkat kontur daerah yang berada di sepanjang Bukit Barisan. Dengan kolaborasi lintas instansi mulai dari Dinas PU, PSDA, hingga Balai Sungai sumber air ini bisa dimanfaatkan secara optimal untuk kebutuhan masyarakat.

Selain air bersih, Mahyeldi juga menyoroti masih adanya nagari yang terisolasi akibat buruknya infrastruktur jalan. Menurutnya, pembangunan desa tidak akan efektif jika masyarakat masih sulit berpindah dan mengakses layanan dasar.

“Tidak boleh ada lagi nagari yang terputus dari wilayah lain. Infrastruktur itu syarat mutlak untuk maju,” ujarnya.

Gubernur turut menyinggung upaya penyediaan energi terjangkau, terutama bagi masyarakat Kepulauan Mentawai yang selama ini masih bergantung pada BBM. Pemprov Sumbar, ungkapnya, sedang menjajaki kolaborasi dengan ahli dari Jepang untuk memanfaatkan panas air laut sebagai energi murah.

Selain itu, ia juga mendorong perguruan tinggi seperti Universitas Andalas dan Politeknik Negeri Padang untuk memperluas pengembangan energi mikrohidro dan tenaga surya di nagari terpencil.

Mahyeldi juga menekankan perlunya penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi nagari. Program Nagari Creative Hub disebutnya sebagai terobosan untuk membantu pelaku UMKM memasarkan produk tanpa bergantung pada pasar kota.

“Dengan Nagari Creative Hub, produk unggulan nagari bisa dikenal luas melalui digitalisasi,” tuturnya.

Ia juga mengajak wali nagari menggandeng perantau dalam memperkuat transformasi digital pemerintahan nagari.

Gubernur menegaskan bahwa tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel menjadi syarat utama agar pembangunan berjalan efisien. Ia meminta seluruh OPD menyinergikan program dengan pemerintah pusat dan memanfaatkan Geoportal Mandiri Sumbar demi mendukung kebijakan satu peta.

Mahyeldi kembali menegaskan visi besar Sumbar: menjadi Provinsi Madani yang Maju dan Berkeadilan, sekaligus pelopor Green Province di Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas PMD Sumbar, Yozarwardi Usama Putra, melaporkan peningkatan signifikan jumlah desa mandiri pada tahun 2025. Jumlahnya naik dari 368 menjadi 489 desa.

“Desa tertinggal memang sedikit bertambah dari 10 menjadi 12, tapi tidak ada lagi desa yang sangat tertinggal. Ini capaian yang patut kita syukuri,” ujarnya.

Rapat sehari tersebut juga merumuskan sejumlah rekomendasi penting, seperti penguatan layanan dasar, peningkatan aksesibilitas, serta perbaikan tata kelola pemerintahan nagari.

Acara ditutup dengan peluncuran E-book Indeks Desa Tahun 2025, sebuah inovasi Dinas PMD Sumbar dalam menyediakan data desa secara digital. (adpsb)

Tags: Air BersihMahyeldiPemprov Sumbar
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Pemko Bukittinggi Revisi Perda Pengelolaan Aset Daerah, Pastikan Tata Kelola Lebih Efisien dan Akuntabel

Berita Sesudah

Desa Mandiri Harus Dimulai dari Air Bersih dan Akses Jalan: Donizar Dukung Penuh Arah Kebijakan Gubernur

Berita Terkait

Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]

65 Kandidat Ketua DPC PKB se-Sumbar Bakal Ikuti UKK

Kamis, 16/4/26 | 20:48 WIB

Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.Padang, Scientia - Sebanyak 65 bakal calon Ketua Tanfidz Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa...

KAN Pauh Kamba Diduga Cegah Pencalonan Warga, Status Adat Jadi Penghalang Pilwana

KAN Pauh Kamba Diduga Cegah Pencalonan Warga, Status Adat Jadi Penghalang Pilwana

Kamis, 16/4/26 | 19:28 WIB

Padang Pariaman, Scientia — Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pauh Kamba, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman, diduga menghambat hak politik...

Pemerintah Kota (Pemko) Padang memperkuat sinergi di bidang hukum dengan menjalin kerja sama strategis bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang, melalui Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun).

Memperkuat Sinergi di Bidang Hukum Wali Kota Padang Menandatangani MoU Bersama Kepala Kajari Padang

Kamis, 16/4/26 | 17:10 WIB

Pemerintah Kota (Pemko) Padang memperkuat sinergi di bidang hukum dengan menjalin kerja sama strategis bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang, melalui...

Melalui Program Unggulan (Progul) "Padang Juara", Pemerintah Kota (Pemko) Padang kembali menjalin Memorandum of Understanding (MoU) dengan Yayasan Putera Sampoerna tentang Program Bantuan Pendidikan Tingkat Sarjana di Sampoerna University untuk tahun akademik 2026/2027.

Progul Padang Juara Pemko Padang Beasiswakan 8 Siswa ke Sampoerna University Tahun Ajaran 2027/2027

Kamis, 16/4/26 | 16:57 WIB

Melalui Program Unggulan (Progul) "Padang Juara", Pemerintah Kota (Pemko) Padang kembali menjalin Memorandum of Understanding (MoU) dengan Yayasan Putera Sampoerna...

Reformasi Birokrasi Bawaslu Padang Didorong dari Dalam, Transparansi Jadi Fokus

Reformasi Birokrasi Bawaslu Padang Didorong dari Dalam, Transparansi Jadi Fokus

Kamis, 16/4/26 | 14:07 WIB

Padang, Scientia — Bawaslu Kota Padang mempercepat agenda reformasi birokrasi dengan menitikberatkan pada penguatan tata kelola yang bersih dan akuntabel....

Donizar Salurkan Bantuan Korban Banjir Bandang di Simpang Alahan Mati

Donizar Salurkan Bantuan Korban Banjir Bandang di Simpang Alahan Mati

Kamis, 16/4/26 | 13:35 WIB

Pasaman, Scientia - Anggota DPRD Sumatera Barat dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Donizar, menyalurkan bantuan bagi korban banjir bandang...

Berita Sesudah
Anggota DPRD Sumbar, Donizar.[foto : ist]

Desa Mandiri Harus Dimulai dari Air Bersih dan Akses Jalan: Donizar Dukung Penuh Arah Kebijakan Gubernur

POPULER

  • Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Bahasa Indonesia Formal dan Informal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemikiran Halliday tentang Semiotika Sosial dalam Ilmu Bahasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 65 Kandidat Ketua DPC PKB se-Sumbar Bakal Ikuti UKK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengangguran Sarjana Tembus 1 Juta, Puan: Sistem Pendidikan dan Pasar Kerja Kita Gagal Terkoneksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026