Senin, 31/8/26 | 11:45 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Konflik pada Cerpen “Pak Menteri Mau Datang” Karya A.A. Navis

Minggu, 05/10/25 | 23:11 WIB

Oleh: Faathir Tora Ugraha
(Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia Universitas Andalas)

 

Ali Akbar Navis atau lebih dikenal A.A. Navis adalah seorang sastrawan asal Sumatera Barat yang sangat mewarnai pikiran sastra di Indonesia. Kemampuannya dalam menyampaikan kritik sosial berbentuk cerita terbukti sangat memengaruhi pemikiran masyarakat yang membacanya. Selain itu, A.A. Navis memberikan sudut pandang yang menarik dan realistis ketika berhadapan dengan peristiwa-peristiwa yang berada di sekitarnya. Sebab Navis menyatakan bahwa sebagian besar dari tokoh cerita yang ditulisnya memiliki model dalam kehidupan nyata. Model itu bisa jadi teman, kenalan, pimpinan, atau orang-orang lain di dekatnya (Ivan Adilla, 2024:17).

BACAJUGA

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Bianglala: Menelusuri Makna, Sejarah, dan Jejak Kebudayaan dalam Sebuah Kata

Minggu, 30/8/26 | 16:29 WIB
Puisi-puisi M. Subarkah

Eksistensi Bahasa Melayu Riau di Tengah Dominasi Bahasa Indonesia di Era Digital

Selasa, 25/8/26 | 22:59 WIB

Dari banyaknya cerpen A.A. Navis yang ditulis. Cerpen berjudul Pak Menteri Mau Datang yang ditulis pada tahun 1964 merupakan cerpen yang tajam mengkritik bagaimana sistem yang ada pada pegawai pemerintah. Bagaimana sebuah kantor pemerintah yang ada di sebuah tempat mendapatkan kabar bahwa pak menteri yang baru akan datang kemari. Sejak sebulan mendapatkan kabar tersebut, banyak sekali rencana yang direncanakan oleh salah satu kepala bagian yang ada di kantor itu, orang tersebut adalah Kalikulah.

Kalikulah beserta kepala bagian lainnya merencanakan penyambutan yang luar biasa meriah untuk seorang menteri yang hendak datang sebulan lagi. Rencana mereka untuk melakukan penyambutan sangatlah memengaruhi seluruh kota. Anak-anak sekolah akan berbanjar di sepanjang jalan di kala menteri datang nanti. Kelas dikosongkan semua. Karena menjelang pak menteri datang, para murid hendak berlatih untuk tarian massal di lapangan sepak bola. Belum lagi persiapan kostum anak-anak yang menyambut pak menteri. Untuk mempersiapkan hal itu, para murid dibenarkan untuk tidak memasuki sekolah.

Saat tiap orang yang terlibat sangat sibuk akan hal tersebut, datanglah Pak Ayub dari desa. Ia merupakan seorang pensiunan. Ia datang bukan untuk menjadi panitia penyambutan ataupun sekedar memeriahkan persiapan untuk kedatangan menteri. Melainkan untuk mengurus supletoir gaji yang sudah setahun tidak jelas bagaimana urusannya. Ketika ia datang untuk mengurus supletoir gajinya, Pak Ayub malah dibentak oleh kepala bagian keuangan yang merasa dikecoh oleh pensiunan ini. Padahal Pak Ayub hanya meminta haknya. Karena dengan uang yang hendak diberikan oleh pihak kantor tersebut Pak Ayub akan pergi ke perkawinan anak bungsunya.

Harapan Pak Ayub kini hanya Kalikulah. Yaitu orang yang ia kenal dulu. Namun, Kalikulah malah lupa dengan Pak Ayub. Maka sirna sudah harapan Pak Ayub. Hanya lesu yang menemaninya menunggu hak yang tertumpuk dengan kesibukan orang-orang berjawatan itu karena pak menteri, pak menteri, dan pak menteri. Hingga pada akhirnya semua orang di kantor tersebut mendapatkan berita bahwa kunjungan menteri dibatalkan. Berita yang mengecewakan itu membuat semua kerja keras para pegawai itu menjadi sia-sia. Padahal telah mempersiapkan acara ini selama sebulan dengan penuh kerja keras. Tapi pada akhirnya malah membuang waktu, tenaga, dan dana.

Kehadiran tokoh Pak Ayub dalam cerpen ini berperan sebagai pemberi celah bagaimana sekelompok pegawai pemerintahan tidak hanya lupa dengan tugas yang harusnya mereka kerjakan, yaitu melayani Pak Ayub, tetapi juga memperlakukan Pak Ayub sebagai orang-orang pinggiran. Padahal, Pak Ayub telah digambarkan oleh penulis sebagai seseorang pendahulu di tempat itu. Ia adalah seseorang pensiunan yang menjadi cikal memori masa lampau yang ada di tempat tersebut. Tanpa Pak Ayub, bisa jadi saja seseorang yang ia kenal dan diharapkan yaitu Kalikulah tidak menjadi seseorang di kantor tersebut.

Salah besar jika tokoh Pak Ayub disebut tokoh sampingan meskipun tokoh ini tidak diperkenalkan sejak awal cerita. Bahkan tokoh inilah yang menjadi poros inti permasalahan dalam cerita ini. Tokoh tersebut menjadi sebuah cara pandang untuk melihat pembenahan yang seharusnya dilakukan untuk sistem kerja pemerintahan yang diceritakan. Contohnya membentak Pak Ayub yang merupakan pensiunan yang kebetulan datang untuk meminta haknya. Namun, para pegawai di sana hanya sibuk untuk mempersiapkan penyambutan pak menteri yang pada akhirnya tidak datang. Para pegawai mempersiapkan hal-hal untuk penyambutan dengan bantuan seisi kota, tapi malah lupa bahwa tugasnya tetap melayani masyarakat.

Hadirnya tokoh Pak Ayub dalam cerpen ini memberikan sudut pandang realita yang dikritik oleh Navis. Melihat sisi kemanusiaan yang harus dibenahi pada pegawai pemerintahan. Di sisi lain Pak Ayub sebagai penawar sudut pandang yang berbeda, cerpen ini juga menyentil bagaimana seseorang bawahan menjilat atasannya demi mendapatkan keuntungan yang kelak mempermudah urusan mereka. Dengan hadirnya tokoh Pak Ayub, cerpen Pak Menteri Mau Datang memiliki dua sudut pandang mengenai dampak yang terjadi ketika pak menteri akan datang. Dampak pertama, seisi kota antusias dengan persiapan penyambutan. Dampak kedua, banyak pegawai pemerintah yang lalai dengan tugas mereka yang sebenarnya.

Tags: Faathir Tora Ugraha
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

FLP Sumbar Gelar Bedah Buku “Gaza Tak Pernah Sunyi” dan Pelantikan FLP Padang

Berita Sesudah

Menyibak Sejarah melalui Manuskrip Surau Baru Pauh

Berita Terkait

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Bianglala: Menelusuri Makna, Sejarah, dan Jejak Kebudayaan dalam Sebuah Kata

Minggu, 30/8/26 | 16:29 WIB

Oleh: Noor Alifah (Mahasiswa Sastra Indonesia dan Anggota Labor Penulisan Kreatif FIB Universitas Andalas)   Ketika melihat lengkungan warna-warni yang...

Puisi-puisi M. Subarkah

Eksistensi Bahasa Melayu Riau di Tengah Dominasi Bahasa Indonesia di Era Digital

Selasa, 25/8/26 | 22:59 WIB

Oleh: M. Subarkah (Mahasiswa Prodi S2 Linguistik FIB Universitas Andalas)    Bahasa Melayu Riau tidak sekadar kumpulan kata yang digunakan...

Makna Pulih dalam Lagu “Seperti Tulang” Karya Nadin Amizah

Makna Pulih dalam Lagu “Seperti Tulang” Karya Nadin Amizah

Minggu, 23/8/26 | 22:08 WIB

Oleh: Indri Rahmadani (Mahasiswi Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Di tengah padatnya aktivitas dan tekanan yang dihadapi anak...

Sintaksis: Sulit, tetapi Diam-Diam Menyenangkan

Sintaksis: Sulit, tetapi Diam-Diam Menyenangkan

Minggu, 16/8/26 | 23:09 WIB

Oleh: Bunga Amelia (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas) Bagi sebagian orang, mendengar kata sintaksis mungkin terasa menakutkan. Mata...

Rendang Lokan, Makanan Khas Pesisir Selatan

Batagak Gala Mudo dalam Adat Minangkabau

Minggu, 16/8/26 | 22:50 WIB

Oleh: Yori Leo Saputra, S.Hum., Gr. (Guru SMAN 1 Ranah Pesisir)   Batagak gala mudo menjadi salah satu tradisi penting...

Modal Sosial Kunci Utama Kinerja Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis

Modal Sosial Kunci Utama Kinerja Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis

Senin, 10/8/26 | 16:12 WIB

Oleh: Devi Analia (Dosen Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Andalas)   Akses pembiayaan kerap menjadi hambatan utama bagi petani kecil...

Berita Sesudah
Menyibak Sejarah melalui Manuskrip Surau Baru Pauh

Menyibak Sejarah melalui Manuskrip Surau Baru Pauh

POPULER

  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepala Biro PBJ Akui Ada dalam Rekaman Video Mesra dan Mundur dari Jabatan, Sekda : Tetap Diperiksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ibu Kota Nusantara (IKN)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026