Senin, 01/6/26 | 09:06 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home EDUKASI

FLP Sumbar Bedah Buku “Gaza Tak Pernah Sunyi”, Suara Kemanusiaan dari Ranah Minang

Minggu, 05/10/25 | 06:27 WIB
FLP Sumbar gelar acara bedah buku “Gaza Tak Pernah Sunyi” karya Hardi, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. (Foto: Ist)
FLP Sumbar gelar acara bedah buku “Gaza Tak Pernah Sunyi” karya Hardi, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. (Foto: Ist)

Padang, Scientia.id – Forum Lingkar Pena (FLP) Sumatera Barat menggelar acara bedah buku “Gaza Tak Pernah Sunyi” karya Hardi, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat, Sabtu (4/10/2025), dan menghadirkan diskusi mendalam tentang kisah fiksi berlatar tragedi kemanusiaan di Gaza, Palestina.

Ketua pelaksana, Fadhilla Sri Wahyuni, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang literasi, tetapi juga momentum untuk membangkitkan kepedulian terhadap penderitaan rakyat Palestina.

“Melalui acara ini kita ingin membangun kesadaran dan kepedulian, sekaligus memajukan budaya membaca dan menulis di Sumatera Barat,” ujarnya.

Acara dibuka secara resmi oleh Bunda Literasi Provinsi Sumatera Barat, Ny. Harneli Mahyeldi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan literasi seperti ini tidak semata membahas karya sastra, tetapi juga memiliki nilai kemanusiaan yang dalam.

BACAJUGA

Pemerintah Genjot Renovasi 70 Ribu Sekolah pada 2026

Pemerintah Genjot Renovasi 70 Ribu Sekolah pada 2026

Rabu, 29/4/26 | 19:37 WIB
Webometrics 2026 Rilis Peringkat Kampus Terbaik, 10 PTKIN Masuk 100 Besar Indonesia

Webometrics 2026 Rilis Peringkat Kampus Terbaik, 10 PTKIN Masuk 100 Besar Indonesia

Senin, 27/4/26 | 13:36 WIB

“Acara ini bukan hanya sekadar bedah buku, tetapi juga bentuk kepedulian bagi saudara-saudara kita di Palestina,” katanya.

Sementara itu, Ketua FLP Sumatera Barat, Lindawati turut memberikan apresiasi atas antusiasme peserta. Ia mendorong generasi muda untuk menjadikan karya sastra sebagai sarana perjuangan intelektual dan kemanusiaan.

Acara bedah buku “Gaza Tak Pernah Sunyi” berlangsung dalam empat sesi. Pada sesi pertama, penulis Hardi memaparkan proses kreatif di balik karyanya. Ia menuturkan bahwa meski tokoh-tokoh dalam novelnya bersifat fiksi, kisah tersebut berangkat dari pengalaman nyata saat melakukan misi kemanusiaan di kawasan perbatasan Yordania–Palestina.

“Buku ini terinspirasi dari pengalaman saya saat menyusuri Yordania yang berbatasan langsung dengan Palestina. Saya kemas dalam bentuk fiksi agar lebih mudah diterima pembaca, tetapi substansinya tetap berangkat dari kenyataan,” jelasnya.

Sesi berikutnya menghadirkan dua pembicara utama. Dr. Elly Delfia dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, memberikan ulasan akademis terhadap buku tersebut. Ia menilai karya ini berhasil menggugah emosi dan empati pembaca melalui gaya penulisan yang memadukan kekuatan sastra dan nilai-nilai humanisme.

Sastrawan Sumatera Barat, Ragdi F. Daye, turut menambahkan bahwa novel “Gaza Tak Pernah Sunyi” memiliki alur yang konsisten dan mudah diikuti sehingga memberikan pengalaman membaca yang menyenangkan.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta berdiskusi mengenai peran penulis dalam membela isu kemanusiaan melalui karya sastra, sekaligus berbagi kiat praktis dalam menulis cerita yang bermakna.

Baca Juga: Gambaran Generasi Sandwich dalam Novel “Dompet Ayah Sepatu Ibu” karya JS. Khairen

Melalui kegiatan ini, FLP Sumatera Barat menegaskan bahwa menulis bukan sekadar aktivitas intelektual, tetapi juga bentuk aksi nyata untuk menyuarakan kemanusiaan. (*)

Tags: FLP Sumatera BaratSumatera Barat
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Pemprov Sumbar dan ITB HAS Bukittinggi Teken MoU: Sinergi Pendidikan dan Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045

Berita Sesudah

Dilumat Persita, Semen Padang FC Terbenam di Dasar Kelasemen Liga

Berita Terkait

Pemerintah Genjot Renovasi 70 Ribu Sekolah pada 2026

Pemerintah Genjot Renovasi 70 Ribu Sekolah pada 2026

Rabu, 29/4/26 | 19:37 WIB

Jakarta, Scientia.id - Prabowo Subianto menegaskan keseriusan pemerintah dalam mempercepat pembenahan infrastruktur pendidikan melalui program renovasi sekolah secara masif. Pada...

Webometrics 2026 Rilis Peringkat Kampus Terbaik, 10 PTKIN Masuk 100 Besar Indonesia

Webometrics 2026 Rilis Peringkat Kampus Terbaik, 10 PTKIN Masuk 100 Besar Indonesia

Senin, 27/4/26 | 13:36 WIB

Jakarta, Scientia.id - Lembaga pemeringkatan global Webometrics kembali merilis daftar perguruan tinggi terbaik di dunia untuk edisi Januari 2026. Dari...

Kemenag Gelar “Coaching Clinic” AI bagi Guru di Ramadan

Kemenag Gelar “Coaching Clinic” AI bagi Guru di Ramadan

Minggu, 08/3/26 | 16:24 WIB

Jakarta, Scientia.id - Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Pusbangkom SDM Pendidikan dan Keagamaan kembali menggelar Coaching Clinic Pintar Spesial Ramadan...

13 Prodi FISIP UNAND Berhasil Raih Predikat “Unconditional” Akreditasi Internasional ACQUIN

13 Prodi FISIP UNAND Berhasil Raih Predikat “Unconditional” Akreditasi Internasional ACQUIN

Rabu, 18/2/26 | 09:15 WIB

Foto: elly Padang, Scientia-Sebanyak 13 Program Studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas (UNAND) yang telah...

Lukisan Tangan dari Sulawesi Geser Klaim Seni Gua Tertua Dunia

Lukisan Tangan dari Sulawesi Geser Klaim Seni Gua Tertua Dunia

Senin, 26/1/26 | 19:56 WIB

Ilustrasi (Foto: Ist) Jakarta, Scientia.id - Sebuah temuan arkeologis penting terungkap dari kawasan Sulawesi Tenggara. Tim peneliti lintas negara melaporkan...

HI UNAND dan Muhammadiyah Sumbar Bahas ABS-SBK dan Global Values

HI UNAND dan Muhammadiyah Sumbar Bahas ABS-SBK dan Global Values

Jumat, 23/1/26 | 20:56 WIB

Padang, Scientia-Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat (PWM SUMBAR) melalui Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) bekerja sama dengan Departemen Hubungan...

Berita Sesudah
Dilumat Persita, Semen Padang FC Terbenam di Dasar Kelasemen Liga

Dilumat Persita, Semen Padang FC Terbenam di Dasar Kelasemen Liga

POPULER

  • Diksi Cantik sebagai Identitas Perempuan di Instagram

    Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kue Asida: Makanan Para Raja Riau yang Hampir Punah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Firdaus Apresiasi Semangat Gotong Royong Masyarakat Wujudkan Festival Juadah Tanpa APBD

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • APBD Sumbar Tahun 2025 Ditetapkan Rp6,4 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026