Selasa, 21/4/26 | 23:48 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Ketua DPC PKB Kota Padang: Peringatan G30S/PKI Jadi Pelajaran Sejarah dan Penguatan Nilai di Era Digital

Selasa, 30/9/25 | 10:46 WIB

Anggota DPRD Kota Padang, Yusri Latif. [foto : ist]
Anggota DPRD Kota Padang, Yusri Latif. [foto : ist]
Padang, Scientia – Ketua DPC PKB Kota Padang, Yusri Latif, mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan peringatan Gerakan 30 September (G30S/PKI) sebagai momentum mengambil pelajaran dari sejarah kelam bangsa sekaligus memperkuat nilai kebangsaan di era modern. Menurutnya, sejarah tidak boleh hanya dilihat sebagai masa lalu, tetapi juga harus dipahami sebagai pedoman dalam menjaga persatuan dan kedaulatan bangsa di tengah tantangan zaman.

“Peristiwa G30S/PKI adalah bukti bahwa bangsa ini pernah diuji dengan perpecahan dan pengkhianatan terhadap Pancasila. Jangan sampai itu terulang lagi. Tugas generasi sekarang adalah belajar dari sejarah, menjaga nilai persatuan, dan memperkuat jati diri bangsa,” ujar Latif kepada Scientia.

Ia menekankan, generasi muda hari ini tumbuh dalam dunia yang sangat berbeda dengan masa lalu. Perkembangan teknologi, terutama media sosial, membawa kemudahan dalam berkomunikasi, tetapi sekaligus memunculkan tantangan baru. “Jika dulu ancaman datang dari ideologi yang mencoba mengganti Pancasila, maka sekarang tantangannya bisa datang lewat derasnya informasi yang menyesatkan, hoaks, ujaran kebencian, dan budaya instan yang dapat melemahkan karakter generasi muda,” jelasnya.

Menurut Latif, peringatan G30S/PKI tidak cukup hanya dilakukan dengan seremoni tahunan atau pemutaran film. Generasi muda membutuhkan pendekatan yang relevan dengan kondisi zaman. “Kita bisa mengadakan diskusi terbuka, seminar, atau konten digital edukatif yang menjelaskan sejarah secara objektif. Dengan begitu, anak muda tidak sekadar tahu peristiwa, tetapi juga memahami makna dan pesan moralnya,” kata Yusri.

BACAJUGA

Aksi Sosial Jana Sandra Refleksi Semangat Kartini

Aksi Sosial Jana Sandra Refleksi Semangat Kartini

Selasa, 21/4/26 | 10:11 WIB
Bazaar dan Car Free Day Dharmasraya Dongkrak Omset UMKM

Bazaar dan Car Free Day Dharmasraya Dongkrak Omset UMKM

Senin, 20/4/26 | 14:59 WIB

Ia menambahkan, pendekatan yang mendidik akan membuat generasi muda lebih kritis dan tidak mudah terjebak dalam narasi provokatif. “Penting bagi kita memberi pemahaman yang jernih, sehingga sejarah bukan jadi momok, melainkan jadi cermin dan bekal untuk melangkah ke depan,” lanjutnya.

Pada momen ini, Latif juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh membuat bangsa ini kehilangan nilai-nilai dasarnya. Menurutnya, generasi muda harus tetap menempatkan Pancasila dan NKRI sebagai fondasi dalam menggunakan teknologi. Media sosial boleh saja bebas, tetapi kebebasan itu tidak boleh merusak persatuan bangsa.

Ia juga menegaskan bahwa kejujuran adalah hal yang sangat mahal di tengah banjir informasi. Hoaks, kata Yusri, bisa menyulut perpecahan, sehingga setiap orang harus terbiasa memverifikasi informasi agar lahir generasi yang kritis sekaligus jujur.

Selain itu, Latif menilai semangat gotong royong juga perlu terus dijaga. Teknologi memang bisa membuat orang sibuk dengan dirinya sendiri, namun justru seharusnya dimanfaatkan untuk membangun kerja sama produktif, bukan menjauhkan diri dari masyarakat.

Tak kalah penting, ia menekankan bahwa nilai religius dan moral juga harus tetap menjadi panduan dalam menggunakan teknologi. “Jangan sampai generasi muda kehilangan arah moral karena terlalu bebas di dunia digital. Nilai agama dan budaya harus tetap menjadi kompas dalam bersikap,” ucapnya.

Sebagai kader PKB yang berangkat dari rahim Nahdlatul Ulama, Latif menegaskan partainya memiliki komitmen untuk menjaga warisan para ulama: menegakkan Pancasila, memperkuat nasionalisme, dan merawat tradisi keagamaan yang moderat. Ia berharap generasi muda Kota Padang mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga bangsa dari ancaman ideologi yang berbahaya, baik yang datang secara nyata maupun melalui ruang digital.

“Harapan saya, anak-anak muda Padang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga kuat secara moral dan kokoh memegang nilai kebangsaan. Dengan begitu, mereka akan menjadi generasi tangguh yang siap menghadapi tantangan global,” ujarnya.

Latif menutup pesannya dengan mengingatkan bahwa sejarah adalah guru yang paling berharga. “Kalau bangsa ini melupakan sejarahnya, maka ia akan kehilangan arah. Mari kita jadikan peringatan G30S/PKI sebagai pengingat untuk tetap waspada, menjaga persatuan, dan menanamkan nilai-nilai kebaikan, baik dalam kehidupan nyata maupun di dunia digital,” pungkasnya.(yrp)

Tags: DPC PKB Kota PadangPeringatan G30S/PKIYusri Latif
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Panen Raya di Alahan Panjang, Kabupaten Solok Pertegas Posisi Sentra Bawang Merah Terbesar di Sumbar

Berita Sesudah

Raker Forwana 2025: Mahyeldi Dorong Nagari Jadi Ujung Tombak Pembangunan Sumbar

Berita Terkait

Aksi Sosial Jana Sandra Refleksi Semangat Kartini

Aksi Sosial Jana Sandra Refleksi Semangat Kartini

Selasa, 21/4/26 | 10:11 WIB

Jakarta, Scientia — Peringatan Hari Kartini tak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum untuk menegaskan peran perempuan dalam aksi...

Bazaar dan Car Free Day Dharmasraya Dongkrak Omset UMKM

Bazaar dan Car Free Day Dharmasraya Dongkrak Omset UMKM

Senin, 20/4/26 | 14:59 WIB

Dharmasraya, Scientia.id - Perputaran ekonomi selama pelaksanaan Dharmasraya Bazaar, live music, dan Car Free Day dinilai mampu menggerakkan ekonomi masyarakat...

Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]

65 Kandidat Ketua DPC PKB se-Sumbar Bakal Ikuti UKK

Kamis, 16/4/26 | 20:48 WIB

Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.Padang, Scientia - Sebanyak 65 bakal calon Ketua Tanfidz Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa...

KAN Pauh Kamba Diduga Cegah Pencalonan Warga, Status Adat Jadi Penghalang Pilwana

KAN Pauh Kamba Diduga Cegah Pencalonan Warga, Status Adat Jadi Penghalang Pilwana

Kamis, 16/4/26 | 19:28 WIB

Padang Pariaman, Scientia — Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pauh Kamba, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman, diduga menghambat hak politik...

Pemerintah Kota (Pemko) Padang memperkuat sinergi di bidang hukum dengan menjalin kerja sama strategis bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang, melalui Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun).

Memperkuat Sinergi di Bidang Hukum Wali Kota Padang Menandatangani MoU Bersama Kepala Kajari Padang

Kamis, 16/4/26 | 17:10 WIB

Pemerintah Kota (Pemko) Padang memperkuat sinergi di bidang hukum dengan menjalin kerja sama strategis bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang, melalui...

Melalui Program Unggulan (Progul) "Padang Juara", Pemerintah Kota (Pemko) Padang kembali menjalin Memorandum of Understanding (MoU) dengan Yayasan Putera Sampoerna tentang Program Bantuan Pendidikan Tingkat Sarjana di Sampoerna University untuk tahun akademik 2026/2027.

Progul Padang Juara Pemko Padang Beasiswakan 8 Siswa ke Sampoerna University Tahun Ajaran 2027/2027

Kamis, 16/4/26 | 16:57 WIB

Melalui Program Unggulan (Progul) "Padang Juara", Pemerintah Kota (Pemko) Padang kembali menjalin Memorandum of Understanding (MoU) dengan Yayasan Putera Sampoerna...

Berita Sesudah
Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat Raker Forwana.[foto : ist]

Raker Forwana 2025: Mahyeldi Dorong Nagari Jadi Ujung Tombak Pembangunan Sumbar

POPULER

  • Memahami Kembali Imbuhan memper-

    Persoalan “ini” dan “itu” di dalam Berbagai Konteks

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggunaan Kata Penghubung “tetapi” dan “sedangkan”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-Puisi Elly Delfia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026