Kamis, 30/7/26 | 11:10 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Ketua DPC PKB Kota Padang: Peringatan G30S/PKI Jadi Pelajaran Sejarah dan Penguatan Nilai di Era Digital

Selasa, 30/9/25 | 10:46 WIB

Anggota DPRD Kota Padang, Yusri Latif. [foto : ist]
Anggota DPRD Kota Padang, Yusri Latif. [foto : ist]
Padang, Scientia – Ketua DPC PKB Kota Padang, Yusri Latif, mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan peringatan Gerakan 30 September (G30S/PKI) sebagai momentum mengambil pelajaran dari sejarah kelam bangsa sekaligus memperkuat nilai kebangsaan di era modern. Menurutnya, sejarah tidak boleh hanya dilihat sebagai masa lalu, tetapi juga harus dipahami sebagai pedoman dalam menjaga persatuan dan kedaulatan bangsa di tengah tantangan zaman.

“Peristiwa G30S/PKI adalah bukti bahwa bangsa ini pernah diuji dengan perpecahan dan pengkhianatan terhadap Pancasila. Jangan sampai itu terulang lagi. Tugas generasi sekarang adalah belajar dari sejarah, menjaga nilai persatuan, dan memperkuat jati diri bangsa,” ujar Latif kepada Scientia.

Ia menekankan, generasi muda hari ini tumbuh dalam dunia yang sangat berbeda dengan masa lalu. Perkembangan teknologi, terutama media sosial, membawa kemudahan dalam berkomunikasi, tetapi sekaligus memunculkan tantangan baru. “Jika dulu ancaman datang dari ideologi yang mencoba mengganti Pancasila, maka sekarang tantangannya bisa datang lewat derasnya informasi yang menyesatkan, hoaks, ujaran kebencian, dan budaya instan yang dapat melemahkan karakter generasi muda,” jelasnya.

Menurut Latif, peringatan G30S/PKI tidak cukup hanya dilakukan dengan seremoni tahunan atau pemutaran film. Generasi muda membutuhkan pendekatan yang relevan dengan kondisi zaman. “Kita bisa mengadakan diskusi terbuka, seminar, atau konten digital edukatif yang menjelaskan sejarah secara objektif. Dengan begitu, anak muda tidak sekadar tahu peristiwa, tetapi juga memahami makna dan pesan moralnya,” kata Yusri.

BACAJUGA

Calon Jamaah Haji Sumbar Nomor Porsi di Bawah 94885 Berpeluang Berangkat pada 2027

Calon Jamaah Haji Sumbar Nomor Porsi di Bawah 94885 Berpeluang Berangkat pada 2027

Rabu, 29/7/26 | 13:35 WIB
Foto: ist

Biaya Haji Khusus Lebih Mahal, Lisda Hendrajoni: Sejalan dengan Layanan dan Masa Tunggu yang Lebih Singkat

Rabu, 29/7/26 | 13:19 WIB

Ia menambahkan, pendekatan yang mendidik akan membuat generasi muda lebih kritis dan tidak mudah terjebak dalam narasi provokatif. “Penting bagi kita memberi pemahaman yang jernih, sehingga sejarah bukan jadi momok, melainkan jadi cermin dan bekal untuk melangkah ke depan,” lanjutnya.

Pada momen ini, Latif juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh membuat bangsa ini kehilangan nilai-nilai dasarnya. Menurutnya, generasi muda harus tetap menempatkan Pancasila dan NKRI sebagai fondasi dalam menggunakan teknologi. Media sosial boleh saja bebas, tetapi kebebasan itu tidak boleh merusak persatuan bangsa.

Ia juga menegaskan bahwa kejujuran adalah hal yang sangat mahal di tengah banjir informasi. Hoaks, kata Yusri, bisa menyulut perpecahan, sehingga setiap orang harus terbiasa memverifikasi informasi agar lahir generasi yang kritis sekaligus jujur.

Selain itu, Latif menilai semangat gotong royong juga perlu terus dijaga. Teknologi memang bisa membuat orang sibuk dengan dirinya sendiri, namun justru seharusnya dimanfaatkan untuk membangun kerja sama produktif, bukan menjauhkan diri dari masyarakat.

Tak kalah penting, ia menekankan bahwa nilai religius dan moral juga harus tetap menjadi panduan dalam menggunakan teknologi. “Jangan sampai generasi muda kehilangan arah moral karena terlalu bebas di dunia digital. Nilai agama dan budaya harus tetap menjadi kompas dalam bersikap,” ucapnya.

Sebagai kader PKB yang berangkat dari rahim Nahdlatul Ulama, Latif menegaskan partainya memiliki komitmen untuk menjaga warisan para ulama: menegakkan Pancasila, memperkuat nasionalisme, dan merawat tradisi keagamaan yang moderat. Ia berharap generasi muda Kota Padang mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga bangsa dari ancaman ideologi yang berbahaya, baik yang datang secara nyata maupun melalui ruang digital.

“Harapan saya, anak-anak muda Padang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga kuat secara moral dan kokoh memegang nilai kebangsaan. Dengan begitu, mereka akan menjadi generasi tangguh yang siap menghadapi tantangan global,” ujarnya.

Latif menutup pesannya dengan mengingatkan bahwa sejarah adalah guru yang paling berharga. “Kalau bangsa ini melupakan sejarahnya, maka ia akan kehilangan arah. Mari kita jadikan peringatan G30S/PKI sebagai pengingat untuk tetap waspada, menjaga persatuan, dan menanamkan nilai-nilai kebaikan, baik dalam kehidupan nyata maupun di dunia digital,” pungkasnya.(yrp)

Tags: DPC PKB Kota PadangPeringatan G30S/PKIYusri Latif
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Panen Raya di Alahan Panjang, Kabupaten Solok Pertegas Posisi Sentra Bawang Merah Terbesar di Sumbar

Berita Sesudah

Raker Forwana 2025: Mahyeldi Dorong Nagari Jadi Ujung Tombak Pembangunan Sumbar

Berita Terkait

Calon Jamaah Haji Sumbar Nomor Porsi di Bawah 94885 Berpeluang Berangkat pada 2027

Calon Jamaah Haji Sumbar Nomor Porsi di Bawah 94885 Berpeluang Berangkat pada 2027

Rabu, 29/7/26 | 13:35 WIB

Padang, Scientia – Kementerian Haji dan Umrah melalui Kantor Wilayah Sumatera Barat mulai melakukan proses verifikasi calon jemaah haji reguler...

Foto: ist

Biaya Haji Khusus Lebih Mahal, Lisda Hendrajoni: Sejalan dengan Layanan dan Masa Tunggu yang Lebih Singkat

Rabu, 29/7/26 | 13:19 WIB

Foto: ist Padang, Scientia – Biaya haji khusus yang jauh lebih mahal dibandingkan haji reguler dinilai sebanding dengan layanan yang...

Lisda Hendrajoni Dukung Skema Baru Biaya Haji 2027, Jamaah Diusulkan Hanya Bayar 40 Persen

Lisda Hendrajoni Dukung Skema Baru Biaya Haji 2027, Jamaah Diusulkan Hanya Bayar 40 Persen

Rabu, 29/7/26 | 12:48 WIB

Padang, Scientia – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi NasDem, Lisda Hendrajoni, menyatakan dukungannya terhadap rencana perubahan skema pembiayaan...

DPC PKB Kota Payakumbuh Resmikan Kantor Baru

DPC PKB Kota Payakumbuh Resmikan Kantor Baru

Rabu, 29/7/26 | 00:50 WIB

Payakumbuh, Scientia – Kantor sekretariat Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Payakumbuh yang berlokasi di Jalan Khatib...

Bawaslu Agam Terus Kembangkan Pengawas Partisipatif

Bawaslu Agam Terus Kembangkan Pengawas Partisipatif

Selasa, 28/7/26 | 16:01 WIB

Agam, Scientia – Bawaslu Kabupaten Agam mulai mempersiapkan fondasi pengawasan Pemilu 2029 dengan melibatkan generasi muda sebagai pengawas partisipatif. Langkah...

Bupati Dharmasraya Bicara di Forum Internasional, Bahas Transformasi Layanan Kesehatan Primer

Bupati Dharmasraya Bicara di Forum Internasional, Bahas Transformasi Layanan Kesehatan Primer

Selasa, 28/7/26 | 07:54 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani tampil sebagai salah satu narasumber utama dalam sesi Leaders Talk pada Leimena...

Berita Sesudah
Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat Raker Forwana.[foto : ist]

Raker Forwana 2025: Mahyeldi Dorong Nagari Jadi Ujung Tombak Pembangunan Sumbar

POPULER

  • DPC PKB Kota Payakumbuh Resmikan Kantor Baru

    DPC PKB Kota Payakumbuh Resmikan Kantor Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Ejaan menjadi Humor Kritik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Hierarki Satuan Kebahasaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lisda Hendrajoni Dukung Skema Baru Biaya Haji 2027, Jamaah Diusulkan Hanya Bayar 40 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026