![Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/09/FB_IMG_1758797743322.jpg)
Padang, Scientia – Ketua DPW PKB Sumatera Barat, Firdaus, menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah kebakaran yang menimpa Pasar Payakumbuh dan menghanguskan ratusan kios beberapa waktu lalu. Menurutnya, kebakaran ini bukan hanya bencana fisik, tetapi juga bencana ekonomi bagi ratusan pedagang yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas pasar.
“Pasar adalah jantung ekonomi rakyat. Kalau pasar berhenti berdenyut, otomatis perekonomian masyarakat juga ikut terguncang. Karena itu, penanganan pasca kebakaran ini harus cepat, tepat, dan berpihak pada pedagang,” ujar Firdaus.
Firdaus menilai bantuan yang telah disalurkan, baik dari Pemerintah Provinsi Sumbar maupun berbagai lembaga seperti Bank Nagari, Jamkrida, dan Baznas, merupakan bukti nyata adanya semangat gotong royong dalam membantu masyarakat.
“Bantuan yang diberikan memang tidak akan cukup mengganti kerugian pedagang, tapi setidaknya bisa menjadi langkah awal agar mereka segera bangkit kembali,” ungkapnya.
Namun demikian, Firdaus menekankan bahwa penanganan bencana ini tidak boleh berhenti pada bantuan jangka pendek semata. Menurutnya, pemerintah perlu segera merancang solusi jangka panjang berupa pembangunan pasar yang lebih aman, modern, dan ramah bagi pedagang kecil.
“Kita ingin relokasi berjalan cepat, tapi juga harus memikirkan pembangunan pasar permanen ke depan. Jangan sampai pedagang terus-menerus berada dalam ketidakpastian. Negara harus hadir memberi kepastian usaha bagi rakyat kecil,” tegas Firdaus.
Firdaus juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak, termasuk dukungan dari pemerintah pusat maupun wakil Sumbar di Senayan, yang ikut mendorong perhatian lebih terhadap pemulihan Pasar Payakumbuh. Menurutnya, inilah momentum bagi semua pihak untuk memperlihatkan keberpihakan nyata kepada masyarakat bawah.
“PKB selalu berdiri bersama rakyat kecil. Kami mendorong agar setiap kebijakan pemulihan ekonomi benar-benar menyentuh pedagang, bukan hanya sekadar seremoni. Jika pedagang bisa kembali tersenyum, maka Sumatera Barat pun akan ikut tersenyum,” pungkas Firdaus.(yrp)








