Selasa, 03/3/26 | 23:46 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Rumah dan Kenangan yang Abadi

Minggu, 24/8/25 | 21:15 WIB
Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Lastry Monika
(Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand)

 

Minggu lalu, tepat pada 17 Agustus 2025, saya menulis sebuah catatan berjudul “Tuah Rumah” tentang kenangan akan rumah di kampung halaman di kolom “Renyah” ini. Namun setelah tulisan itu rampung, saya merasa masih ada yang tertinggal, seperti suara yang belum selesai bercerita. Rupanya, kenangan tentang rumah tidak pernah tuntas dalam sekali gores. Ia selalu memanggil untuk dituliskan lagi, karena di balik setiap sudut rumah ada jejak masa lalu yang tak kalah penting untuk dikenang.

Sering kali kenangan itu datang begitu saja, seperti pintu yang tiba-tiba terbuka di benak. Saya masih bisa merasakan bagaimana suasana rumah di kampung kala pagi hari. Ibu selalu menjadi yang paling dulu terjaga, bahkan sejak subuh ia sudah sibuk di dapur atau menyiapkan sarapan.

BACAJUGA

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB
Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Suaranya yang lembut, kadang bercampur nada tegas, membangunkan kami agar segera bersiap ke sekolah. Namun, kami sering pura-pura masih terlelap, enggan beranjak dari hangatnya selimut. Hingga akhirnya, langkah ibu yang mondar-mandir dan ketegasan ucapannya membuat kami tak punya alasan lagi untuk bermalas-malasan.

Setiap sore, halaman rumah menjadi saksi riuh kami bermain. Ada yang main kelereng, ada pula yang berkejaran sampai debu beterbangan. Kadang, suara ibu memanggil dari dapur memotong kegembiraan kami, menyuruh masuk.

Malam hari, rumah semakin syahdu. Di musim penghujan, suara hujan yang menimpa atap seng menghasilkan irama khas yang sampai kini masih saya rindukan. Di ruang tengah, ibu kerap duduk menemani kami belajar. Beliau jarang beranjak, seakan menjadi penjaga yang memastikan setiap pekerjaan rumah benar-benar selesai.

Kadang mata kami sudah mulai mengantuk, pensil terlepas dari tangan, tapi ibu tetap sabar membangunkan, memberi semangat, bahkan sesekali membantu mengoreksi hitungan yang salah. Kehadirannya membuat suasana belajar terasa hangat, seolah dinding rumah ikut menyerap kesabaran dan kasih sayangnya, menambah “tuah” yang membuat rumah itu kokoh hingga kini.

Kini, ketika rumah lebih sering sepi, kenangan itu hadir seperti cahaya yang menghangatkan kembali ruang-ruang kosongnya. Saya percaya, meski rumah lapuk dimakan waktu, selama kenangan masih hidup di hati, rumah itu tidak pernah benar-benar mati. Ia tetap berdiri sebagai penanda, tempat di mana kasih sayang pernah tumbuh.

Tags: #Lastry Monica
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Acara Molor, Peserta Pawai Budaya Nagari Sungai Duo Kecewa dengan Bupati Annisa

Berita Sesudah

Anggota DPRD Sumbar Neldaswenti Sosialisasikan Perda Pengembangan Ekraf

Berita Terkait

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah/Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand) Dalam beberapa minggu terakhir, saya berkunjung ke beberapa nagari untuk...

Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kecamatan Gunuang Omeh, khususnya Nagari Talang Anau bukan tempat...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Jika Renyah dapat dianalogikan, ia bukan ruang yang hadir dengan suara lantang atau pernyataan yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir tahun 2025 kita lewati dengan langkah yang lebih pelan. Bencana yang terjadi di...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saat istirahat siang, saya sering lengah dengan waktu. Bukan karena terburu-buru seperti di pagi...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Ketika Waktu Tak Menunggu

Minggu, 07/12/25 | 22:22 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya sering bangun tergesa, seolah pagi datang lebih cepat dari dugaan. Waktu terus berjalan...

Berita Sesudah

Anggota DPRD Sumbar Neldaswenti Sosialisasikan Perda Pengembangan Ekraf

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Fadli Amran Lantik Empat Pimpinan Tinggi Pratama dan 50 Kepsek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wawako Padang Pimpin Apel Gelar Pasukan Persiapan Ramadhan 1447 Hijriah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Peranakan Tionghoa dalam Sastra Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024