Kamis, 05/3/26 | 18:04 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home POLITIK

Negara Abai, Enggano Terisolasi : Puan Sebut Krisis Ini Bukan Sekadar Masalah Teknis

Jumat, 20/6/25 | 21:08 WIB

Ketua DPR RI, Puan Maharani. [foto : ist]
Ketua DPR RI, Puan Maharani. [foto : ist]
Jakarta, Scientia – Ketua DPR RI Puan Maharani mengeluarkan pernyataan tegas terkait keterisolasian Pulau Enggano, Bengkulu, yang hingga kini nyaris lumpuh total akibat dangkalnya alur Pelabuhan Pulau Baai. Puan menyebut kondisi ini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan telah menjelma menjadi krisis kemanusiaan yang dibiarkan berlarut tanpa solusi konkret dari negara.

“Ini bukan sekadar masalah kapal tidak bisa bersandar. Ini adalah kegagalan negara menjamin hak dasar warganya,” kata Puan, Jumat (20/06/2025).

Selama berbulan-bulan, sekitar 4.000 warga Pulau Enggano hidup dalam keterbatasan ekstrem. Pasokan bahan pangan menipis, pelayanan kesehatan lumpuh, dan hasil bumi tak bisa dijual akibat macetnya jalur distribusi. Ironisnya, pemerintah daerah Bengkulu terkesan bungkam dan meninabobokan publik dengan narasi “semua sudah tertangani”, padahal faktanya masyarakat semakin menderita.

“Ketidakhadiran negara dalam situasi genting seperti ini tidak dapat dibenarkan. Rakyat Enggano adalah bagian dari Republik Indonesia. Mereka tidak boleh ditinggalkan,” tegas Puan.

BACAJUGA

Puan Maharani Desak Polri Usut Tuntas Kasus Rantis Brimob Lindas Pengemudi Ojol Affan Kurniawan

Puan Maharani Desak Polri Usut Tuntas Kasus Rantis Brimob Lindas Pengemudi Ojol Affan Kurniawan

Jumat, 29/8/25 | 19:22 WIB
Ketua DPR RI, Puan Maharani.[foto : ist]

Puan Maharani Tegaskan Legislator PDIP Harus Jadi Pelopor, Bukan Sekadar Pelapor

Rabu, 30/7/25 | 23:16 WIB

Pendangkalan Pelabuhan Pulau Baai yang terjadi sejak Maret 2025 telah membuat kapal penumpang dan logistik tak bisa merapat ke dermaga. Penumpang bahkan terpaksa turun di tengah laut, sebuah potret nyata dari kelumpuhan pelayanan publik di wilayah perbatasan.

Hingga Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Wilayah Bengkulu pun mengecam keras sikap pasif pemerintah daerah. Mereka menuntut tindakan nyata, bukan sekadar retorika yang membungkus kegagalan manajemen krisis.

Puan menilai krisis ini memperlihatkan lemahnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus mengungkap betapa abainya negara terhadap wilayah terpencil.

“Jika negara terus meminggirkan pulau-pulau kecil, maka mimpi tentang pembangunan merata hanya akan jadi omong kosong,” ujar cucu Proklamator Bung Karno itu.

Ia pun mengingatkan komitmen Indonesia dalam Agenda SDGs 2030 dengan prinsip “No one left behind”. Menurutnya, membiarkan Enggano terisolasi berarti mengingkari semangat pembangunan berkelanjutan dan keadilan sosial yang selama ini digembar-gemborkan.

“Kita ini sering lantang bersuara di panggung dunia tentang pembangunan inklusif. Tapi lihatlah, warga di pulau sendiri ditelantarkan. Ini tamparan keras bagi nurani kita sebagai bangsa,” kecamnya.

Puan menuntut Kementerian Perhubungan segera mengirim kapal logistik dan penumpang secara rutin ke Enggano serta mempercepat pengerukan Pelabuhan Pulau Baai. Ia juga meminta adanya pelayaran alternatif dan intervensi darurat dari kementerian teknis seperti Kementerian Sosial, Kesehatan, dan BNPB.

“Dana Desa dan APBD juga harus bisa dioptimalkan untuk menyewa armada logistik lokal, agar denyut ekonomi masyarakat kembali hidup,” ujarnya.

Tak hanya itu, Puan mendorong percepatan pembahasan RUU Daerah Kepulauan agar pembangunan tidak lagi bias daratan. Ia menekankan, ukuran keberhasilan negara bukan pada megahnya proyek infrastruktur, tetapi sejauh mana negara mampu hadir dalam situasi paling mendesak.

“Pulau Enggano harus menjadi cermin bahwa pembangunan sejati adalah ketika negara tak membiarkan satu pun warganya tertinggal. Sekecil apa pun wilayah itu, sejauh apa pun dari pusat kekuasaan,” tutupnya.

Puan juga memastikan DPR RI akan terus mengawal penanganan krisis ini sampai pemerintah benar-benar hadir dan bertindak, bukan sekadar bicara.(yrp)

Tags: BengkuluKetua DPR RIPuan MaharaniPulau EngganoPulau Terisolir di Bengkulu
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Menyoal Pembabatan Hutan di Mentawai, Alex Indra Lukman : Jangan Korbankan Laut dan Hutan Mentawai Demi Ekonomi Sesaat

Berita Sesudah

Keterlibatan Masyarakat dalam Pembangunan Dapat Apresiasi dari DPW PKB Sumbar

Berita Terkait

Penguatan Internalisasi Lembaga, Bawaslu Agam Sampaikan Hasil Pengawasan Coktas ke Bawaslu Provinsi

Selasa, 30/9/25 | 17:55 WIB

AGAM, Scientia.id – Penguatan internalisasi kelembagaan, Anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Barat Muhamad Khadafi kunjungi Bawaslu Kabupaten Agam. Dalam kegiatan yang...

Rakor Pengawasan PDPB, Bawaslu Agam Tekankan Permasalahan Krusial Data Pemilih

Senin, 29/9/25 | 15:51 WIB

AGAM, Scientia.id – Bawaslu Agam adakan kegiatan Rakor Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) pada Senin (29/09) di Kantor Bawaslu...

Bawaslu Agam Bahas Kajian Hukum, Rendi: Jaga Relevansi dan Integritas Pengawas Pemilu

Selasa, 23/9/25 | 16:13 WIB

AGAM, Scientia.id - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Agam adakan kegiatan RDK dengan tema Kajian Hukum pada Selasa (23/09)....

Pengawasan Coklit Terbatas, Bawaslu Agam Temukan Orang Meninggal Masuk Dalam Daftar Pemilih

Jumat, 19/9/25 | 08:57 WIB

AGAM, Scientia.id - Bawaslu Kabupaten Agam melakukan pengawasan melekat terhadap proses Pencocokan dan Penelitian Terbatas (Coktas) yang dilakukan oleh KPU...

Konsisten Jalin Kerjasama, Bawaslu Agam Hidupkan Kembali Saka Adhyasta Pemilu

Jumat, 12/9/25 | 16:20 WIB

Agam, Scientia.id - Menjadi salah satu kabupaten pertama di Sumatera Barat yang membangun kerjasama dengan pramuka melalui pembentukan Saka Adhyasta...

Efisiensi di Negeri Petro Dolar: Jalan Penuh Lubang, Jembatan Reyot Vs Mobil Dinas Baru yang Lukai Rasa Keadilan

Disinformasi, Diskominfo, dan Wajah Pemerintahan Kepala Daerah Kabupaten Dharmasraya

Senin, 08/9/25 | 20:14 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Belum redam kehebohan tentang isu perseteruan legislatif dan eksekutif yang diduga disebabkan oleh satu rilis resmi dari...

Berita Sesudah
Anggota DPRD Sumbar dari PKB, Firdaus (Foto: Ist)

Keterlibatan Masyarakat dalam Pembangunan Dapat Apresiasi dari DPW PKB Sumbar

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata Ganti Orang Ketiga “Beliau”, “Dia”, dan “Ia” dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hiperbola dalam Cerpen “Gubrak!” Seno Gumira Ajidarma

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Analisis Unsur Intrinsik Naskah Drama “Orang-Orang di Tikungan Jalan” Karya Rendra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024