Jumat, 29/8/25 | 07:26 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Lampu Emergency dan Sumber Tawa

Minggu, 12/1/25 | 17:08 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Saya masih teringat jelas sebuah celetukan spontan dari seorang teman tentang lampu emergency yang sukses mengundang gelak tawa tanpa henti. Bukan sekadar candaan biasa, ucapannya yang absurd itu menciptakan suasana hangat di tengah persiapan serius untuk sebuah agenda kegiatan. Ironis dan tak terduga, celetukan tersebut menjadi momen tak terlupakan yang terus kami kenang dengan senyuman.

Waktu itu, saat kami berkumpul dan serius mempersiapkan agenda kegiatan, seorang teman tiba-tiba melontarkan celetukan. “Kalau nanti mati lampu, jangan lupa bawa lampu emergency. Tapi ingat, pastikan sudah dicolok ke listrik dulu supaya nyala!”, begitu celetukannya. Seketika, ruangan yang semula penuh konsentrasi berubah menjadi tempat ledakan tawa. Beberapa teman tertawa hingga wajah memerah, ada pula yang hampir tersedak minuman.

BACAJUGA

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Rahasia di Balik Semangkuk Mi Rebus

Minggu, 10/8/25 | 19:24 WIB
Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Crack! Sebuah Denting Kecil

Minggu, 13/7/25 | 18:39 WIB

Bayangkan situasinya, kami sedang mendiskusikan persiapan untuk kegiatan di alam terbuka yang jauh dari jangkauan sumber listrik. Namun, salah satu teman justru mengungkapkan kekhawatirannya tentang lampu emergency yang membutuhkan sambungan listrik untuk berfungsi. Logika pernyataan tersebut terasa melenceng dari konteks, tetapi justru itulah yang membuatnya begitu menggelikan.

Momen itu tidak hanya mencairkan suasana, tetapi juga menjadi semacam “ritual humor” dalam setiap persiapan kegiatan kami selanjutnya. Setiap kali ada yang menyebut lampu emergency, pasti disambut dengan candaan, “sudah dicas belum?”. Dan itu selalu berulang kami lakukan.

Lebih dari itu, celetukan tersebut mengajarkan kami untuk tidak terlalu larut dalam keseriusan. Kadang, kita memang butuh sejenak berhenti, melepaskan tawa, dan menyadari bahwa tidak semua hal harus berjalan sesuai logika yang sempurna. Justru ketidaksempurnaan itulah yang sering kali menghadirkan cerita berkesan. Dan siapa sangka, lampu emergency yang biasanya hanya dianggap alat fungsional kini memiliki “nyawa” lain, bukan hanya sebagai sumber penerangan, tetapi juga sebagai sumber tawa yang terus menyala di antara kami.

Pada akhirnya, celetukan sederhana tentang lampu emergency mengingatkan kami bahwa hidup, seperti perjalanan yang sedang kami rencanakan, tidak selalu harus sempurna atau sepenuhnya terencana. Ada ruang untuk tawa, spontanitas, dan ketidaksempurnaan yang justru memberikan warna dalam kebersamaan. Momen kecil yang dipenuhi humor ini menjadi refleksi bahwa di tengah kesibukan dan tanggung jawab, kita tetap membutuhkan jeda untuk menikmati kebahagiaan sederhana.

Terkadang, makna kehidupan tidak ditemukan dalam hal-hal besar, tetapi dalam detail kecil yang menyentuh hati dan menyatukan kita. Dan siapa tahu, mungkin humor adalah lampu emergency yang sejati. Selalu siap menyala di saat kita membutuhkan cahaya untuk menerangi perjalanan hidup yang kadang penuh gelap dan tantangan.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Perbedaan Kata Ganti Orang Ketiga “Beliau”, “Dia”, dan “Ia” dalam Bahasa Indonesia

Berita Sesudah

Cerpen “Kepingan Puzzle yang Hilang” karya Athifaleaa dan Ulasannya Oleh M. Adioska

Berita Terkait

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Rumah dan Kenangan yang Abadi

Minggu, 24/8/25 | 21:15 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand)   Minggu lalu, tepat pada 17 Agustus 2025, saya menulis sebuah catatan...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tuah Rumah

Minggu, 17/8/25 | 19:03 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand)   Dalam dua tahun terakhir, rumah saya di kampung lebih sering sepi....

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Rahasia di Balik Semangkuk Mi Rebus

Minggu, 10/8/25 | 19:24 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Sore itu, hujan mengguyur tanpa henti sejak siang, menebar hawa dingin yang merayap masuk...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Melangkah Pelan dalam Dunia Pernaskahan: Catatan dari Masterclass Naskah Sumatera

Minggu, 03/8/25 | 21:28 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand)   Menjadi peserta Masterclass Naskah Sumatera yang diadakan oleh SOAS University of...

Suatu Hari di Sekolah

Fiksi dan Fakta: Dua Sayap Literasi

Minggu, 27/7/25 | 16:28 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Perdebatan soal bacaan fiksi dan nonfiksi kerap muncul di...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Ruang Bernama Kita

Minggu, 20/7/25 | 21:04 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Pada 16 Februari 2025, saya pernah menulis di rubrik...

Berita Sesudah
Cerpen “Kepingan Puzzle yang Hilang” karya Athifaleaa dan Ulasannya Oleh M. Adioska

Cerpen "Kepingan Puzzle yang Hilang" karya Athifaleaa dan Ulasannya Oleh M. Adioska

POPULER

  • Kominfo Dharmasraya Diduga Jadi Biang Kegaduhan Soal Pembahasan Asistensi APBD-P 2025

    Kominfo Dharmasraya Diduga Jadi Biang Kegaduhan Soal Pembahasan Asistensi APBD-P 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukittinggi Didorong Jadi Kota Beradat, Berbudaya, dan Ramah Pejalan Kaki

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 401 PPPK di Pesisir Selatan Resmi Dilantik, Bupati Ingatkan Jangan Gadaikan SK ke Bank

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Solok Tutup Safari Berburu Hama, Dorong Perlindungan Pertanian dan Silaturahmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buzzer, Kominfo, dan Tensi Politik Dharmasraya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024