Selasa, 10/3/26 | 05:34 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Raket Nyamuk Elektrik

Minggu, 15/12/24 | 17:00 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Ada sesuatu yang memikat dari suara “crack!” kecil di udara, sebuah tanda kemenangan dalam duel tak seimbang: saya versus nyamuk. Akhir-akhir ini, raket nyamuk elektrik menjadi senjata favorit saya untuk menjaga diri dari gigitan pengganggu kecil itu. Bukan hanya sekadar alat, raket ini adalah kombinasi sempurna antara efisiensi, kesehatan, dan hiburan.

Tidak ada asap menyengat yang menyesaki ruangan, tidak ada racun kimia yang mengusik napas. Hanya ada saya, raket nyamuk elektrik di tangan, dan tekad untuk memburu pengganggu kecil itu. Setiap ayunan bukan sekadar gerakan biasa; ini soal kecepatan, ketepatan, dan strategi. Kata teman, sensasinya mirip bermain bulutangkis, bedanya lawannya kecil, lincah, dan berdengung, tapi tetap saja kalah telak dalam sekali pukul!

BACAJUGA

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB
Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Menggunakan raket nyamuk elektrik ternyata lebih dari sekadar membasmi serangga. Dalam setiap gerakannya, ada manfaat tersembunyi: tubuh yang lebih aktif. Siapa sangka memburu nyamuk bisa berubah menjadi olahraga ringan?

Saya bergerak, membungkuk, melompat kecil, bahkan terkadang tertawa ketika menangkap mereka dalam kilatan listrik. Sensasi memburu itu menghadirkan kepuasan tersendiri. Seperti seorang penjelajah yang menaklukkan rintangan kecil di tengah hutan rumahnya sendiri, begitu perumpamaannya.

Dan yang paling menarik, setiap kali raket ini saya ayunkan, ada rasa lega yang tak tergantikan. Tanpa bau kimia atau asap yang menyiksa, saya tetap bisa menikmati udara bersih sambil melindungi diri dari nyamuk. Raket nyamuk elektrik bukan hanya alat pembasmi, melainkan simbol kemenangan kecil yang membuat hidup terasa lebih sehat, aktif, dan seru.

Tentu, ada momen-momen lucu yang selalu menyertai “petualangan” ini. Pernah suatu kali, saya terlalu bersemangat hingga raket nyamuk mengenai betis teman. Bukannya membasmi nyamuk, saya malah panik mendengar bunyi “crack!”, salah sasaran. Nyamuknya selamat, tapi tidak dengan betis teman.

Saya masih mendengar nyamuk itu berdengung, seakan mengejek dengan tawa kecilnya, “haha meleset”. Sejak itu, saya belajar satu hal penting menjadi pemburu nyamuk membutuhkan ketenangan hati dan tangan yang presisi. Ini seni, bukan sekadar olahraga.

Pada akhirnya, raket nyamuk elektrik mengajarkan saya banyak hal. Bahwa dalam memburu hal kecil, dibutuhkan kesabaran besar. Meskipun kita sering meleset, tetap ada kesempatan untuk mencoba asal jangan sampai yang kena betis teman lagi. Dan yang paling penting, hidup ini sebenarnya mirip perburuan nyamuk, ada gangguan kecil yang menguji kesabaran, ada momen-momen lucu yang membuat kita tertawa, dan ada kepuasan luar biasa saat akhirnya kita berhasil menang.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Sastra Bandingan: dari Dongeng Klasik ke Novel Populer

Berita Sesudah

Golkar Usung Kepala Daerah Dipilih Lewat DPRD

Berita Terkait

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu hari, dalam sebuah percakapan santai, saya tiba-tiba terpikir...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah/Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand) Dalam beberapa minggu terakhir, saya berkunjung ke beberapa nagari untuk...

Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kecamatan Gunuang Omeh, khususnya Nagari Talang Anau bukan tempat...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Jika Renyah dapat dianalogikan, ia bukan ruang yang hadir dengan suara lantang atau pernyataan yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir tahun 2025 kita lewati dengan langkah yang lebih pelan. Bencana yang terjadi di...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saat istirahat siang, saya sering lengah dengan waktu. Bukan karena terburu-buru seperti di pagi...

Berita Sesudah
Golkar Usung Kepala Daerah Dipilih Lewat DPRD

Golkar Usung Kepala Daerah Dipilih Lewat DPRD

POPULER

  • Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

    Nama Nagari di Sumatera Barat: Dari Sejarah menjadi Sistem Pertahanan Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKDP Sumbar Perkuat Silaturahmi Perantau Pariaman Lewat Buka Puasa Bersama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BPASN Perkuat Pemecatan ASN Dharmasraya Anike Maulana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggunaan Kata Ganti Engkau, Kau, Dia, dan Ia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Teks, Ko-teks, dan Konteks dalam Wacana Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024