Senin, 06/4/26 | 20:34 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Rasa dan Renungan: Pesan Tersirat di Dinding Kafe

Minggu, 13/10/24 | 16:11 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Pada rubrik Renyah edisi Minggu, 23 Januari 2022, saya pernah menulis tentang slogan-slogan unik di rumah makan, terutama di rumah makan Padang. Slogan-slogan itu memiliki daya tarik tersendiri. Kali ini, untuk edisi Renyah, perhatian saya tertuju pada tempat yang berbeda—kafe dan kedai kopi. Di sini, slogan-slogan tak kalah menarik, penuh kreativitas, dan memberikan nuansa yang khas.

Saat mampir ke kafe dan kedai kopi, kita sering terfokus pada rasa minuman atau makanan, namun lupa bahwa tempat tersebut juga “berbicara” melalui tulisan di dindingnya. Slogan-slogan yang tertulis di sana bukan sekadar hiasan; mereka bisa mengundang senyum, menginspirasi, atau bahkan meningkatkan selera. Bagi saya, kalimat-kalimat itu adalah bentuk seni tersendiri—cara unik pemilik kedai berkomunikasi dengan para pengunjung.

BACAJUGA

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB
Suatu Hari di Sekolah

Sastra Lisan dalam dunia Pertanian: Ingatan yang Bertahan di Lahan yang Berubah

Minggu, 29/3/26 | 18:35 WIB

Perjalanan kali ini membawa saya ke berbagai kedai kopo dan kafe, ada hal menarik yang kerap diabaikan: slogan-slogan sederhana di papan atau dinding. Meski tampak sepele, kata-kata ini menciptakan suasana, menghidupkan interaksi, mengundang tawa, dan mengingatkan bahwa makan bukan sekadar mengisi perut, tapi juga sebuah pengalaman.

Salah satu slogan yang menarik perhatian saya bertuliskan “Makan itu Butuh Fokus, Jangan Banyak Pikiran”. Saya menemukannya di sebuah kafe. Awalnya, saya tertawa, tapi kemudian menyadari maknanya: di tengah kesibukan, makan adalah momen untuk berhenti sejenak, menikmati setiap suapan, dan memberi diri waktu untuk beristirahat. Seolah pemilik kafe ingin berkata, “Nikmati makananmu, biarkan masalah menunggu”.

Setiap tempat punya cara unik menyampaikan pesan. Di sebuah kedai kopi, saya menemukan tulisan “Kopi yang baik akan selalu menemukan penikmatnya”. Terkadang, kalimat seperti ini mampu membuat pengunjung tersenyum dan menikmati momen, meski datang dengan beban pikiran. Tidak semua slogan hanya hiburan, ada juga yang kreatif dan memikat.

Di sebuah kedai kopi kecil, saya menemukan kutipan puisi dari penyair Indonesia. Ide ini unik dan menarik, sekaligus mengenalkan kembali karya sastra melalui cara yang menarik. Sebagian orang mungkin berpikir mengunjungi kedai kopi hanya soal rasa, tapi sebenarnya lebih dari itu. Lewat slogan kreatif, lucu, atau bijak, pemilik kedai membangun hubungan personal yang menghibur, memengaruhi suasana hati, dan membuat kita menikmati momen.

Mengunjungi kafe atau kedai kopi bukan hanya soal menikmati hidangan, tetapi juga merasakan pengalaman yang berkesan. Slogan-slogan di dinding sering kali menyimpan pesan mendalam yang dapat mengubah cara kita menikmati momen. Jadi, luangkan waktu untuk merenungkan kata-kata tersebut. Kita akan menemukan lebih dari sekadar makanan enak, di antara cangkir dan piring, terdapat seni dan kebijaksanaan yang menyentuh hati, menjadikan setiap tegukan kopi atau suapan makanan bagian dari cerita yang lebih besar.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Wakil Ketua DPRD Sumbar Dukung Program Pemenuhan Kesehatan dan Kesejahteraan Remaja Daerah

Berita Sesudah

Audy Joinaldy Lantik Pengurus Pramuka Mentawai

Berita Terkait

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Tulisan sebelumnya mungkin berhenti pada satu kesan: bahwa...

Suatu Hari di Sekolah

Sastra Lisan dalam dunia Pertanian: Ingatan yang Bertahan di Lahan yang Berubah

Minggu, 29/3/26 | 18:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/ Kolumnis Rubrik Renyah)   Setiap kali pulang dari kegiatan pengambilan dan perekaman...

Suatu Hari di Sekolah

Menjelang Kemenangan: Catatan Kecil tentang Sabar

Minggu, 15/3/26 | 13:29 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada satu hal yang selalu saya rasakan setiap kali...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu hari, dalam sebuah percakapan santai, saya tiba-tiba terpikir...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah/Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand) Dalam beberapa minggu terakhir, saya berkunjung ke beberapa nagari untuk...

Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kecamatan Gunuang Omeh, khususnya Nagari Talang Anau bukan tempat...

Berita Sesudah
Audy Joinaldy Lantik Pengurus Pramuka Mentawai

Audy Joinaldy Lantik Pengurus Pramuka Mentawai

POPULER

  • Longsor di Nagari Banai Dharmasraya, Transportasi Menuju Tiga Nagari Putus

    Longsor di Nagari Banai Dharmasraya, Transportasi Menuju Tiga Nagari Putus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Apresiasi PSP Padang Juara Liga 4 Sumatera Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Akhiri Hidup, Pemuda di Dharmasraya Tewas Tergantung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sungai Batanglago Meluap, Dua Jorong di Nagari Silago Terendam Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026