Selasa, 25/8/26 | 08:31 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Rasa dan Renungan: Pesan Tersirat di Dinding Kafe

Minggu, 13/10/24 | 16:11 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Pada rubrik Renyah edisi Minggu, 23 Januari 2022, saya pernah menulis tentang slogan-slogan unik di rumah makan, terutama di rumah makan Padang. Slogan-slogan itu memiliki daya tarik tersendiri. Kali ini, untuk edisi Renyah, perhatian saya tertuju pada tempat yang berbeda—kafe dan kedai kopi. Di sini, slogan-slogan tak kalah menarik, penuh kreativitas, dan memberikan nuansa yang khas.

Saat mampir ke kafe dan kedai kopi, kita sering terfokus pada rasa minuman atau makanan, namun lupa bahwa tempat tersebut juga “berbicara” melalui tulisan di dindingnya. Slogan-slogan yang tertulis di sana bukan sekadar hiasan; mereka bisa mengundang senyum, menginspirasi, atau bahkan meningkatkan selera. Bagi saya, kalimat-kalimat itu adalah bentuk seni tersendiri—cara unik pemilik kedai berkomunikasi dengan para pengunjung.

BACAJUGA

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB
Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Belajar Lagi dari Tombol Undo

Minggu, 02/8/26 | 18:43 WIB

Perjalanan kali ini membawa saya ke berbagai kedai kopo dan kafe, ada hal menarik yang kerap diabaikan: slogan-slogan sederhana di papan atau dinding. Meski tampak sepele, kata-kata ini menciptakan suasana, menghidupkan interaksi, mengundang tawa, dan mengingatkan bahwa makan bukan sekadar mengisi perut, tapi juga sebuah pengalaman.

Salah satu slogan yang menarik perhatian saya bertuliskan “Makan itu Butuh Fokus, Jangan Banyak Pikiran”. Saya menemukannya di sebuah kafe. Awalnya, saya tertawa, tapi kemudian menyadari maknanya: di tengah kesibukan, makan adalah momen untuk berhenti sejenak, menikmati setiap suapan, dan memberi diri waktu untuk beristirahat. Seolah pemilik kafe ingin berkata, “Nikmati makananmu, biarkan masalah menunggu”.

Setiap tempat punya cara unik menyampaikan pesan. Di sebuah kedai kopi, saya menemukan tulisan “Kopi yang baik akan selalu menemukan penikmatnya”. Terkadang, kalimat seperti ini mampu membuat pengunjung tersenyum dan menikmati momen, meski datang dengan beban pikiran. Tidak semua slogan hanya hiburan, ada juga yang kreatif dan memikat.

Di sebuah kedai kopi kecil, saya menemukan kutipan puisi dari penyair Indonesia. Ide ini unik dan menarik, sekaligus mengenalkan kembali karya sastra melalui cara yang menarik. Sebagian orang mungkin berpikir mengunjungi kedai kopi hanya soal rasa, tapi sebenarnya lebih dari itu. Lewat slogan kreatif, lucu, atau bijak, pemilik kedai membangun hubungan personal yang menghibur, memengaruhi suasana hati, dan membuat kita menikmati momen.

Mengunjungi kafe atau kedai kopi bukan hanya soal menikmati hidangan, tetapi juga merasakan pengalaman yang berkesan. Slogan-slogan di dinding sering kali menyimpan pesan mendalam yang dapat mengubah cara kita menikmati momen. Jadi, luangkan waktu untuk merenungkan kata-kata tersebut. Kita akan menemukan lebih dari sekadar makanan enak, di antara cangkir dan piring, terdapat seni dan kebijaksanaan yang menyentuh hati, menjadikan setiap tegukan kopi atau suapan makanan bagian dari cerita yang lebih besar.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Wakil Ketua DPRD Sumbar Dukung Program Pemenuhan Kesehatan dan Kesejahteraan Remaja Daerah

Berita Sesudah

Audy Joinaldy Lantik Pengurus Pramuka Mentawai

Berita Terkait

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah) Belajar sesuatu yang baru ternyata bukan hanya soal seberapa...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Belajar Lagi dari Tombol Undo

Minggu, 02/8/26 | 18:43 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Beberapa minggu terakhir ini, ada satu kegiatan baru yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Banyak Mendengar, Banyak Belajar

Minggu, 19/7/26 | 19:50 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu waktu, saya dan tim melakukan penelitian lapangan di...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Makan Dulu, Baca Kemudian

Minggu, 12/7/26 | 20:03 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Setelah beberapa kali memperhatikan slogan-slogan di rumah makan, saya mulai menyadari bahwa tulisan-tulisan itu...

Tentang Kipas Angin dan Perbedaan yang Sederhana

Minggu, 28/6/26 | 20:08 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Tinggal bersama orang lain dalam satu ruang yang sama sering kali memperlihatkan hal-hal...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Selalu Ada Jalan Kembali

Minggu, 21/6/26 | 19:40 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Memulai kembali kebiasaan membaca ternyata menghadirkan pengalaman yang berbeda dari yang saya bayangkan. Saya...

Berita Sesudah
Audy Joinaldy Lantik Pengurus Pramuka Mentawai

Audy Joinaldy Lantik Pengurus Pramuka Mentawai

POPULER

  • Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi. [foto:ist]

    Kepala Biro PBJ Akui Ada dalam Rekaman Video Mesra dan Mundur dari Jabatan, Sekda : Tetap Diperiksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga ASN Pemprov Sumbar Lakukan Perbuatan Asusila di Kantor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masheri Yanda Dilantik Jadi Sekda Kabupaten Solok

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kecelakaan Kerja Maut di Pabrik CPO Dharmasraya, Karyawan Tewas Digulung Konveyor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Makna Pulih dalam Lagu “Seperti Tulang” Karya Nadin Amizah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026