Sabtu, 17/1/26 | 07:05 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Harus Bagaimana Menangkal Hoaks Masalah Kesehatan?

Senin, 23/9/24 | 12:20 WIB

Oleh: Hardisman
(Dokter, Pemerhati Masalah Sosial Kemasyarakatan,
dan Profesor Fakultas Kedokteran Universitas Andalas)

 

Telepon pintar atau smart phone dimiliki hampir setiap orang saat ini, yang sudah saling terhubung dalam jaringan internet sehingga orang-orang dapat bertukar informasi dan berinteraksi yang seolah-olah menghilangkan ‘kebodohan’ yang ada di masyarakat. Ketersediaan informasi apa saja di internet seakan menghilangkan sekat dan batas pengetahuan dalam masyarakat.

BACAJUGA

Bahaya Mandi Malam: Antara Mitos dan Fakta

Bahaya Mandi Malam: Antara Mitos dan Fakta

Senin, 11/11/24 | 06:25 WIB
Menguatkan Fungsi Keluarga Demi Kesehatan Ibu dan Anak

Pengobatan Alternatif: Bisakah Menjadi Pilihan?

Senin, 04/11/24 | 12:32 WIB

Akan tetapi, ketersediaan informasi yang sangat luas juga memunculkan pembodohan baru dan bahkan malapetaka. Petaka dan pembodohan itu terjadi dari dua sisi. Dari yang membuat informasi ataupun dari yang menerima dan menyebarkan informasi tersebut. Telepon pintar yang dimiliki setiap orang, tidak selalu senada dengan kepintaran penggunanya. Telepon dan perangkat boleh jadi smart atau pintar, namun penggunanya masih terbelunggu dengan cara berpikir dan egonya sendiri.

Bagaimana Hoaks Terjadi?

Informasi yang beredar di dunia maya dan media sosial saat ini  adalah scatter atau berserakan sehingga tidak semuanya dapat dijadikan pegangan. Ada informasi tersebut yang memang benar dan baik, ada yang distorsi atau menyimpang, ada yang salah, dan ada yang sesat menyesatkan. Begitu juga dengan informasi tentang kesehatan.

Adanya informasi yang distorsi atau bahkan menyesatkan disebut dengan hoax yang terjadi karena kesengajaan (purpose) yang menyebarkannya dengan maksud-maksud tertentu atau dapat juga terjadi karena kurang cakap atau kerancuan berpikir (logical fallacy) dalam menerima dan mencerna informasi.

Informasi yang scatter di internet, ibarat puzzle. Bagi orang yang mempunyai pengetahuan dasar atau keilmuan tentang informasi tersebut tentu dapat memilah dan memilih mana yang dapat diperrcaya dan mana yang tidak; mana yang memang merupakan informasi dan mana yang sampah.

Ada orang yang dengan ke-ego-annya, merasa mesti pandangannya dan pendapatnyalah yang diterima. Dalam masalah kesehatan, ia merasa sudah banyak membaca, lalu berusaha ‘meramu;’ puzzle informasi kesehatan yang ada tersebut dan ‘merasa berhak’ mengeluarkan pendapat sendiri untuk diikuti, meskipun ia tidak pakar, atau bahkan tidak punya pengetahuan tentang hal baru tersebut. Namun, ia tetap menyimpulkan sesuai keinginannya. Orang seperti itu disebut dengan ignoracio elenchi.

Tidak jarang pula, untuk meyakinkan orang atau pembenaran kesimpulan yang diambil, seseorang berusaha mengalihkan persoalan ke persoalan lain (straw men) atau bahkan memberikan argumen yang sebenarnya tidak berkaitan (reed herring). Dalam masalah kesehatan, hal ini sering kita jumpai ketika seseorang menolak suatu pengobatan atau tindakan, lalu menyatakannya berbahaya atau menimbulkan kecacatan dengan memberikan alasan-alasan dan argumen yang tidak relevan, dengan contoh kasus yang berbeda.

Contoh sebaliknya, menyatakan sebuah pengobatan sangat unggul dan sangat baik, tetapi bukan berdasarkan data keberhasilan pengobatannya dan juga tidak dapat menjelaskan mekanisme kesembuhan dari pengobatan yang diberikan. Akan tetapi, dengan mengatakan ada public figure yang telah melakukan pengobatan tersebut. Kondisi itu tentunya tidak bisa menjadi standar baiknya sebuah pengobatan.

Secara psikologis, banyak orang berpandangan apa yang sudah diketahui dan dinyatakan ini adalah sesuatu yang benar. Hal tersebut akan digunakan menjadi tolok ukur untuk menilai sebuah informasi baru. Orang akan cenderung memvalidasi benar dan salah suatu informasi dengan apa yang sudah diyakininya. Sayangnya, bila kebijaksanaan dalam diri tidak ada, orang seperti ini akan cenderung memberikan informasi tersebut ke orang lain, sesuai dengan jalan pikirannya, bahkan dengan kalimat atau narasi baru yang dibuat sendiri yang disebut dengan observer paradox.

Masyarakat Harus Bagaimana?

Kita mesti menyadari bahwa setiap bidang ilmu ada pakem atau pijakan dasarnya masing-masing. Pemahaman dan ilmu pada suatu bidang tidak serta-merta menjadikan seseorang tahu dan mengerti persoalan bidang ilmu lainnya dalam level yang sama, termasuk untuk masalah kesehatan. Oleh sebab itu, sikap yang bijak yang mesti diambil adalah agar setiap orang menerima informasi yang tidak utuh atau tidak mempunyai pengetahuan tentangnya, Janganlah mengambil kesimpulan sendiri. Apalagi mengeluarkan pernyataan dan berusaha meyakinkan orang lain dengan pendapat tersebut.

Begitu juga halnya dengan informasi tentang masalah kesehatan, misalnya tentang pengobatan, kejadian penyakit, atau kasus-kasus lainnya, Janganlah mudah terpancing dan percaya, terutama jika masalah tersebut baru didengar dan terkesan asing. Terlebih lagi, jika berupa anjuran untuk mengonsumsi makanan, minuman, atau obat tertentu. Setiap orang mestilah berkonsultasi dengan ahlinya yang dalam hal ini adalah dokter dan tenaga medis lainnya.

Selanjutnya, jangan mudah menyebarkan informasi yang didapatkan. Kita harus menyadari “Tidak semua informasi yang beredar adalah fakta dan kebenaran. Tidak semua kebenaran layak diberitakan. Tidak semua pemberitaan mendatangkan kebaikan. Informasi yang dapat kita sebarkan adalah yang jelas fakta dan kebenarannya, terkonfirmasi oleh ahli dalam bidang terkait. Jika informasi itu disebarkan, akan mendatangkan manfaat yang lebih besar.

Dalam agama Islam juga dijelaskan bahwa setiap orang dilarang mengikuti egonya atau merasa tahu dengan sesuatu yang dia tidak punya pengetahuan tentangnya (QS Al-Isra [17]:36).  Karena setiap yang dizahirkan dari pikiran kita, akan diminta pertanggungjawabannya. Menduga-duga tanpa ilmu (zhan) dapat menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan (QS Al-Hujurat [49]:12).

Islam mengajarkan bagaimana bersikap bijak terhadap berita dan informasi yang beredar dengan cara mencari mengetahuinya secara utuh (tabayun) (QS Al-Hujurat [49]:6). Jika kita tidak punya pengetahuan, tanyakan pada ahlinya yang kompeten tentang permasalahan tersebut (QS An-Nahl [16]:43 dan Al-Anbiya [21]:7).

Masyarakat harus dididik mempunyai wawasan dan literasi. Tidak ada acara lain selain dengan sikap bijak dan terbuka dengan terus membaca. Islam sangat mengutamakan betapa pentingnyanya membaca dan literas sehingga menjadi sebuah perintah yang harus ditunaikan (QS AL-‘Alaq [95]:1-5). Kedudukan orang yang  berilmu, berwawasan baik, dan bersikap bijak dengan ilmunya mempunyai kedudukan lebih baik dalam pandangan Agama (Az-Zumar [39]:9 dan Al-Mujadalah [58]:11). Semoga.

Tags: # informasi kesehatan#Hardisman
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Warga Tolak Kehadiran Cabup Annisa Suci Ramadhani di Turnamen Bola Volli Nagari Sipangkur

Berita Sesudah

Audy Joinaldy Jadi Gubernur Sumbar Ganti Mahyeldi

Berita Terkait

Jejak Peranakan Tionghoa dalam Sastra Indonesia

Dinamika Masyarakat dalam Tradisi Basapa

Minggu, 04/1/26 | 22:15 WIB

Oleh: Hasbi Witir (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Setiap bulan Safar dalam kalender Hijriah, Ulakan di Pariaman,...

Perubahan Makna Cerita Rakyat di Era Digital

Gambaran Berlin Era 1920-an pada Roman Emil und die Detektive

Minggu, 04/1/26 | 22:05 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas)   Latar tempat merupakan salah satu unsur...

Nilai-Nilai Religius pada Karya Andreas Gryphius

Nilai-Nilai Religius pada Karya Andreas Gryphius

Minggu, 04/1/26 | 21:31 WIB

Oleh: Hilda Septriani (Dosen di Program Studi Sastra Jerman, Universitas Padjadjaran)   Karya sastra merupakan salah satu bentuk karya seni...

Menggali Citra Feminisme dalam Fotografi di Instagram @darwistriadiartgallery

Menggali Citra Feminisme dalam Fotografi di Instagram @darwistriadiartgallery

Minggu, 28/12/25 | 20:13 WIB

Oleh: Aldrizi Salsabila 1; Ike Revita 2; Fajri Usman 3; Sawirman 4 (Mahasiswa dan Dosen Program Studi Magister Linguistik, Fakultas...

Belenggu Perempuan pada Cerpen “Sepasang Mata Dinaya yang Terpenjara” Kritik Feminis

Belenggu Perempuan pada Cerpen “Sepasang Mata Dinaya yang Terpenjara” Kritik Feminis

Minggu, 28/12/25 | 19:58 WIB

Oleh: Fatin Fashahah (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas)    Semua pekerjaan yang tiada habisnya itu akan...

Makna Dibalik Puisi “Harapan” Karya Sapardi Tinjauan Semiotika

Persebaran Surau di Sekitar Makam Syekh Burhanuddin

Minggu, 21/12/25 | 10:40 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi (Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dan Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif)...

Berita Sesudah
Audy Joinaldy Jadi Gubernur Sumbar Ganti Mahyeldi

Audy Joinaldy Jadi Gubernur Sumbar Ganti Mahyeldi

POPULER

  • Wali Kota Padang Fadly Amran, mengusulkan sejumlah proyek pelestarian lingkungan bagi Kota Padang dalam skema kerja sama bilateral Indonesia-Jerman di tahun 2026.(Foto:Ist)

    Wali Kota Padang Usulkan Proyek Lingkungan Hidup Pada Negara Jerman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denda PDAM Kota Padang Membingungkan, Tagihan Sampah Dipungut Meski Tak Diangkut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Dukung Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sesuai Arahan Pemerintah Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bentuk-Bentuk Singkatan dalam Surat Resmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024