Selasa, 17/2/26 | 23:41 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI CERPEN

Setetes Air dalam Bensin

Minggu, 30/6/24 | 09:10 WIB

Tanggal 8 Zulhijjah rombongan sudah bersiap untuk berangkat ke Arafah, kondisi Ibu Rohana juga masih sakit sehingga ia berangkat ke Arafah dengan ambulan. Tidak sah haji seseorang jika di hari Arafah, 9 Zulhijjah ia tidak berada di Arafah. Oleh itu, pemerintah Arab Saudi membawa jamaah yang sakit ke Arafah dengan ambulan yang disebut dengan safari wukuf. Semua rangkaian kegiatan haji, seperti mabit di Muzdhalifah, melontar jamarat di Mina dilakukan Bu Rohana dengan bantuan petugas. Kembali ke Mekah untuk Tawaf Ifadah juga dalam bantuan petugas.

Selesai Tawaf Ifaddah, kondisi kesehatannya sedikit membaik sehingga Bu Rohana bisa duduk bersama kami di pelataran Ka’bah. Ia mengatakan baru pertama kali melihat Ka’bah dari dekat padahal kami telah hampir sebulan berada di Mekah. Setiap waktu salat berjemaah di Masjidil Haram dan di depan Ka’bah. Karena kesehatannya yang tidak baik ia tidak bisa beribadah dengan sempurna. Ia tidak ikut pergi berziarah, ke bukit Uhud, Jabal Nur, dan Jabal Rahmah. Ia juga belum pernah melaksanakan salat dan berdoa di Multazam dan Hijjir Ismail. Namun anehnya,  ia tidak menyesal dengan kondisi itu karena yang penting baginya adalah ia sekarang sudah bergelar haji dan orang kampung akan memanggilnya dengan sebutan Etek Aji Rohana.

Aku tercengang dengan penuturannya itu lalu bertanya untuk apa Ibu Rohana ke Mekah? Dengan sumringah ia mengatakan bahwa yang terpenting ia dipanggil dengan sebutan Haji Rohana. Seperti kebanyakan orang di kampungku, panggilan haji itu menjadi sebutan kebanggaan dan merasa status sosialnya terangkat. Jadi, bukan nilai-nilai ibadah yang diinginkan, tapi adalah gelar haji yang membanggakan.

Astagfirullah al Aaziim, spontan aku beristigfar dan kemudian berucap.

BACAJUGA

Cerpen Lelaki Tampan yang Membawaku Pergi

Cerpen Lelaki Tampan yang Membawaku Pergi

Minggu, 20/10/24 | 16:56 WIB
Luka Hati

Luka Hati

Minggu, 28/7/24 | 09:37 WIB

“Bu Rohana, minta ampunlah pada Sang Pencipta di depan Ka’bah ini. Bukan gelar haji yang dicari ke Mekah, tapi kita  diwajibkan menunaikan rukun Islam yang kelima, sesuai perintah Allah. Ketika manasik haji sudah dijelaskan oleh para penceramah tujuan kita naik haji”.

“He he, iya. Sama saja. Dalam hati, aku sudah  berniat untuk menunaikan rukun Islam  kelima dan sekarang kita sudah sampai di Mekah dan beberapa hari lagi kita akan pulang”  dengan ringan ia menjawab pernyataanku.

Aku geleng-geleng kepala mendengar pernyataannya. Dalam batin aku bertanya, sesederhana itukah tujuan Bu Rohana ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji? Mungkin karena itu pulalah, ia sama sekali tidak merasa sedih tidak bisa beribadah dengan baik. Lama aku tercenung dan kemudian bertanya,

“ Siapa yang membiayai ongkos naik haji Ibu?”

“Ya, aku sendiri, aku yang berusaha mengumpulkan uang. Setiap hari aku berjualan bensin di Simpang. Ku sisihkan beberapa ribu rupiah untuk ongkos naik haji. Aku ingin sekali dihormati orang seperti Haji Sima, tetanggaku. Karena ia seorang haji, ia sangat dihormati oleh masyarakat dan selalu menjadi buah bibir di kampungku. Untuk itu, aku ingin juga dipanggil ibu haji karena selama ini orang kampung memanggil diriku dengan panggilan Etek Bensin. Aku bekerja keras dengan segala cara. Aku berusaha memperoleh laba yang banyak dan kutabung sehingga sekarang aku bisa naik haji”.

Halaman 4 dari 7
Prev1...345...7Next
Tags: #Armini Arbain
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Istilah “Magrib” dan “Orang Gila Mana” di Media Sosial

Berita Sesudah

Twenty-Four Eyes: Kehangatan dan Kepiluan dalam Satu Cerita

Berita Terkait

Cahaya dari Surau Tuo

Minggu, 11/1/26 | 22:10 WIB

Sumber: GeminiAI Cerpen: Rivana Dwi Puti* Dari balik buaian terkunci terdengar suara ayam memecah kesunyian panjang, seolah membangunkan seisi surau...

Kayu-Kayu yang Datang Bersama Air

Kayu-Kayu yang Datang Bersama Air

Minggu, 21/12/25 | 09:58 WIB

Gambar: Meta AI Cerpen: Putri Rahma Yanti   Aku bukan anak Sumatera Barat. Aku datang ke tanah ini membawa koper,...

Batu dan Zaman

Batu dan Zaman

Senin, 15/12/25 | 06:55 WIB

  Gambar dibuat dengan Meta AI Cerpen: Hasbi Witir   Di sebuah lorong yang bising dan pengap dengan bau yang...

Cerpen Lelaki Tampan yang Membawaku Pergi

Cerpen Lelaki Tampan yang Membawaku Pergi

Minggu, 20/10/24 | 16:56 WIB

Cerpen: Armini Arbain Senja turun dengan cepat dan azan magrib pun berkumandang dengan merdunya. Seperti biasa aku bergegas mengambil Alquran,...

Luka Hati

Luka Hati

Minggu, 28/7/24 | 09:37 WIB

Oleh: Armini Arbain*   Baru saja aku duduk melepas lelah setelah memberi penyegar pada wajah seorang ibu yang facial, Hp-ku...

Diriku dan Keterlambatan

Minggu, 16/4/23 | 12:12 WIB

Cerpen: Ibnu Naufal   Aku tak mengerti terkadang dengan diriku sendiri. Diri yang begitu unik dan istimewa, menuntut untuk diperlakukan istimewa oleh...

Berita Sesudah
Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Twenty-Four Eyes: Kehangatan dan Kepiluan dalam Satu Cerita

Discussion about this post

POPULER

  • Nilai-Nilai Religius pada Karya Andreas Gryphius

    Membaca Cerpen “Robohnya Surau Kami” dari Perspektif Psikoanalisis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Ramadan 1447 H, PD Muhammadiyah Pariaman Ikuti Maklumat Pimpinan Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Susunan Lengkap DPW PKB Sumbar 2026–2031, Firdaus Bidik Penguatan Kader Muda dan Perempuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Sajak Tafsir”, Jeritan Anak di Bawah Bayangan Orang tua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oleh sebab itu, Oleh karena itu, atau Maka dari Itu?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerpen “Pulanglah, Bujang” Karya Hasbunallah Haris dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024