Jumat, 13/3/26 | 19:45 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

Disiplin Sehat: Menuntaskan Obat untuk Sembuh Sempurna

Minggu, 02/6/24 | 05:46 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Setiap kali saya berobat ke dokter dan mendapatkan resep, ada satu kebiasaan buruk yang sulit saya tinggalkan: tidak menyelesaikan obat ketika merasa sudah sembuh. Padahal, kesembuhan yang saya rasakan mungkin belum sempurna, dan dosis obat masih tersisa untuk beberapa kali minum lagi. Kebiasaan ini tidak hanya mengancam kesehatan pribadi saya, tetapi juga menimbulkan penyesalan yang mendalam.

Saya ingat satu kejadian yang memberikan pelajaran penting. Beberapa bulan lalu, saya demam, batuk, dan nyeri persendian. Dokter meresepkan antibiotik yang harus diminum selama tujuh hari penuh. Pada hari keempat, saya sudah merasa jauh lebih baik. Tenggorokan tidak lagi sakit, dan tubuh saya kembali bertenaga. Dengan perasaan senang dan optimis, saya memutuskan untuk berhenti minum obat. Menurut saya, mengapa harus terus minum obat jika sudah sembuh?

BACAJUGA

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB
Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Namun, itu tidak berlangsung lama. Beberapa hari kemudian, infeksi itu kembali menyerang, kali ini lebih parah daripada sebelumnya. Tenggorokan saya terasa terbakar, dan demam tinggi membuat saya tak berdaya. Pengalaman ini mengajarkan saya betapa pentingnya disiplin dalam minum obat dan mengikuti dosis yang telah ditentukan.

Minum obat bukan hanya soal meredakan gejala, tetapi juga memastikan bahwa penyakit benar-benar teratasi hingga tuntas. Setiap dosis memiliki peran penting dalam proses penyembuhan, dan mengabaikan satu saja bisa berdampak fatal. Begitu yang saya pahami dari beberapa artikel yang dibaca.

Mengikuti aturan minum obat dengan tepat membutuhkan kedisiplinan dan kesadaran penuh. Setiap kali melihat kantong plastik yang di dalamnya ada beberapa obat dari klinik, mengingatkan saya untuk disiplin menghabiskannya. Disiplin minum obat bukan hanya soal ketaatan, tetapi juga bentuk cinta pada diri sendiri dan orang-orang yang peduli pada kita.

Saya belajar bahwa kebiasaan buruk ini harus dihentikan. Tidak ada lagi alasan untuk mengabaikan sisa dosis obat hanya karena merasa sudah sembuh, terutama antiniotik. Setiap butir obat yang diminum sesuai jadwal adalah langkah kecil menuju kesembuhan yang sempurna.

Disiplin dalam minum obat adalah tanggung jawab yang harus kita emban dengan serius. Mengikuti dosis dengan tepat adalah bentuk penghormatan pada diri sendiri dan proses penyembuhan yang kita jalani.  Sehingga pesan “Semoga Cepat Sembuh” dari plastik kemasan obat itu berjalan adanya.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Susyi, Kimci, Piza, dan Kuliner Khas dari Negara Lain

Berita Sesudah

Perlawanan dalam Film Tuhan, Izinkan Aku Berdosa

Berita Terkait

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu hari, dalam sebuah percakapan santai, saya tiba-tiba terpikir...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah/Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand) Dalam beberapa minggu terakhir, saya berkunjung ke beberapa nagari untuk...

Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kecamatan Gunuang Omeh, khususnya Nagari Talang Anau bukan tempat...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Jika Renyah dapat dianalogikan, ia bukan ruang yang hadir dengan suara lantang atau pernyataan yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir tahun 2025 kita lewati dengan langkah yang lebih pelan. Bencana yang terjadi di...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saat istirahat siang, saya sering lengah dengan waktu. Bukan karena terburu-buru seperti di pagi...

Berita Sesudah
Ideologi Simbolik dalam Cerpen “Jangan Bakar Lumbung Padi”

Perlawanan dalam Film Tuhan, Izinkan Aku Berdosa

Discussion about this post

POPULER

  • Wali Kota Padang Fadly Amran berbuka puasa bersama, petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas PUPR, dan Petugas Lembaga Pengelola Sampah (LPS) se-Kota Padang, di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Selasa (10/3/2026).(Foto:Ist)

    Wali Kota Padang Bakal Menggelar Lomba Kebersihan Tingkat RT se Kota Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nama Nagari di Sumatera Barat: Dari Sejarah menjadi Sistem Pertahanan Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Program Joyful Ramadhan  Wali Kota Padang Serahkan 300 Paket Sembako Pada Masyarakat Lintas Agama 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kementerian Kebudayaan Alokasikan Rp 2 Miliar Untuk Kegiatan Non Fisik Museum Adityawarman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026