Minggu, 15/2/26 | 13:57 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Memaknai Ulang Istilah ‘Kampung Halaman’ dalam Novel Apfelkuchen und Baklava

Minggu, 28/4/24 | 10:49 WIB

Melalui cerita Getrud, Leila memahami bahwa istilah kampung halaman tidak melulu harus berkaitan dengan tempat atau wilayah geografis. Seseorang dapat meninggalkan daerah asalnya dan menetap di tempat baru, tanpa harus melupakan asal usulnya. Seseorang dapat memberikan pemaknaan ulang terhadap istilah ‘kampung halaman’, tanpa membawa embel-embel masa lalu, “mit oder ohne Lebkuchen, meine Heimat könnte ich ohnehin nie verlieren, denn sie ist hier drinn.” (Rohmann, 2016, hlm. 129) – dengan atau tanpa kue jahe, aku tidak akan pernah meninggalkan kampung halamanku, karena ia ada di dalam sini.”

Judul novel ini terdiri dari dua jenis makanan khas Barat dan Timur yang bertolak belakang. Keduanyapun memiliki makna simbolis. Apfelkuchen terdiri dari dua kata, apfel yang bermakna apel, kuchen artinya kue atau pai. Secara harfiah, apfelkuchen bermakna pai apel. Pai apel terbuat dari tepung, gula, telur, vanili bubuk menjadikan pai asal Jerman ini memiliki rasa yang manis dan asam dari buah apel. Dalam novel, nenek Getrud mengusulkan Max untuk mengundang Leila ke rumah dan mencicipi pai apel buatannya. Pai apel memiliki simbol penerimaan nenek Getrud akan kampung halaman barunya di Jerman, sekaligus ajakan pada Leila untuk menerima Jerman sepenuhnya sebagai rumah barunya.

Adapun Baklava merupakan salah satu kue khas Timur Tengah. Kue memiliki tekstur berupa lapisan adonan kulit pastry dan dicampur dengan berbagai jenis kacang seperti kenari, pistachio dan almond yand dihaluskan. Dalam novel, diceritakan bahwa ayah Leila merupakan seorang pembuat kue baklava. Kedua kakak laki-laki Leila, Ferhad dan Alan membawa resep Baklava ke negara barunya. Pada sebuah bazar kue, Ferhad dan Alad membuat Baklava dan membiarkan Nenek Getrud, Max, dan teman-temannya mencicipnya. Baklava menjadi simbol penerimaan terhadap budaya baru, sekaligus keterhubungan antara Leila dan kedua kakaknya di Jerman, dan ayahnya yang berada di Suriah.

Sebuah karya sastra dapat dikatakan tidak terlepas dari latar belakang pengarang. Keterikatan pengarang dengan tokoh-tokoh utama novel ini menjadikan setiap tokoh memiliki backstory yang kuat, serta menghadirkan unsur emotif kepada pembaca. Novel ini menggambarkan kehidupan seseorang yang melakukan pelarian diri dari negara asal ke negara pemberi suaka, serta dampak yang ditimbulkan. Selain itu, keunikan lainnya terletak pada muatan nilai-nilai simbolis berupa makanan khas Barat dan Timur, masa lalu dan masa kini, serta memberikan pemaknaan ulang terhadap makna ‘kampung halaman’ melalui sastra anak.

BACAJUGA

Batu dan Zaman

Baju Berani Loppy: Mengelola Kecemasan Melalui Sastra Anak

Senin, 26/1/26 | 06:34 WIB
Perubahan Makna Cerita Rakyat di Era Digital

Gambaran Berlin Era 1920-an pada Roman Emil und die Detektive

Minggu, 04/1/26 | 22:05 WIB
Halaman 3 dari 3
Prev123
Tags: #Andina Meutia Hawa
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Perbedaan Awalan ber- dan me-

Berita Sesudah

Obrolan Perempuan Tidak Selalu Merumpi

Berita Terkait

Puisi-puisi M. Subarkah

Bahasa yang Membentuk Cara Kita Membenci

Minggu, 01/2/26 | 15:17 WIB

Oleh: M. Subarkah (Mahasiswa Magister Linguistik Universitas Andalas)   Kebencian jarang lahir dari kekosongan. Ia tumbuh pelan-pelan, disirami kata-kata, dipupuk...

Representasi Perempuan dalam Novel “Perempuan di Titik Nol dan Entrok: Kajian Feminisme”

Representasi Perempuan dalam Novel “Perempuan di Titik Nol dan Entrok: Kajian Feminisme”

Minggu, 01/2/26 | 15:10 WIB

Oleh: Rosidatul Arifah (Mahasiswi Sastra Indonesia dan Anggota Labor Penulisan Kreatif LPK FIB Universitas Andalas)   Pembahasan mengenai perempuan sering...

Pemilu Indonesia: Antara Demokrasi Substantif dan Demokrasi Prosedural

Pemilu Indonesia: Antara Demokrasi Substantif dan Demokrasi Prosedural

Selasa, 27/1/26 | 18:38 WIB

Oleh: Firnanda Amdimas (Mahasiswa Jurusan Hukum, Universitas Muhammad Natsir Bukittinggi)   Pemilihan umum (pemilu) merupakan pilar utama demokrasi di Indonesia....

Batu dan Zaman

Baju Berani Loppy: Mengelola Kecemasan Melalui Sastra Anak

Senin, 26/1/26 | 06:34 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa  (Dosen Prodi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas)  Selama ini, sastra anak kerap diposisikan sebagai...

Aksen Tailan Sebagai Ruang Bermain Identitas

Aksen Tailan Sebagai Ruang Bermain Identitas

Minggu, 25/1/26 | 15:00 WIB

Oleh: Nurvita Wijayanti (Pemerhati bahasa dari Kepulauan Bangka Belitung) Apakah Anda pernah menemukan postingan di Instagram tentang bahasa lokal yang...

Nilai-Nilai Religius pada Karya Andreas Gryphius

Meneroka Sejarah Bahasa Indonesia Hingga Kini

Senin, 19/1/26 | 19:43 WIB

Oleh: Hilda Septriani (Dosen Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran)   Tanggal 4 November 2025 menjadi tanggal bersejarah untuk bangsa Indonesia...

Berita Sesudah
Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Obrolan Perempuan Tidak Selalu Merumpi

Discussion about this post

POPULER

  • Susunan Lengkap DPW PKB Sumbar 2026–2031, Firdaus Bidik Penguatan Kader Muda dan Perempuan

    Susunan Lengkap DPW PKB Sumbar 2026–2031, Firdaus Bidik Penguatan Kader Muda dan Perempuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengurus Baru PKB Sumbar Dikukuhkan, Target Menang 2029 dan Tegaskan Politik Harus Jadi Solusi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bentuk-Bentuk Singkatan dalam Surat Resmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dodi Saputra dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Firdaus Raih Gelar Doktor Unand, Soroti Tanggung Jawab Negara dalam JKN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hilirisasi Sawit Teluk Tapang Didukung Pembangunan Infrastruktur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024