Senin, 20/4/26 | 05:23 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS

Sistem One Way Padang-Bukittinggi Kembali Diterapkan Saat Lebaran

Jumat, 05/4/24 | 20:36 WIB

one way

PADANG PARIAMAN, SCIENTIA –Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, bersama Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono melakukan uji coba pemberlakuan sistem one way (satu arah) masa Lebaran di Simpang Tiga Manunggal Sicincin, Padang Pariaman, Jumat (05/04/2024).

Mengulangi kesuksesan tahun lalu, penerapan sistem one way kembali diberlakukan untuk Jalur Padang-Bukittinggi.

Dalam kesempatan itu, Gubernur menyebutkan bahwa Pemprov Sumbar bersama unsur Forkopimda Sumbar terus berupaya memberikan pelayanan terbaik agar masyarakat dapat menikmati momen perayaan Idul Fithri yang berkesan dan menyenangkan tahun ini.

BACAJUGA

Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

Minggu, 19/4/26 | 22:40 WIB
Batu dan Zaman

Memaknai Ulang Sukses dalam Film “Tunggu Aku Sukses Nanti”

Minggu, 19/4/26 | 22:16 WIB

Salah satunya dengan mengulangi pemberlakuan sistem satu arah Jalur Padang-Bukittinggi yang sukses diberlakukan pada tahun 2023.

“Alhamdulillah, kita bersama Bapak Kapolda hari ini menguji coba pemberlakuan sistem one way. Seperti tahun lalu, terobosan ini terbilang sukses untuk memecah persoalan kemacetan bagi masyarakat kita yang melalui jalur Padang-Bukittinggi selama masa Lebaran,” ucap Gubernur.

Selain pemberlakuan sistem one way untuk jalur transportasi darat, Gubernur bersama Forkopimda terkait juga tengah mempersiapkan rencana antisipasi gangguan penerbangan, karena efek erupsi Gunung Marapi yang masih terjadi hingga saat ini.

Rekayasa hujan buatan menjadi salah satu opsi yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut.

“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang berupaya menghadirkan Lebaran yang nyaman bagi masyarakat di Sumbar. Jajaran Forkopimda di bawah koordinasi Polda Sumbar, serta Balai Jalan yang dengan sigap merapikan jalur-jalur utama di Sumbar, termasuk jalan di perlintasan Kereta Api Duku yang selama ini menjadi sumber kemacetan, di mana saat ini telah diperlebar,” ucap Gubernur lagi.

Perubahan One Way

Sementara itu, Kapolda Sumbar, Irjen Pol Suharyono menyebutkan, pemberlakuan sistem one way jalur Padang-Bukittinggi akan berlaku mulai tanggal 7 hingga 15 April 2024, kecuali pada hari H Lebaran pada tanggal 10 Februari 2024.

Hanya saja, terdapat sedikit perubahan dari pemberlakuan sistem one way tahun ini ketimbang pemberlakuan pada tahun sebelumnya.

“Setelah kita mengevaluasi sistem one way tahun lalu, maka ada sedikit perubahan untuk tahun ini. Jam pemberlakuannya tetap sama, yaitu dari pukul 12.00 sampai 17.00 WIB. Sementara untuk jalurnya, pada 7-11 April Padang-Bukittinggi melalui Padang Panjang, dan jalur Bukittinggi-Padang itu via Malalak. Kemudian pada 12-15 April jalur Padang-Bukittinggi itu via Malalak, sedangkan jalur Bukittinggi-Padang via Padang Panjang,” ucap Kapolda menerangkan.

Selain itu, Polda beserta jajaran juga akan meningkatkan pengawasan terlaksananya keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama momentum Lebaran.

Termasuk juga meningkatkan pengawasan terhadap potensi pelanggaran hukum di jalan raya.

“Beberapa hal yang kita fokuskan juga soal rambu-rambu, faktor cuaca, dan beberapa hal lainnya,” ujar Kapolda lagi.

Turut hadir dalam uji coba sistem one way tersebut, Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Gupuh Setiyono; Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumbar, Thabrani.

Kemudian Kadis BMCKTR, Erasukma Munaf; Kadis Perhubungan, Dedy Diantonali; Kepala Biro Adpim Setdaprov, Mursalim, serta sejumlah pejabat dari Pemkab Padang Pariaman. (adpsb/isq)

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Jelang Lebaran, Gubernur Minta Pedagang dan Pembeli Amati Tanggal Kadaluarsa Produk

Berita Sesudah

Baznas Dharmasraya Buka Gerai Zakat, Ini Harapan Bupati

Berita Terkait

Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

Minggu, 19/4/26 | 22:40 WIB

Oleh: M. Subarkah dan Maharani Syifa Ramadhan (Mahasiswa Program Magister Linguistik Universitas Andalas dan Mahasiswi Program Magister Sastra Universitas Padjajaran)...

Batu dan Zaman

Memaknai Ulang Sukses dalam Film “Tunggu Aku Sukses Nanti”

Minggu, 19/4/26 | 22:16 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)    Idulfitri merupakan frasa  bahasa Arab, terdiri...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Persoalan “ini” dan “itu” di dalam Berbagai Konteks

Minggu, 19/4/26 | 21:49 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Kata ini dan...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Dahulu, berjalan kaki bukanlah kebiasaan yang saya jalani secara utuh. Ia hanya menjadi cara berpindah...

Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]

65 Kandidat Ketua DPC PKB se-Sumbar Bakal Ikuti UKK

Kamis, 16/4/26 | 20:48 WIB

Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.Padang, Scientia - Sebanyak 65 bakal calon Ketua Tanfidz Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa...

KAN Pauh Kamba Diduga Cegah Pencalonan Warga, Status Adat Jadi Penghalang Pilwana

KAN Pauh Kamba Diduga Cegah Pencalonan Warga, Status Adat Jadi Penghalang Pilwana

Kamis, 16/4/26 | 19:28 WIB

Padang Pariaman, Scientia — Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pauh Kamba, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman, diduga menghambat hak politik...

Berita Sesudah

Baznas Dharmasraya Buka Gerai Zakat, Ini Harapan Bupati

Discussion about this post

POPULER

  • Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Bahasa Indonesia Formal dan Informal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026