Senin, 22/6/26 | 18:49 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS

Pemprov Sumbar akan Gelar Pasar Murah Cabe Merah Harganya Cuma Rp60 Ribu/Kg

Sabtu, 16/3/24 | 20:23 WIB

PADANG, SCIENTIA -Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) melalui Dinas Pangan Provinsi akan menggelar Pasar Murah komoditas Cabe Merah di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Senin 18 Maret 2024 mendatang.

Melalui operasi pasar murah ini, diharapkan kebutuhan masyarakat dapat terbantu dengan harga yang lebih terjangkau.

“Saat ini terjadi kenaikan harga cukup signifikan untuk komoditas cabe merah. Oleh karena itu, kita akan gelar pasar murah cabe merah. Kita dapat pasokan dari Jogja sekitar 2 ton, dan akan dijual kepada warga dengan harga Rp60 ribu saja. Hanya saja, jumlah belinya terbatas, agar lebih banyak warga yang bisa menikmati,” ucap Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah di Padang, Sabtu (16/03/2024).

BACAJUGA

Menemukan Waktu dalam Langkah

Selalu Ada Jalan Kembali

Minggu, 21/6/26 | 19:40 WIB
Paylater, Kemudahan di Ujung Jari atau Jebakan Keuangan di Masa Depan

Paylater, Kemudahan di Ujung Jari atau Jebakan Keuangan di Masa Depan

Minggu, 21/6/26 | 14:59 WIB

Gubernur Mahyeldi juga mengimbau, agar Pemerintah Kabupaten dan Kota juga menggelar operasi pasar murah untuk berbagai jenis kebutuhan pangan warga.

Terlebih saat ini tengah dalam suasana Ramadhan dsn menjelang Idulfithri, di mana harga sebagian kebutuhan pangan memang mengalami kenaikan.

“Kami imbau Pemko dan Pemkab juga memasifkan pasar murah di daerah masing-masing, sehingga warga kita benar-benar terbantu. Selain cabe merah, juga bisa operasi pasar murah untuk komoditas minyak goreng, tepung terigu, beras, dan lain-lain. Sebab, kebutuhan warga kita saat Ramadhan dan menjelang lebaran ini cenderung meningkat,” ucap Gubernur lagi.

Penyelenggaraan pasar murah, sambung Gubernur, juga dimaksudkan untuk mengendalikan inflasi selama momen Ramadhan dan menjelang Idulfithri tahun ini.

“Berbagai upaya terus kita lakukan untuk mengendalikan inflasi ini,” ucap Gubernur yang dalam kesempatan itu turut didampingi oleh Kepala Biro Adpim Setdaprov Sumbar, Mursalim, dan Sekretaris Dinas Pangan Sumbar, Edi Dharma Syafni. (adpsb/isq)

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Dharmasraya Kirim Personel dan Kendaraan Air Bersih ke Pessel

Berita Sesudah

Camat Sungai Rumbai Dharmasraya Kampanyekan Gerakan Melawan TBC

Berita Terkait

Menemukan Waktu dalam Langkah

Selalu Ada Jalan Kembali

Minggu, 21/6/26 | 19:40 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Memulai kembali kebiasaan membaca ternyata menghadirkan pengalaman yang berbeda dari yang saya bayangkan. Saya...

Paylater, Kemudahan di Ujung Jari atau Jebakan Keuangan di Masa Depan

Paylater, Kemudahan di Ujung Jari atau Jebakan Keuangan di Masa Depan

Minggu, 21/6/26 | 14:59 WIB

Oleh: Puty Mahira Zahrani (Mahasiswa MKWK Bahasa Indonesia dan Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Andalas)   Hidup di abad ke-21 rasanya...

Makna Dibalik Puisi “Harapan” Karya Sapardi Tinjauan Semiotika

Gaya Bahasa dalam Cerpen “Beki Bebek” Karya Vanda Parengkuan

Minggu, 21/6/26 | 14:42 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia dan Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif FIB Universitas Andalas)           "Kata yang...

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Peduli di Layar, Abai di Jalan: Ironi Aktivisme Lingkungan di Era Digital

Minggu, 21/6/26 | 14:31 WIB

Oleh: Noor Alifah (Mahasiswa Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Di era digital, menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan tidak pernah semudah...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Perbedaan kata “bantu” dan “tolong”

Minggu, 21/6/26 | 13:50 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Kata bantu dan tolong...

Objek Wisata Batu Malin Kundang Berubah Jadi Kolam Saat Hujan

Objek Wisata Batu Malin Kundang Berubah Jadi Kolam Saat Hujan

Sabtu, 20/6/26 | 15:57 WIB

Padang, Scientia – Kondisi objek wisata Batu Malin Kundang di Pantai Air Manis, Kota Padang, sangat memprihatinkan. Setiap kali hujan...

Berita Sesudah

Camat Sungai Rumbai Dharmasraya Kampanyekan Gerakan Melawan TBC

Discussion about this post

POPULER

  • Puisi-puisi Wulan Darma Putri

    Peduli di Layar, Abai di Jalan: Ironi Aktivisme Lingkungan di Era Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gaya Bahasa dalam Cerpen “Beki Bebek” Karya Vanda Parengkuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan kata “bantu” dan “tolong”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata Ganti Orang Ketiga “Beliau”, “Dia”, dan “Ia” dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026