Rabu, 21/10/26 | 01:11 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS

Folklor Lisan: Tapantang yang Mendatangkan Musibah

Minggu, 21/1/24 | 13:04 WIB

Oleh: Mario Apendi
(Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)

 

Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman budaya. Keberagaman budaya itu tersebar dari ujung timur hingga ujung barat pulau-pulau di Indonesia. Koentjaraningrat (1923-1999), antropolog Indonesia mendefinisikan budaya sebagai seluruh sistem gagasan dan rasa, tindakan, serta karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan bermasyarakat yang dijadikan miliknya dengan cara belajar. Dengan kata lain, budaya merupakan rangkuman dari segala sesuatu yang dipelajari dan dikuasai seseorang sebagai bagian dari suatu komunitas masyarakat. Hal ini mencakup semua pola perilaku normatif yang diperoleh melalui pembelajaran.

BACAJUGA

Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus saat memasangkan masker kepada warga.[foto: ist]

PKB Sumbar Bagikan Masker di Lubuk Alung, Firdaus: Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati

Selasa, 20/10/26 | 23:59 WIB
Pelantikan DPD KNPI, Bupati Dharmasraya Ajak Pemuda Bersinergi dengan Pemerintah

Pelantikan DPD KNPI, Bupati Dharmasraya Ajak Pemuda Bersinergi dengan Pemerintah

Selasa, 20/10/26 | 21:36 WIB

Kebudayaan ini berkembang di tengah-tengah masyarakat dan diyakini secara turun temurun dari generasi ke generasi. Seiring dengan berkembangnya zaman kebudayaan juga terus diperbaharui dan berubah mengikuti zaman. Salah satu kebudayaan yang berkembang di masyarakat, yaitu kepercayaan yang diyakini oleh masyarakat setempat. Kepercayaan ini merupakan bagian dari folklor. Folklor adalah kebudayaan kolektif yang tersebar dan diwariskan secara turun-temurun secara tradisional dalam versi yang berbeda, baik dalam bentuk lisan maupun contoh yang disertai dengan gerak isyarat atau alat pembantu pengingat (Danandjaja dalam Hutomo (1991:5).

Folklor terdiri dari tiga jenis, yaitu folklor lisan, foklor sebagian lisan, dan foklor bukan lisan. Biasanya yang banyak tersbebar di masyarakat dan berkembang di suatu masyarakat, yaitu foklor lisan–foklor yang tidak diketahui asalnya. Salah satu folklor lisan, yaitu kepercayaan tapantang yang diyakini oleh masyarakat Kampung Baru Talao Mundam, Nagari Ketaping, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. Ada dua kata yang harus dipahami, yaitu “pantang” dan “tapantang”. Pantang merupakan sebutan untuk sesuatu yang dilarang, sedangkan tapantang adalah sebutan untuk seseorang yang mengalami atau melanggar pantang. Contoh katanya, “Dek a tibo-tibo sakik e tu, lai ndak tapantang e tu”.

Pantang merupakan suatu larangan di dalam kehidupan sehari-hari mengenai perbuatan dan perilaku yang tidak boleh dilakukan. Jika seseorang melanggar pantang itu, orang tersebut (keluarga orang tersebut) akan mendapatkan petaka yang dapat mengancam nyawa. Ada beberapa bentuk larangan dari pantang ini, yaitu:

  • Kamar seorang anak yang sudah berkeluarga tidak boleh berada di depan kamar orang tua, kamar anak harus di belakang kamar orang tuanya.
  • Kamar bekas yang ditempati oleh anak tidak boleh ditempati oleh orang tuanya, tetapi boleh tidur bersama anaknya di kamar itu. Jika orang tua benar-benar ingin menempatinya, kamar itu harus ditempati beberapa hari terlebih dahulu oleh orang lain yang tidak ada hubungan darah (bacinduan).
  • Begitu pula halnya dengan adik ke kakak. Hal tersebut juga berlaku untuk kakak ke
  • Benda yang semulanya diletakkan di depan tidak boleh dipindahkan ke belakang dan sebaliknya. Ini berlaku untuk seluruh benda yang berhubungan dengan keseharian benda hidup maupun tak hidup. Contoh benda hidup: tanaman dan benda tak hidup contohnya: gorden jendela.
  • Rumah anak tidak boleh di depan rumah orang tua.
  • Tanah tidak boleh dipindah-pindahkan dari depan ke belakang dan sebaliknya.
  • Air cucuran atap rumah anak tidak boleh mengenai atap rumah orang tuanya. Sebagai contoh, ika sebuah keluarga memiliki sawah, air sawah anak tidak boleh mengalir ke sawah orang tua. Akan tetapi, air sawah orang tua boleh mengalir ke sawah anak.
  • Dalam membangun rumah, tiang yang dipakai, misalnya tiang kayu tidak boleh terbalik (ujungnya di bawah dan pangkalnya di atas).

Pantangan ini sudah ada sejak dulu kala dan secara turun-temurun dan diyakini masyarakat  Kampung Baru Talao Mundam hingga saat ini. Tidak ada yang tahu mengapa pantangan itu ada. Masyarakat hanya mempunyai jawaban singkat, “Nagari ko alah kanai pantang/dikutuak”, ucap salah satu seorang narasumber. Siapa pun yang sudah memasuki wilayah daerah pantangan ini harus mematuhi pantangan yang ada. Percaya ataupun tidak harus mengikuti aturan yang ada. Contohnya orang yang datang dari luar Sumatera Barat jika tinggal di daerah yang ada pantangan, mereka harus mengikuti pantangan ini.

Sebab akibat dari pantangan ini tidak bisa dinalarkan oleh akal sehat karena ada beberapa pantangan yang akibatnya tidak bisa dijelaskan. Contoh kasus yang  sering terjadi di masyarakat, yaitu benda yang semulanya diletakkan di depan tidak boleh dipindahkan ke belakang dan sebaliknya. Ini berlaku untuk seluruh benda yang berhubungan dengan sehari-hari benda hidup maupun tak hidup. Contoh benda hidup (tanaman) dan tak hidup (gorden jendela). Biasanya kasus ini sering ditemukan secara langsung. Akibatnya mata pelaku yang melanggar pantangan tersebut menjadi terbolak-balik. Contoh kasus lainnya adalah air cucuran atap rumah anak tidak boleh mengenai atap rumah orang tuanya, nanti yang terkena pantang bisa demam dengan badan panas dingin. Tidak ada akibat yang khusus untuk pantangan ini. Biasanya yang sering terjadi yaitu mata terbolak-balik dan jika tidak diobati, korban akan meregang nyawa. Akibat melanggar pantangan ini ada bermacam-macam, di antaranya:

  • Demam panas dingin
  • Kejang-kejang
  • Mata terbolak-balik
  • Susah untuk bernapas
  • Jika dibiarkan dan tidak di obati secara cepat akan menyebabkan kematian

Pelaku tidak selalu menjadi korban dalam pantangan ini. Orang yang menjadi korban biasanya orang yang memiliki fisik lemah ataupun sering sakit-sakitan. Dengan demikian, cara mengobati kasus ini tergantung jenis penyakitnya. Contoh kasus yang mudah diobati adalah tanaman yang berada di depan dipindahkan ke belakang. Cara mengatasinya adalah mencabut tanaman tersebut dan  menanamnya kembali di tempat asalnya. Pantangan gorden pintu yang semulanya di depan, lalu dipindahkan ke belakang. Solusinya adalah gorden dipindahkan kembali ke tempat semula. Contoh kasus yang susah untuk diobati, yaitu tapantang yang tidak diketahui pelakunya atau pantang apa yang dilanggar. Orang-orang bingung apa yang harus diperbuat dan akhirnya bisa menyebabkan kematian pada korban yang tapantang. Jika tidak ada solusi, biasanya keluarga korban pergi ke tempat orang pintar di daerah itu (dukun kampung). Dukun biasanya dapat mengetahui apakah korban terkena pantang atau tidak.

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Folklor Lisan: Tapantang yang Mendatangkan Musibah

Berita Sesudah

Tentang Kipas Angin yang “Ideal”

Berita Terkait

Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus saat memasangkan masker kepada warga.[foto: ist]

PKB Sumbar Bagikan Masker di Lubuk Alung, Firdaus: Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati

Selasa, 20/10/26 | 23:59 WIB

Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus saat memasangkan masker kepada warga.Padang Pariaman, Scientia — Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumatera...

Pelantikan DPD KNPI, Bupati Dharmasraya Ajak Pemuda Bersinergi dengan Pemerintah

Pelantikan DPD KNPI, Bupati Dharmasraya Ajak Pemuda Bersinergi dengan Pemerintah

Selasa, 20/10/26 | 21:36 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, mengajak generasi muda memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat...

Jangan Lewatkan! DPP Iluni UNP Bakal Gelar Temu Akbar Lintas Angkatan

Jangan Lewatkan! DPP Iluni UNP Bakal Gelar Temu Akbar Lintas Angkatan

Selasa, 20/10/26 | 20:25 WIB

  Padang, Scientia.id - Selama dua hari Jumat dan Sabtu (tanggal 23-24) Oktober 2026, Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Alumni Universitas...

Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa, Nihayatul Wafiroh [foto:ist]

Perundungan di Rungkut, Nihayatul Wafiroh Pertanyakan Penanaman Nilai-nilai Adab Sejak Dini

Selasa, 20/10/26 | 18:34 WIB

Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa, Nihayatul Wafiroh Jakarta, Scientia - Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa, Nihayatul Wafiroh atau akrab disapa...

Evaluasi Kinerja Perumda Tirta Solok Nan Indah, Bupati Solok Bidik 30.000 Pelanggan

Evaluasi Kinerja Perumda Tirta Solok Nan Indah, Bupati Solok Bidik 30.000 Pelanggan

Senin, 19/10/26 | 21:10 WIB

Arosuka, Scientia.id - Menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkait pelayanan air bersih yang kerap mengalami kemacetan, Bupati Solok, Dr. (HC) Jon Firman...

Atasi Dampak Kabut Asap Karhutla, Bupati Solok Bagikan Masker dan Vitamin

Atasi Dampak Kabut Asap Karhutla, Bupati Solok Bagikan Masker dan Vitamin

Senin, 19/10/26 | 17:10 WIB

Arosuka, Scientia.id - Mengantisipasi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai mempengaruhi kualitas udara di sejumlah...

Berita Sesudah
Jejak Cita Rasa dan Kebersamaan di Kedai Mamak

Tentang Kipas Angin yang “Ideal”

Discussion about this post

POPULER

  • Penabuhan gendang sebagai pertanda dimulainya Soundbar Fest II.[foto:sci/yrp]

    Bupati Padang Pariaman Buka Soundbar Fest II

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Cuaca Berubah, Hama Ikut Berubah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membedah Luka Anak Rantau dalam Lagu “Sesi Potret”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Firdaus Sosialisasikan Perda Koperasi dan Usaha Kecil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meski Diguyur Hujan, Soundbar Fest II di Balah Hilia Tetap Meriah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKB Salurkan 132 Ribu Liter Air Bersih di Sumsel, Warga: Terima Kasih Gus Muhaimin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bias Pengetahuan Bahasa AI tentang Perempuan dan Krisis Iklim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026