Rabu, 04/3/26 | 04:40 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

Menyoal Selisih Harga

Minggu, 02/7/23 | 16:06 WIB
Satu Tikungan Lagi

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Terkadang membanding-bandingkan harga barang yang sudah dibeli memang menjengkelkan. Tidak jarang berujung pertikaian hingga saling menolak untuk bertegur sapa. Mungkin saja harga yang dibandingkan itu selisih dari ratusan hingga puluhan ribu saja.

Persoalan ini bisa saja terjadi terhadap semua kalangan mulai dari segi usia, gender, hingga profesi. Penyampaiannya pun beraneka macam pula, entah itu berupa candaan atau benar-benar serius (terkadang mengarah ke hinaan). Namun, semua cara itu tetap menjengkelkan dan awal pertikaian.

Begitupun dengan jenis barang yang menjadi pembahasan, misalnya harga smartwatch. Bermacam cara pula untuk membelinya, baik itu belanja online atau langsung di toko. Hanya saja harga yang ditawarkan berbeda-beda. Bisa saja harga di market place lebih murah dibanding di gerai smartwatch, atau sebaliknya.

BACAJUGA

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB
Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Pada suatu kesempatan, saya terlibat pula dalam persoalan ini. Masalahnya adalah selisih ratusan ribu harga smartwatch yang dibeli dari market place dan gerai. Perdebatan ini pun cukup menegangkan urat saraf dan memanaskah suasana.

Awalnya seorang rekan baru saja membeli smartwatch melalui market place. Dengan senangnya ia bercerita mendapat harga yang murah dibandingkan stok yang tersedia di gerai. Saya dapat melihat dengan jelas ekspresi kegembiaraannya, seakan cerdas dan menang dalam berbelanja.

Usilnya, seorang teman lainnya juga baru membeli smartwatch dengan merek dan seri yang sama. Sayangnya, harga yang dibeli teman ini jauh lebih mahal dibanding yang dibeli rekan satunya melalui market place. Ujungnya, muncul perdebatan sengit tentang persoalan harga.

Si teman yang belanja di market place ini selalu membuat “candaan” tentang selisih harga tersebut. “dua ratus ribu itu sungguh selisih yang banyak” ujarnya sambil cengengesan. Jahilnya, ia cengengesan sambil menyenggol bahu rekan yang belanja di gerai. Saya menjadi khawatir, takut saja akan muncul pertikaian yang serius.

Awalnya tampak seperti perang dingin dengan saling sindir. Lama-kelamaan sindiran itu sudah semacam roasting seperti acara stand up comedy. Mereka perang selisih harga, kita yang mendengarkan bingung antara hendak ketawa atau marah.

Mau ketawa takut mereka tersinggung, tapi yang mereka ucapkan itu sunggu menggelikan. Jika hendak marah takut memunculkan pertikaian selanjutnya, tapi terkadang beberapa ucapan mereka juga bikin risih yang mendengarkan.

Namun begitu, ada satu hal yang membuat saya takjub dari pertikaian itu. Hal yang awalnya saya takutkan yaitu pertikaian serius sampai adu jotos tidak sampai kejadian. Walaupun saling serang sindiran, tetap persahabatan yang utama. “Kita boleh bersitegang dalam berdebat, tapi setelah itu tetap sahabat” begitu semboyannya.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Puisi-puisi Shofia Novelina dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Berita Sesudah

Sensasi Naik KTX, Kereta Api Cepat di Korea Selatan

Berita Terkait

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah/Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand) Dalam beberapa minggu terakhir, saya berkunjung ke beberapa nagari untuk...

Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kecamatan Gunuang Omeh, khususnya Nagari Talang Anau bukan tempat...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Jika Renyah dapat dianalogikan, ia bukan ruang yang hadir dengan suara lantang atau pernyataan yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir tahun 2025 kita lewati dengan langkah yang lebih pelan. Bencana yang terjadi di...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saat istirahat siang, saya sering lengah dengan waktu. Bukan karena terburu-buru seperti di pagi...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Ketika Waktu Tak Menunggu

Minggu, 07/12/25 | 22:22 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya sering bangun tergesa, seolah pagi datang lebih cepat dari dugaan. Waktu terus berjalan...

Berita Sesudah

Sensasi Naik KTX, Kereta Api Cepat di Korea Selatan

Discussion about this post

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Fadli Amran Lantik Empat Pimpinan Tinggi Pratama dan 50 Kepsek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wawako Padang Pimpin Apel Gelar Pasukan Persiapan Ramadhan 1447 Hijriah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Metafora dalam Puisi-puisi Sanusi Pane

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Peranakan Tionghoa dalam Sastra Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024