Rabu, 05/8/26 | 21:10 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

Mengetuk Pintu

Minggu, 11/6/23 | 09:04 WIB


Lastry Monika
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Sebagian orang telah menemukan pintunya. Pintu itu terbuka dan ia masuk ke dalamnya. Sebagian lagi sedang mengetuk pintu dan menunggu pintu itu terbuka. Sebagian lainnya pula, sedang mencari pintu untuk ia ketuk lagi setelah pintu-pintu sebelumnya tidak terbuka untuknya. Bagaimana denganmu?

Setiap orang mungkin memiliki pintu yang ia suka. Oleh sebab itu, sedari awal ia menempuh rute yang tujuan akhirnya ialah pintu tersebut. Meskipun ia telah menempuh rute yang benar, namun pintu yang ia tuju belum tentu bisa terbuka walaupun ia ketuk berkali-kali? Lalu, apakah ia harus memaksa agar pintu itu terbuka atau mencari pintu yang lain? Sepertinya, pilihan yang terbaik ialah opsi yang kedua.

Loh, kenapa tidak berusaha lebih untuk membukanya? Tentu saja berusaha. Akan tetapi, tidak semua pintu yang disuka dan dimau bisa terbuka. Oleh sebab itu, cari dan coba ketuk pintu yang lain. Meskipun seseorang memiliki pilihan-pilihan dalam hidup, namun takdir bisa berkata lain. Bukankah begitu? Ya, itu pun kalau kamu percaya takdir.

BACAJUGA

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Belajar Lagi dari Tombol Undo

Minggu, 02/8/26 | 18:43 WIB
Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Banyak Mendengar, Banyak Belajar

Minggu, 19/7/26 | 19:50 WIB

Beberapa bulan lalu, saya mengibaratkan kampus dan jurusan favorit sebagai sebuah pintu kepada siswa-siswa SMA yang sedang berjuang masuk ke perguruan tinggi. Lalu ia bertanya, “Apakah Kakak sudah masuk ke pintu yang Kakak inginkan?” saya terdiam sebentar sebelum akhirnya saya menggeleng dan dengan lirih berkata, “Belum!”

Lalu ia bertanya kembali, “Loh, bukannya dengan Kakak bertemu kami di sini itu artinya Kakak telah masuk ke sebuah pintu?”

“Ya benar, tetapi ini bukan pintu yang Kakak maksud. Ketika dalam perjalanan menuju pintu yang diinginkan, pintu ini terbuka dan mempersilakan masuk. Tentu saja, pintu yang terbuka ini layak dicoba. Anggap saja seperti sebuah persinggahan karena mungkin perjalanan menuju pintu yang diinginkan masih jauh,” jawab saya. Sebetulnya obrolan kami yang terkesan serius ini tidak seserius itu.

Obrolan kami berakhir dengan saya mendoakan agar pintu yang sedang mereka ketuk segera terbuka dan mereka dipersilakan masuk ke dalamnya. Sebagian dari siswa SMA itu tidak menghiraukan harapan baik ini. Sebab, pintu persinggahan yang terbaik saat itu ialah menuju rumah atau tongkrongan setelah dijejali pelajaran dari pagi sampai sore. Beberapa siswa lainnya juga menuturkan harapan baik untuk saya.

“Semoga Kakak segera sampai di pintu yang Kakak tuju. Setelah diketuk, pintu itu juga segera terbuka!” ujarnya. Saya membalasnya dengan amin paling serius. Saat itu saya terharu sekali.

Setelah beberapa bulan berlalu, saya mendapat kabar bahwa sebagian dari mereka telah masuk ke pintu yang mereka tuju. Oh, sungguh senang sekali mendapat kabar ini. Sebagian lainnya masih berusaha mencari dan mengetuk pintu yang lain.

Bila sebuah pintu telah diketuk dan ia tak terbuka, saya kira itu artinya ialah mencoba mengetuk pintu yang lain. Seperti halnya kutipan dari sebuah drama yang saya tonton akhir-akhir ini, “Gagal artinya kau harus mencoba kembali!” Oke, saya setuju! Apakah kamu juga?

Tags: #Lastry Monica
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Tenunan Khas Lima Puluh Kota pada Songket Halaban

Berita Sesudah

Cerpen “Kucing Pembawa Hikmah” karya Annevi Dhora Royenza dan Ulasannya oleh Dara Layl

Berita Terkait

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Belajar Lagi dari Tombol Undo

Minggu, 02/8/26 | 18:43 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Beberapa minggu terakhir ini, ada satu kegiatan baru yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Banyak Mendengar, Banyak Belajar

Minggu, 19/7/26 | 19:50 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu waktu, saya dan tim melakukan penelitian lapangan di...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Makan Dulu, Baca Kemudian

Minggu, 12/7/26 | 20:03 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Setelah beberapa kali memperhatikan slogan-slogan di rumah makan, saya mulai menyadari bahwa tulisan-tulisan itu...

Tentang Kipas Angin dan Perbedaan yang Sederhana

Minggu, 28/6/26 | 20:08 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Tinggal bersama orang lain dalam satu ruang yang sama sering kali memperlihatkan hal-hal...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Selalu Ada Jalan Kembali

Minggu, 21/6/26 | 19:40 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Memulai kembali kebiasaan membaca ternyata menghadirkan pengalaman yang berbeda dari yang saya bayangkan. Saya...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Belajar dari Halaman Pertama

Minggu, 07/6/26 | 18:28 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa waktu terakhir, saya sering memandangi tumpukan buku yang belum selesai dibaca. Sebagian sudah...

Berita Sesudah
Cerpen “Kucing Pembawa Hikmah” karya Annevi Dhora Royenza dan Ulasannya oleh Dara Layl

Cerpen "Kucing Pembawa Hikmah" karya Annevi Dhora Royenza dan Ulasannya oleh Dara Layl

Discussion about this post

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dampak Kecerdasan Buatan (AI) bagi Dunia Pendidikan di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPC PKB Kota Payakumbuh Resmikan Kantor Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fungsi Tanda Asteris atau Tanda Bintang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yusri Latif Dorong Pondok Pesantren di Padang Masuk Program 10.000 MCK PKB

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasangan Kata “Bukan” dan “Tidak” dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026