Senin, 16/2/26 | 11:32 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KLINIK BAHASA

“Sage” Tren Warna dan Istilah Baru Tahun 2023

Minggu, 21/5/23 | 10:18 WIB
Oleh: Elly Delfia (Dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)

Dalam sebuah postingan pada Hari Raya Idulfitri lalu, instagram artis dan model, Maudy Ayunda diserbu oleh warganet. Ada warnaget yang berkomentar Maudy Ayunda ter-sage-sage (untuk menyebut istilah terhipnotis oleh warna sage) karena seluruh keluarga Maudy memakai warna hijau sage (sage green) pada momen Idulfitri tersebut.

Real pakai sage se Indonesia ya (@aidewi)
Maudy ayunda pun sage (@yanjeolmii)
Maudy korban sage jga (@hi_wwd)
Sage green semakin didepan (@ririsromantis)

Demikian komentar para warganet mengenai warna busana hari raya yang dikenakan keluarga Maudy Ayunda. Keluarga Maudy memang memadupadankan warna hijau sage dengan warnah putih, keemasan, dan abu-abu pada waktu itu. Warganet lain yang juga kebetulan memakai warna yang sama pada Hari Raya Idulfitri merasa satu hati dengan Maudy, idola mereka. Komika Kiki Saputri, artis Ussy Sulistiawaty, dan beberapa artis/selebritis lain juga mengunggah foto dengan pakaian warna sage saat itu.  Lalu dalam sebuah unggahan instagram lain, saya melihat seorang suami kebingungan memilihkan jilbab warna sage yang diminta tolong ambilkan oleh istrinya. Lalu seperti apa sebenarnya warna sage itu?

Sage berasal dari campuran warna hijau, warna perak, dan abu-abu. Kata sage diambil dari nama tanaman sage atau capo (dalam bahasa Minangkabau), sejenis tumbuhan perdu berwarna hijau dan bermanfaat untuk kesehatan. Daun tanaman sage/capo ini di kampung saya digunakan untuk obat sakit perut, obat demam, dan juga obat sapi yang tidak nafsu makan karena diare. Dikutip dari Halodoc.com, tanaman sage dapat menurunkan kadar gula darah, menjaga kesehatan otak, dan meringankan gejala menopouse.

BACAJUGA

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Selasa, 20/1/26 | 07:09 WIB
Struktur Kalimat Peraturan Perundang-undangan

Problematika Penulisan Kata Majemuk

Minggu, 28/12/25 | 23:00 WIB

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa sage (salvia officinalis) merupakan jenis tanaman yang termasuk keluarga min, tingginya dapat mencapai 70 sentimeter, daunnya berbentuk oval, keras, berbulu halus, beraroma tajam, dan biasa digunakan sebagai bumbu masakan atau obat herbal. Selain itu, sage juga diartikan sebagai salah satu jenis cerita rakyat berdasarkan sejarah dan imajinasi. Sage disebut sebagai cerita rakyat yang bertujuan untuk melatih kebijaksanaan dan budi pekerti. Warna hijau sage yang sedang tren menyerupai daun sage kering merupakan lambang kebaruan dan kebijaksanaan dalam budi pekerti manusia.

Jika dibawakan ke dalam agama Islam, warna hijau juga adalah warna yang disukai oleh Rasulullah SAW, seperti bunyi hadits berikut: “Aku melihat Rasullullah SAW berkhutbah dengan memakai dua selendang yang berwarna hijau (H.R. An Nasa’i). Warna sage sebagai turunan dari warna hijau memang terlihat menyejukkan dan menenangkan mata. Warna ini juga bagus untuk cat rumah maupun ruang kantor karena mencerminkan konsep kekinian yang tenang, elegan, antik, dan minimalis.

Melansir dari cnn.indonesia.com, 23 April 2023, warna hijau memang mempunyai sejarah panjang. Warna ini sudah digunakan sejak zaman kuno, baik digunakan sebagai pewarna lukisan ataupun warna bangunan. Warna hijau juga disebut mengandung racun arsenik dan warna ini pernah digunakan untuk membunuh Napoleon Bonaparte. Dalam kehidupan masa kini, warna hijau terus berkembang sebagai buah dari aktivitas dan kreativitas manusia hingga muncul warna hijau sage seperti yang tren saat ini. Kemunculan sage melengkapi kosakata warna dalam bahasa Indonesia yang sudah ada sebelumnya, seperti warna merah, kuning, hijau, biru, jingga, oranye, hitam, putih, marun, dan lain-lain.

Warna hijau sage merupakan representasi dari bahasa sebagai semiotika sosial (simbol sosial), seperti yang diungkapkan Halliday (1976) dalam teori linguistik sistemik fungsional (systemic functional linguistik/SFL). Sage merupakan representasi dari realitas sosial yang ada dalam masyarakat Indonesia. Masyarakat beramai-ramai memakai warna sage dalam berbagai aktivitas sosial, seperti untuk bersilaturahmi pada Hari Raya Idulfitri, untuk pertemuan keluarga, untuk seragam kantor, arisan,  dan lain-lain. Saking populernya warna sage ini, pada suatu kesempatan, Menteri Pariwisata, Sandiaga Uno yang tengah memakai baju hijau disebut ter-sage-sage dan dipertanyakan oleh wartawan, apakah beliau akan merapat ke PPP sebagai partai politik barunya karena PPP mewakili warna sage seperti baju yang ia pakai. Jadi, warna sage kemudian menjadi simbol dari aktivitas, perasaan, dan pikiran manusia, bahkan juga dikaitkan dengan pilihan politik.

Kemudian, sage yang merupakan bagian dari aktivitas manusia menjadi trending, viral, dan mendapat pengakuan sebagai sebuah warna baru dan kelaziman baru yang berterima. Demikian istilah sage muncul karena digunakan dalam berpakaian dan otomatis juga digunakan dalam aktivitas berbahasa.

Tags: #Elly Delfia
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Hati-Hati dengan Netizen Indonesia

Berita Sesudah

Leonardy Harmainy Buka Acara Wisata Rekreasi Berburu di Kasang

Berita Terkait

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

KBBI dan Kuasa Badan Bahasa

Minggu, 15/2/26 | 16:59 WIB

Oleh: Ria Febrina (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik Universitas Andalas) Setelah kapitil, masyarakat Indonesia kembali dihebohkan dengan definisi...

Aspek Fonologis dan Keformalan Bahasa

Bon atau Bien? Dua Kata yang Sering Tertukar, tetapi Tidak Pernah Sama

Minggu, 01/2/26 | 14:54 WIB

Oleh: Nani Kusrini (Dosen Pendidikan Bahasa Prancis Universitas Lampung)   Bon dan bien adalah dua kosakata dalam bahasa Prancis yang...

Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

Berbagai Istilah Tempat Perbelanjaan dalam Bahasa Indonesia

Minggu, 25/1/26 | 17:00 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Berbelanja merupakan...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Selasa, 20/1/26 | 07:09 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas) Suatu sore, adik perempuan saya mendatangi saya dan berkata “Uni sudah...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Minggu, 11/1/26 | 09:57 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Tiba-tiba warganet Indonesia heboh...

Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

Onde-Onde dan Klepon: Perbedaan Budaya, Perbedaan Nama

Minggu, 11/1/26 | 09:39 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Tidak...

Berita Sesudah
Leonardy Harmainy Buka Acara Wisata Rekreasi Berburu di Kasang

Leonardy Harmainy Buka Acara Wisata Rekreasi Berburu di Kasang

Discussion about this post

POPULER

  • Perspektif Ekologis dalam Berbahasa

    Ancaman Ekologis Krisis Air dari Tren Penggunaan AI di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membaca Cerpen “Robohnya Surau Kami” dari Perspektif Psikoanalisis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KBBI dan Kuasa Badan Bahasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bentuk-Bentuk Singkatan dalam Surat Resmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata Ganti Orang Ketiga “Beliau”, “Dia”, dan “Ia” dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hubungan Sinonim Kata “Mempunyai” dan “Memiliki”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024