Sabtu, 24/1/26 | 04:47 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Sein Ke Kiri, Belok Kanan

Minggu, 11/12/22 | 11:46 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah Scientia.id)

 

“Berhati-hatilah dalam  berkendaraan, utamakan keselamatan, ada keluarga menunggu di rumah”.

Begitu himbuannya, melalui iklan layanan masyarakat di media cetak atau elektronik. Iklan yang sering dijumpai di jalanan, muncul di televisi dan mungkin juga di radio. Pesan ini penting karena kecelakaan tidak mengenal siapa saja dan dapat terjadi kapan saja. Utamakan keselamatan.

Begitu juga dengan perilaku berkendaraan. Kita harus tertib. Patuhi segala aturan berlalu lintas, mulai dari perlengkapan pengemudi dan kendaraan hingga perilaku berkendaraan. Semuanya harus dipatuhi demi kenyamaan dan keselamatan berlalu lintas.

Kendaraan yang digunakan tentu harus sesuai dengan standar dan aturan berlalu lintas, misalnya adanya kaca spion, tidak menggunakan knalpot yang tidak sesuai dengan standar, hingga surat-surat kendaraan juga lengkap. Paling tidak, kendaraan yang digunakan sesuai dengan tujuan rute perjalanan. Mana tau ada kendaraan yang gunanya untuk pergi ke kebun.

BACAJUGA

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB
Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Bagi saya hal “menggemaskan” justru pada cara berkendara. Dalam sebuah obrolan, seorang teman berkelakar bahwa ia selalu deg-deg kan kalau beriringan dengan pengendara yang lampu seinnya selalu hidup. Bahkan, sampai ia berhenti di tempat tujuan. Hal itu memancing tawa kami karena bukan hanya ia seorang yang mengalami itu.

Persoalan berkendara selalu menghadirkan hal unik dan filosofis untuk dibicarakan. Tindakan tidak berbelok sesuai sein yang diarahkan atau lupa menghidupkan lampu sein tentu akan berdampak buruk. Tidak hanya kepada pengemudinya, tapi juga pengendara lain yang berada di depan atau belakangnya.

Tidak sedikit pula pemberitaan kecelakaan akibat lampu sein ini. Lampu sein bukan perkara sepele. Ini menandakan arah ke mana si pengemudi hendak berbelok. Jika lampu sein yang dinyalakan sebelah kanan, pengemudi harus berbelok ke kanan, tidak ke kiri atau malah lurus. Begitu seharusnya.

Begitu pun saat pengemudi lupa menghidupkan lampu sein ketika hendak berbelok, hal ini juga berpotensi menimbulkan kecelakaan. Sama-sama berbahaya. Namun, yang cukup sering dijumpai di jalanan ialah arah belokan yang tidak sesuai dengan sisi lampu sein yang dihidupkan, misalnya sein kiri, tetapi malah belok ke kanan. Dengan banyaknya kasus serupa ini, orang-orang pun mungkin mempertanyakan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang ia miliki.

Mengapa bisa terjadi sein kiri, tetapi malah belok kanan? Apakah ini murni keteledoran si pengendara atau kesalahpahaman dalam memahami kegunaan lampu sein? Misalnya, selama ini ia justru memahami bahwa lampu sein berguna untuk mempersilakan pengendara mendahauluinya dari sisi kiri, sebab ia akan berbelok ke kanan. Loh, bisa saja bukan? Bila memang seperti itu, si pengendara perlu mendapat edukasi lalu lintas dan mengedukasi dirinya sendiri. Sebab, pemahaman serupa itu (bila memang ada) sangat membahayakan pengendara lain, bahkan diri sendiri.

Kembali teringat kelakar obrolan teman sebelumnya, kalau sein kiri, belok kanan itu filosofis. Sebenarnya, itu sebuah kebiasaan, begitu katanya. Kebiasaan kita sering menyampaikan hal berbeda dengan yang sebenarnya dan itu berdampak buruk bagi orang lain. Paling tidak saya memahaminya sebagai sikap berbohong. Sebuah sikap yang tidak terpuji dan berpotensi besar untuk dilakukan oleh siapa saja dan mungkin juga oleh saya.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Mari Acuhkan Bahasa!

Berita Sesudah

Enam Kerawanan pada Pemilu Tahun 2024

Berita Terkait

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Jika Renyah dapat dianalogikan, ia bukan ruang yang hadir dengan suara lantang atau pernyataan yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir tahun 2025 kita lewati dengan langkah yang lebih pelan. Bencana yang terjadi di...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saat istirahat siang, saya sering lengah dengan waktu. Bukan karena terburu-buru seperti di pagi...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Ketika Waktu Tak Menunggu

Minggu, 07/12/25 | 22:22 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya sering bangun tergesa, seolah pagi datang lebih cepat dari dugaan. Waktu terus berjalan...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Hujan yang Merawat Diam

Minggu, 23/11/25 | 19:52 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Hujan selalu punya cara sederhana untuk membuat saya berhenti sejenak. Di antara rintik yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tentang Usaha yang Tidak Terlihat

Minggu, 09/11/25 | 20:13 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam setiap pertandingan olahraga selalu ada dua kemungkinan, menang atau kalah. Dari kejauhan semuanya...

Berita Sesudah
Enam Kerawanan pada Pemilu Tahun 2024

Enam Kerawanan pada Pemilu Tahun 2024

Discussion about this post

POPULER

  • Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]

    Firdaus Kembali Pimpin PKB Sumbar, Optimis Bawa PKB Capai Puncak pada Pemilu Mendatang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPP PKB Tetapkan Kepengurusan DPW PKB Sumbar Periode 2026–2031

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berbagai Istilah Urutan Waktu dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • HI UNAND dan Muhammadiyah Sumbar Bahas ABS-SBK dan Global Values

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Komitmen Dukung Percepatan Pembebasan Lahan Sukseskan PSN di Kota Padang.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024