Kamis, 17/9/26 | 00:23 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KLINIK BAHASA

Cara Penulisan Gabungan Kata dalam bahasa Indonesia

Minggu, 04/12/22 | 08:08 WIB
Oleh: Elly Delfia (Dosen Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)

Beberapa bentuk gabungan kata/pemajemukan/kata majemuk/komposisi dalam bahasa perlu dijelaskan cara penulisannya. Meskipun terlihat sepele dan mudah, banyak orang masih keliru soal penulisan kata gabungan kata ini. Salah satunya yang sering keliru adalah penulisan kata terima kasih yang sering digabungkan. Penulisan kata terima kasih yang benar menurut ejaan bahasa Indonesia adalah dipisah atau diberi tanda spasi/jarak.

Gabungan kata ini ada yang ditulis pisah dan ada yang ditulis gabung. Sebagian orang sering keliru dalam menuliskannya. Beberapa kata yang seharusnya digabung penulisannya malah ditulis dengan cara dipisah dan sebaliknya beberapa kata yang seharusnya  dipisah, tetapi malah digabung penulisannya.  Untuk lebih jelas tentang cara penulisan gabungan kata ini, dapat dilihat pada uraian di bawah dengan berpedoman pada EYD V yang baru disahkan oleh Badan Bahasa pada  tanggal 16 Agustus 2022.

(1) Gabungan Kata Berupa Istilah Khusus

Gabungan kata ini ditulis terpisah, misalnya kata terima kasih, ibu kota, rumah sakit, meja tulis, segi empat, simpang lima, sepak bola, dan kambing hitam. Contohnya dapat dilihat dalam kalimat di bawah ini.

BACAJUGA

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Humor Profesor Linguistik

Minggu, 13/9/26 | 21:55 WIB
Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Prompt AI dalam Perspektif Analisis Wacana Kritis

Minggu, 06/9/26 | 23:00 WIB

1. Saya ucapkan terima kasih atas kebaikan hatimu.
2. Ibu kota negara Indonesia terletak di Jakarta.
3. Rumah sakit Sardjito terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta.
4. Ketika menyetir, ayah suka berputar di simpang lima.
5. Dunia sepak bola sedang dihebohkan oleh pertandingan piala dunia.
6. Budi sering dijadikan kambing hitam oleh temannya yang usil.

(2) Gabungan kata yang Dapat Menimbulkan Salah Pengertian

Gabungan kata ini dapat ditulis dengan cara membubuhkan dengan tanda hubung (-) di antara unsur-unsurnya, misalnya: buku-sejarah baru artinya ‘buku sejarah yang baru, bukan buku bekas’, buku sejarah-baru artinya ‘tentang buku sejarah yang baru’, ibu-bapak kami artinya  ‘orang tua kami’,  ibu bapak-kami artinya ’ ibu dari bapak kami (nenek)’. Contohnya dapat dilihat dalam kalimat di bawah ini.

1. Kami membeli buku-sejarah baru itu di toko buku.
2. Buku sejarah-baru sangat menarik untuk dibaca.
3. Ibu-bapak kami adalah orang tua yang sangat perhatian.
4. Ibu bapak-kami sekarang tinggal di kampung.

(3) Gabungan Kata yang Mendapat Awalan dan Akhiran Sekaligus

Gabungan kata ini juga disebut dengan kata yang bergabung afiks (imbuhan) di depan dan dibelakang sekaligus, misalnya dilipatgandakan, menggarisbawahi, mengambinghitamkan, pertanggungjawaban, danmenomorsatukan.  Contohnya dapat dilihat dalam kalimat di bawah ini.

1. Pedagang suka melipatgandakan keuntungan saat berjualan.
2. Mahasiswa perlu menggarisbawahi kata-kata penting yang disampaikan oleh dosen.
3. Kita tidak boleh mengambinghitamkanorang lain atas kesalahan yang diperbuat.
4. Laporan pertanggungjawabanacara harus diketahui oleh semua panitia acara.
5. “Kamu harus menomorsatukan pendidikan di atas segalanya”, kata ibu.

(4) Gabungan Kata yang Mendapatkan Satu Awalan atau Akhiran 

Gabungan kata yang mendapatkan satu awalan atau akhiran saja, baik di muka ataupun di belakang ditulis dengan cara dipisah, misalnya: sebar luaskan, berterima kasih, bertepuk tangan,berlipat ganda, dan menganak sungai. Contohnya dapat dilihat dalam kalimat di bawah ini.
1. Jangan sebar luaskan berita bohong !
2. Warga Cianjur berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh pemerintah.
3. Mari bertepuk tangan untuk menghargai bakat menari adik.
4. Para juara mendapat hadiah berlipat ganda atas raihan prestasi mereka.
5. Air matanya menganak sungai karena dikhianati oleh teman dekatnya.

(5) Gabungan Kata yang Sudah Padu atau Menyatu

Gabungan kata yang sudah padu atau menyatu ditulis dengan digabungkan atau diserangkaikan, misalnya kacamata, kasatmata, matahari, bilamana, olahraga, dukacita, saripati, darmabakti, sukarela, sukacita, saputangan, peribahasa, perilaku, hulubalang, padahal, adakala, dan wiraswasta. Beberapa contohnya dapat dilihat dalam kalimat di bawah ini.
1. Ibu membeli kacamata baca yang cantik.
2. Jin adalah makhluk yang tidak kasatmata.
3. Bilamana saya datang, dia sudah tidak berada di sana.
4. Sepak bola merupakan olahraga yang menyatukan orang-orang di seluruh dunia.
5. Ia memberikan hadiah saputangan merah muda untuk kekasihnya. 

Gabungan-gabungan kata di atas dapat dibagi berdasarkan ciri-ciri yang lebih khusus, seperti gabungan kata yang berupa idiom atau gabungan kata yang bermakna  konotasi atau kiasan, contohnya kambing hitam dan  anak sungai serta gabungan kata berupa komposisi atau gabungan kata yang bermakna denotasi atau makna sebenarnya,  contohnya rumah sakit, tanggung jawab, simpang lima, sepak bola, tepuk tangan, lipat ganda, dan lain-lain. Demikian penjelasan tentang cara penulisan bentuk gabungan kata dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat.

Tags: #Elly Delfia
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Self Reward

Berita Sesudah

Puisi-puisi Karya Rozi Erdus dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Berita Terkait

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Humor Profesor Linguistik

Minggu, 13/9/26 | 21:55 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Linguistik dan Manajer Akademik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas) “Mengapa orang yang pensiun...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Prompt AI dalam Perspektif Analisis Wacana Kritis

Minggu, 06/9/26 | 23:00 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Saat ini, AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Perbedaan kata Pas, Cocok, Sesuai, dan Relevan

Minggu, 30/8/26 | 16:13 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies) Kata pas, cocok, sesuai, dan...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Psikologi Bahasa: Kompetisi dan Kolaborasi

Minggu, 16/8/26 | 22:38 WIB

Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Universitas Andalas baru saja menyambut...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Tele- dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan

Senin, 03/8/26 | 07:33 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Kali ini, kita akan membahas bentuk terikat...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Dari Ejaan menjadi Humor Kritik

Senin, 27/7/26 | 05:28 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan Linguistik FIB Universitas Andalas) Ada yang menarik dari konten...

Berita Sesudah
Puisi-puisi Karya Rozi Erdus dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Puisi-puisi Karya Rozi Erdus dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Discussion about this post

POPULER

  • Foto bersama usai perayaan puncak dies natalis Unand ke-70 di Pangeran Beach Hotel. Senin malam, (14/9) [foto:sci/yrp)

    Puncak Dies Natalis Unand, Tujuh Alumni Inspiratif Diganjar Anugerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026