Rabu, 04/3/26 | 01:39 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Body Positivity

Minggu, 10/7/22 | 12:22 WIB
Ngerumpi

Lastry Monika
(Kolumnis Rubrik Renyah Scientia.id)

Saya menjumpai pemahaman yang berbeda-beda mengenai body positivity, baik itu dari teman-teman maupun media sosial, di antaranya, ada yang beranggapan bahwa body positivity adalah memiliki tubuh yang indah, ramping, dan sehat. Ia pun melakukan beragam usaha untuk mendapatkan tubuh serupa demikian, misalnya dengan berolahraga, diet yang ketat bahkan ekstrim, dan berbagai perawatan kulit. Bagi mereka yang memahami body positivity seperti ini, mencintai tubuh sendiri adalah dengan merawatnya sehingga tampak indah dipandang mata.

Selain pemahaman di atas, ada pula yang memiliki pemahaman lain. Body positivity baginya adalah menerima diri dan mencintainya apa adanya. Entah ia kurus ataupun gemuk, ia berdamai dengan bentuk tubuh itu. Yang terpenting baginya ialah selagi nyaman dan tetap sehat, tidak ada yang perlu dipersoalkan.

Rupanya, memaknai body positivity memanglah telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Dilansir dari berbagai sumber, body positivity berawal dari gerakan fat acceptance di penghujung 1960-an. Empat dekade setelahnya, body positivity mengalami perubahan pemaknaan. Di masa itu, prioritas utama dari maknanya ialah pandangan positif dari diri sendiri terhadap tubuh.

BACAJUGA

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB
Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Seiring berkembangnya waktu, body positivity terus mengalami perubahan makna namun tetap dengan pesan dan makna dalam artian positif. Sepertinya, memaknai body positivity juga berarti tidak mengikuti bentuk tubuh ideal atau body goals seperti yang dibangun oleh masyarakat.

Terdapat pemahaman bahwa tubuh selalu layak dan bagus meskipun mengalami perubahan setelah beberapa proses biologis seperti hamil, melahirkan, hingga penuaan. Dengan demikian, pemahaman positif itu akan berpengaruh pada kondisi mental yang juga sehat. Seseorang tidak perlu membandingkan tubuhnya dengan tubuh orang lain atau pun bertindak ekstrim demi body goals bentukan masyarakat sebab yang perlu diyakini ialah “all bodies are beautiful”.

Mungkin dalam praktiknya, penanaman body positivity terhadap diri sendiri tidak selalu berjalan mudah. Selalu ada ekspektasi orang lain di luar diri kita yang juga sulit untuk dihindarkan. Berusaha terus-menerus untuk meyakinkan bahwa tubuh kita layak dan baik perlu dilakulan sebab yang penting diketahui pula ialah bentuk tubuh itu beragam, mulai dari warna kulit, struktur tulang, faktor genetik, dan lain sebagainya. Menyadari keberagaman bentuk tubuh ini sekaligus meliputi bagian-bagian lain seperti bentuk mata, warna, dan jenis rambut, bentuk hidung, bentuk dada, bibir, dagu, dan sebagainya yang menyangkut tubuh.

Meskipun demikian, bentuk penerimaan terhadap bagaimana pun bentuk tubuh juga diiringi dengan usaha positif lain. Beberapa di antaranya berupa melakukan pola hidup sehat, memperlakukan tubuh dengan baik hingga menghindari membanding-bandingkan diri dengan orang lain atau standar kecantikan dan ketampanan ideal yang dikonstruksi oleh masyarakat. Dengan begitu, tubuh tidak hanya berada dalam kondisi yang positif secara fisik, tetapi juga positif secara psikis.

Tags: #Lastry Monica
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Penggunaan Bahasa Indonesia yang Memprihatinkan dalam Iklan

Berita Sesudah

Kalimat yang Berawalan Kata Depan “Dalam” dan “Pada”

Berita Terkait

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah/Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand) Dalam beberapa minggu terakhir, saya berkunjung ke beberapa nagari untuk...

Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kecamatan Gunuang Omeh, khususnya Nagari Talang Anau bukan tempat...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Jika Renyah dapat dianalogikan, ia bukan ruang yang hadir dengan suara lantang atau pernyataan yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir tahun 2025 kita lewati dengan langkah yang lebih pelan. Bencana yang terjadi di...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saat istirahat siang, saya sering lengah dengan waktu. Bukan karena terburu-buru seperti di pagi...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Ketika Waktu Tak Menunggu

Minggu, 07/12/25 | 22:22 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya sering bangun tergesa, seolah pagi datang lebih cepat dari dugaan. Waktu terus berjalan...

Berita Sesudah
Puisi-puisi Ria Febrina

Kalimat yang Berawalan Kata Depan “Dalam” dan “Pada”

Discussion about this post

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Fadli Amran Lantik Empat Pimpinan Tinggi Pratama dan 50 Kepsek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wawako Padang Pimpin Apel Gelar Pasukan Persiapan Ramadhan 1447 Hijriah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Metafora dalam Puisi-puisi Sanusi Pane

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Peranakan Tionghoa dalam Sastra Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024