Sabtu, 24/1/26 | 00:00 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Lari yang Menyedihkan

Minggu, 17/4/22 | 10:03 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah Scientia.id)

Bagi saya berlari merupakan aktivitas yang mudah untuk dilakukan dan banyak memberikan manfaat bagi kesehatan. Terkadang, saya meluangkan waktu untuk lari pagi pada libur akhir pekan tentu di saat rasa malas benar-benar dapat dikendalikan. Biasanya, dalam berlari saya sangat selektif dalam memilih jalan yang dilalui agar sepatu olahraga yang digunakan tidak kumuh dan cepat lusuh. Dua puluh langkah berlari, langkah berikutnya berjalan dengan napas ngos-ngosan. Berlari kurang dari satu putaran gelanggang olahraga, letihnya pun tak tanggung-tanggung, hampir sebotol air mineral kemasan habis diminum.

Ada hal menarik yang dapat kita ulas dari kata “lari” dalam runtinitas harian. Tanpa disadari, berlari rupanya sering dilakukan dalam berbagai aktivitas, baik itu disadari maupun tidak. Bagi yang bekerja wajib mengisi daftar hadir, mungkin akan berlari menuju mesin finger print bila mendekati batas waktu. Mungkin juga saat pimpinan memanggil, tentu kita sesegera mungkin menuju ruangannya dengan mempercepat langkah kaki. Yang tak kalah hebatnya lagi saat bagian keuangan memanggi untuk menandatangani honorarium, bisa jadi akan berlari lima kali lebih cepat dari biasanya. Kira-kira begitu.

Perilaku yang menyebalkan dari aktivitas lari adalah lari dari tanggung jawab. Tentu saja banyak contoh untuk itu, misalnya kebiasaan memulai rehat lebih cepat lima puluh menit dari waktu yang telah ditetapkan alias meninggalkan kantor di jam kerja sebelum waktu rehat. Sesekali saya atau pembaca mungkin pernah melakukan hal itu, tentu dengan berbagai alasan pula. Barangkali, kita punya keperluan mendesak atau jangan-jangan memang sengaja lari dari beban kerja?

Dalam konteks dunia hukum aktivitas berlari juga dilakukan, misalnya tersangka kasus korupsi yang melarikan diri ke luar negeri. Saya kira sudah bosan pula telinga kita mendengarnya. Itu ke itu saja yang disiarkan televisi saban hari. Pencuri bila ketahuan aksinya tentu akan lari dari kejaran polisi dan amukan massa. Sebab itulah ada yang namanya buronan.

BACAJUGA

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB
Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Begitupun dalam urusan hati yang sensitif ini. Tidak jarang pula bermacam persoalan yang dapat menggores luka dan membekas lama tentu butuh diobati. Bisa saja kita lari atau menghindar sejenak hal yang menyebabkannya. Terkadang, saya akan menghindar atau, bahkan lari dari suatu hal yang membuat hati tidak nyaman. Alasannya berbagai macam pula. Yang jelas ini bagian dari persoalan hati. Bila tetap bertahan, kemungkinan dapat berakibat fatal.

Saya kira pembaca tentu pernah membaca novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka atau mungkin menonton filmnya. Dalam ceritanya ternyata ada hal yang dapat membuat saya dan mungkin juga sebagian pembaca bergidik dengan perilaku lari yang satu ini. Tidak jarang pula kita mendengar ujungnya berakibat kejadian memilukan serupa depresi atau ganguan jiwa. Bila seorang terkasih lari ke lain hati. Hal ini serupa pilunya dengan hati Zainuddin ketika ditinggal pergi Hayati.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Cerpen “Senja di Hari Itu” Karya Elang Humaira Cipto dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

Berita Sesudah

Perempuan dalam Buku Kesaksian Sepasang Sendal Sebuah Antitesis

Berita Terkait

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Jika Renyah dapat dianalogikan, ia bukan ruang yang hadir dengan suara lantang atau pernyataan yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir tahun 2025 kita lewati dengan langkah yang lebih pelan. Bencana yang terjadi di...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saat istirahat siang, saya sering lengah dengan waktu. Bukan karena terburu-buru seperti di pagi...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Ketika Waktu Tak Menunggu

Minggu, 07/12/25 | 22:22 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya sering bangun tergesa, seolah pagi datang lebih cepat dari dugaan. Waktu terus berjalan...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Hujan yang Merawat Diam

Minggu, 23/11/25 | 19:52 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Hujan selalu punya cara sederhana untuk membuat saya berhenti sejenak. Di antara rintik yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tentang Usaha yang Tidak Terlihat

Minggu, 09/11/25 | 20:13 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam setiap pertandingan olahraga selalu ada dua kemungkinan, menang atau kalah. Dari kejauhan semuanya...

Berita Sesudah
Perempuan dalam Buku Kesaksian Sepasang Sendal Sebuah Antitesis

Perempuan dalam Buku Kesaksian Sepasang Sendal Sebuah Antitesis

Discussion about this post

POPULER

  • Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]

    Firdaus Kembali Pimpin PKB Sumbar, Optimis Bawa PKB Capai Puncak pada Pemilu Mendatang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPP PKB Tetapkan Kepengurusan DPW PKB Sumbar Periode 2026–2031

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Personifikasi dalam Puisi “Lukisan Berwarna” Karya Joko Pinurbo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berbagai Istilah Urutan Waktu dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • HI UNAND dan Muhammadiyah Sumbar Bahas ABS-SBK dan Global Values

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024