Rabu, 07/10/26 | 02:51 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Pentingnya Teknik Roguing pada Produksi Benih Padi Bersertifikat

Minggu, 31/10/21 | 07:00 WIB

Dr. Dini Hervani, M.P.
(Dosen Fakultas Pertanian Universitas Andalas)

 

Salah satu persyaratan untuk memproduksi benih padi yang bersertifikat adalah: mempertahankan kemurnian dan mutu genetik suatu varietas. Kegiatan yang penting dalam upaya peningkatan kemurnian benih dalam produksi benih disebut Roguing. Apa itu roguing, apa tujuannya, dan kapan waktu kita melakukan roguing? Pada artikel ini akan dibahas secara singkat dan jelas.

Roguing adalah seleksi negatif (off type), yaitu kegiatan mengidentifikasi dan menghilangkan tanaman yang menyimpang. Adapun tujuan roguing yaitu:

  1. Mengkarakteristik varietas yang digunakan, oleh karena itu orang yang melakukan roguing harus mengetahui deskripsi dari varietas yang dibudidayakan.
  2. Pembuangan tanaman-tanaman yang memiliki ciri atau penampilan berbeda yang dilaksanakan di lahan produksi benih dengan tujuan untuk menjaga kemurnian fisik varietas yang sedang diproduksi.
  3. Membuang gulma berbahaya sehingga persyaratan sertifikasi benih dapat terpenuhi dan kemurnian benih dapat terjaga.

Roguing dilakukan secara rutin dan dalam beberapa kali pelaksanaan pada fase pertumbuhan yang berbeda secara terus menerus sampai penampilan tanaman memang terlihat seragam dan hingga sebelum panen. Untuk mendapatkan hasil yang baik, maka sebaiknya roguing dilakukan pada pagi hari sebelum matahari terlalu panas agar pengenalan terhadap ciri-ciri kritis yang ada dapat lebih mudah dilakukan.

BACAJUGA

Membaca Novel Siti Nurbaya dalam Pandangan Sejarah

Membaca Novel Siti Nurbaya dalam Pandangan Sejarah

Minggu, 04/10/26 | 22:27 WIB
Representasi Perempuan dalam Film “Agensi Rumah Tangga”: Kajian Feminisme Hélène Cixous

Representasi Perempuan dalam Film “Agensi Rumah Tangga”: Kajian Feminisme Hélène Cixous

Minggu, 04/10/26 | 12:42 WIB

Kegiatan roguing menjadi hal yang harus diutamakan agar secara fisik benih yang dihasilkan benar-benar murni. Roguing dilakukan untuk menghilangkan varietas yang menyimpang dari varietas utamanya. “Bisa dibayangkan bila yang berbeda hanya satu malai dengan jumlah benih sekitar 200 gabah, sehingga bila 10 malai sudah 2000 gabah. Jika benih tersebut ditanam lagi maka akan sangat mengganggu kemurnian benih yang dihasilkan,”.

(Foto: Dini Hervani)

Jika roguing tidak kita lakukan, kemungkinan terjadinya varietas menyimpang itu tergolong tinggi. Tanda-tanda varietas yang menyimpang adalah: penampilan fisik berbeda (tanaman lebih tinggi, warna dan malainya berbeda), dan varietas yang berbeda bisa lebih rendah dari yang lainnya. Penyimpangan biasanya karena beberapa benih yang tercampur dengan benih dari varietas utama yang akan dihasilkan. Hal tersebut terjadi saat dilakukan perontokan (alat perontok harus benar-benar bersih), atau penggunaan sekam bakar saat persemaian dan bisa pula terjadi jika panen menggunakan mesin.

Untuk tanaman padi, roguing dapat dilakukan sebanyak minimal empat kali dan roguing dilakukan secara berulang dan sistematik, bahkan tidak disarankan jika dilakukan hanya satu kali karena peluang untuk menghasilkan varietas yang menyimpang akan sangat tinggi. Ada empat waktu dilakukannya roguing pada tanaman padi, yaitu sebagai berikut :

  1. Roguing pada fase vegetatif awal (35 sampai 45 Hari Setelah Tanaman).
  2. Roguing pada fase vegetatif akhir atau anakan maksimum (50 sampai 60 HST).

Pada fase ini, tipe tanaman yang di-roguing adalah tanaman yang tumbuh di luar jalur/barisan, tanaman/rumpun yang tipe pertunasan menyimpang dari sebagian besar rumpun-rumpun lain, tanaman yang bentuk dan ukuran daunnya berbeda dari sebagian besar rumpun-rumpun lain, tanaman yang warna kaki  atau helai daun dan  pelepahnya berbeda dari sebagian besar rumpun-rumpun lain, tanaman/rumpun yang tingginya sangat berbeda (mencolok).

  1. Roguing pada fase generatif awal / berbunga (85 sampai 90 HST).
  2. Roguing pada fase generatif akhir / masak (100 sampai 115 HST).

Tipe tanaman yang diroguing pada fase generatif akhir ini adalah: tanaman/rumpun yang tipe tumbuhnya menyimpang dari sebagian besar rumpun-rumpun lain, tanaman yang bentuk dan ukuran daun benderanya berbeda dari sebagian besar rumpun-rumpun lain, tanaman yang berbunga terlalu cepat atau terlalu lambat dari sebagian besar rumpun-rumpun lain, tanaman/rumpun yang memiliki eksersi malai berbeda, tanaman/rumpun yang terlalu cepat matang, tanaman/rumpun yang memiliki bentuk dan ukuran gabah, warna gabah. dan ujung gabah (rambut /tidak berambut) berbeda.

Kegiatan sosialisasi roguing pada tanaman padi sudah pernah dilakukan pada kelompok tani Semangat Berkarya di Nagari Sungai Batang, Kabupaten Agam. Kegiatan tersebut disambut baik oleh kelompok tani Nagari Sungai Batang yang saat ini dilatih menjadi penangkar benih padi oleh Tim Pengabdian Masyarakat Unand. Itu terlihat dari sesi tanya jawab yang interaktif antara narasumber dengan anggota kelompok tani hingga selesai kegiatan pengabdian.

Tags: #Dini Hervani
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Cerpen “Suluh Jo Siampa” Karya Linda Tanjung dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

Berita Sesudah

Pemakaian “seperti” dan “dan sebagainya” dalam Kalimat

Berita Terkait

Membaca Novel Siti Nurbaya dalam Pandangan Sejarah

Membaca Novel Siti Nurbaya dalam Pandangan Sejarah

Minggu, 04/10/26 | 22:27 WIB

Oleh: Irfan Pandesta Putra, S.Hum (Sejarawan & Alumni S1 Ilmu Sejarah FIB Universitas Andalas)   Novel Siti Nurbaya: Kasih Tak...

Representasi Perempuan dalam Film “Agensi Rumah Tangga”: Kajian Feminisme Hélène Cixous

Representasi Perempuan dalam Film “Agensi Rumah Tangga”: Kajian Feminisme Hélène Cixous

Minggu, 04/10/26 | 12:42 WIB

Oleh: Tri Sutrisman (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Apa yang terjadi ketika perempuan kehilangan pekerjaan, tetapi tetap...

Rocky di Ketinggian 30.000 Kaki

Rocky di Ketinggian 30.000 Kaki

Minggu, 04/10/26 | 12:23 WIB

Oleh: Alfitri (Departemen Sosiologi FISIP Universitas Andalas)   Kendati sempat delay sekitar 45 menit dari jadwal take off 16:25, akhirnya...

Peluang Bisnis Fashion Halal bagi Anak Muda dalam Ekonomi Islam

Peluang Bisnis Fashion Halal bagi Anak Muda dalam Ekonomi Islam

Minggu, 27/9/26 | 11:52 WIB

Oleh: Kanaya Putri Sifa (Mahasiswa MKWK Bahasa Indonesia dan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Andalas)   Perkembangan dunia fashion saat...

Semburat: Kajian Makna dalam Perspektif Semantik

Semburat: Kajian Makna dalam Perspektif Semantik

Minggu, 27/9/26 | 11:25 WIB

Oleh: Tri Sutrisman (Mahasiswa Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Beberapa waktu lalu, saya sedang melakukan sesuatu yang mungkin cukup...

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Mengenal Polisemi dan Homonimi dalam Bahasa Indonesia

Minggu, 20/9/26 | 15:43 WIB

Oleh: Noor Alifah (Mahasiswa Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Pernahkah Anda mendengar kalimat "kepala sekolah itu sedang memegang kepalanya...

Berita Sesudah
Jelajah Kata: Ramadhan atau Ramadan?

Pemakaian “seperti” dan “dan sebagainya” dalam Kalimat

Discussion about this post

POPULER

  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026