Selasa, 21/4/26 | 20:27 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI PUISI

Puisi-puisi Rizky Amelya Furqan

Minggu, 08/8/21 | 07:00 WIB

Mencoba Manis

Dipatahkan?
Bukankah hanya perlu menyambung dan mengabaikan
Bukan malah terseok-seok untuk mundur ke belakang
Bergerak ke depan, tancapkan semua bekas patahan pada mereka
Bukan agar mereka terluka, tetapi agar mereka tersadar
telah mematahkan orang yang salah
Ini bukan dendam, tetapi ajang pembuktian
Bukankah Soekarno mengatakan
Seharusnya anak muda menggoncangkan dunia
Bukannya malah terguncang oleh dunia
Kau masih punya kaki yang kuat untuk berdiri
Kenapa harus menitipkan pada kaki yang lain?
Kau masih punya tangan yang kuat untuk menggenggam
Lalu, kenapa harus menumpangkan pada tangan lain?
Apa kau ingin terlihat lemah agar terlihat manis?
Bahkan kucing masih mencakar ketika ada yang mengganggu tidurnya
Pada akhirnya, kakimu adalah kaki terkuat
untuk bertahan dan tanganmu adalah tangan terkuat untuk menggenggam

Lupa

Bukankah dulu ada kata yang kau ikhtiarkan pada langit di setiap gelap
Bukankah dulu kita selalu saling menyapa hingga fajar sudah mendekat
Lalu sekarang kenapa tiba-tiba lupa?
Apakah gelap sudah memakan semua kata-kata yang datang padanya
Apa kau tak ingin bertanya?
Ah.. Aku lupa
Selalu ada hujan yang datang untuk menghapus setiap cerita, untukmu
sedang denganku hujan seolah ingin mengingatkan semua
Hingga dia semakin tertawa deras menghujam setiap sudut pijakanku

 

Sudut Tersembunyi

Pada ruang paling terbuka ini aku menjadi siapa?
apakah seperti kata orang Jepang
yang punya tiga topeng pada wajahnya
Topeng untuk semua orang
Topeng untuk orang tertentu
Lalu, topeng untuk diri sendiri
Pada sudut mana topeng ini berfungsi?
Apa dia berubah sendiri tanpa ku sadari?
Apakah topeng-topeng ini perlu dan bisa dibuang atau
Topeng ini akan membantu aku bertahan pada setiap sudut ruang besar ini
Bolehkah sesekali aku gamang?
Tak adakah ruang tersembunyi
yang bisa kugunakan untuk dipahami bukan memahami

BACAJUGA

Puisi-Puisi Elly Delfia

Puisi-Puisi Elly Delfia

Minggu, 29/3/26 | 16:59 WIB
Puisi-puisi Delivia Nazwa Syafiariza

Puisi-puisi Delivia Nazwa Syafiariza

Minggu, 15/3/26 | 16:09 WIB

 

Biodata:

Rizky Amelya Furqan adalah gadis penyuka senja, rindu, dan kamu.

Tags: #Rizky Amelya Furqan
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Cerpen “Sepasang Jantung Hati yang Tertinggal” Karya Wizhafira dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

Berita Sesudah

Waktu untuk Malaikat

Berita Terkait

Puisi-Puisi Elly Delfia

Puisi-Puisi Elly Delfia

Minggu, 29/3/26 | 16:59 WIB

Gambar: GeminiAI Sebuah Petang di 5 Maret Pada sebuah petang di 5 Maret Aku membaca hatimu dalam kisah Yang kau...

Puisi-puisi Delivia Nazwa Syafiariza

Puisi-puisi Delivia Nazwa Syafiariza

Minggu, 15/3/26 | 16:09 WIB

Gambar: Meta AI Ketenangan Apa yang Kau Cari Oleh: Delivia Nazwa Syafiariza Ketenangan apa yang kau cari Ketenangan dunia yang...

Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

Minggu, 25/1/26 | 13:00 WIB

Gambar:GeminiAI Sore di Bulan Juni Aku tidak tahu mengapa semuanya begitu pelan dan bahkan begitu cepat, bulan yang di mana...

Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

Minggu, 18/1/26 | 19:35 WIB

Sumber gambar: GeminiAI Tanpa Ingin Menjadi Utama Oleh: Arza Kailla Chaerani Kau hadir tanpa gegap gempita Seperti lagu yang tak...

Puisi-puisi Aliftia Nabila Putri

Puisi-puisi Aliftia Nabila Putri

Minggu, 11/1/26 | 09:26 WIB

  Sumber: Google GeminiAI Di Kota yang Berbeda Oleh: Aliftia Nabila Putri Di sini aku masih sibuk dengan hariku, Sama...

Puisi-puisi Furkon Patani

Puisi-puisi Furkon Patani

Minggu, 28/12/25 | 14:15 WIB

Gambar: Meta AI Jadikanlah Aku Perindu Oleh: Furkon Patani Aku adalah pemabuk cinta Dan aku juga perindu setia Banyak yang...

Berita Sesudah
Waktu untuk Malaikat

Waktu untuk Malaikat

Discussion about this post

POPULER

  • Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

    Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggunaan Kata Penghubung “tetapi” dan “sedangkan”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Persoalan “ini” dan “itu” di dalam Berbagai Konteks

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harimau vs Singa, Siapa yang Lebih Kuat? Ini Fakta Sains dan Kasus Nyatanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026