Rabu, 08/4/26 | 16:45 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI

Kisah Eka Guspriadi Sembuh dari Corona

Sabtu, 31/10/20 | 18:47 WIB
Foto Eka Guspriadi menggunakan masker di Pariaman. (Foto:narasumber)

Kisah Eka Guspriadi Sembuh dari Corona

Oleh

Yogi Resya Pratama

Pariaman, Scientia- Akibat tidak mempedulikan protokol kesehatan, Eka Guspriadi (44) dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Ayah dua orang anak ini sangat tidak menyangka, dirinya positif Covid-19 dan harus menjalani isolasi.

BACAJUGA

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB
Batu dan Zaman

Lebih dari Ego: Membaca Bawang Merah Bawang Putih melalui Psikoanalisis

Minggu, 05/4/26 | 11:04 WIB

Saat dihubungi, Scientia.id, Eka bercerita awal mula dirinya terjangkit. Menurutnya, semua dimulai dari dirinya yang tak pernah mau mempedulikan protokol kesehatan dalam bekerja. “Sebelum ini saya berpandangan Covid-19 itu hanyalah virus biasa, tidak membahayakan,” ujar Eka yang berprofesi sebagai kontributor televisi di Pariaman tersebut.

Demam, mual, pusing, disertai hilangnya penciuman adalah gejala-gejala yang dirasakan Eka ketika dirinya terinfeksi Covid-19. Tanpa pikir panjang ia pun mengisolasi diri secara mandiri. “Saya juga membatasi kontak dengan anak-anak dan istri saya,” ucap Pria kelahiran 1976 itu.

Beruntuang, Eka tidak memiliki penyakit bawaan seperti diabetes, asma, jantung dan penyakit berbahaya lainnya. Sehingga tingkat bahaya Covid-19 tidak berdampak begitu besar terhadap fisik pria ini. Hal tersebut juga membuat Eka tidak harus dirawat di rumah sakit. Cukup hanya dengan karantina mandiri saja. “Untung saya tidak ada penyakit bawaan,” kata pria paruh baya itu.

Sempat timbul perasaan was-was di hari pertama ia menjalankan isolasi mandiri akibat tenggorokannya yang kering. Ditambah lagi adanya berita salah satu Anggota Dewan di Kabupaten Padang Pariaman yang meninggal dikarenakan Covid-19.

Untuk mengalihkan tekanan bathin yang ia rasakan, Eka menghabiskan waktu dengan berolahraga. Hingga tidak ada lagi tontonan dan bacaan berita tentang Covid yang dilihatnya.

Hari demi hariberlalu, tibalah saatnya bagi Eka melakukan swab kedua. Ia sangat percaya diri bahwa hasilnya negatif. Rentetan perencanaan pun telah ia susun. Jaga-jaga kalau ia negatif dan dibolehkan pulang.

Namun betapa terkejutnya Eka, karena pada  swab kedua ia masih dinyatakan positif Corona. Ditambah lagi kabar bahwa dua anaknya juga positif Corona .

“Swab kedua hasil saya masih positif. Ditambah lagi info bahwa dua anak saya positif juga, ini membuat beban pikiran bagi saya,” sebut Eka.

Saat itu Eka dan dua orang anaknya di karantina tidak lagi di rumah, tapi di tempat karantina pasien Covid-19. Meski sempat terpuruk dan jadi beban dalam pikirannya, duka Eka tak berlangsung lama, 6 hari setelah swab kedua, ia dan dua anaknya dinyatakan negatif Covid-19, dan bisa kembali ke rumah.

Eka juga menceritakan bagaimana dia menjalani proses karantina. “Di tempat karantina saya dikasih menu makanan lengkap dan bervariasi. Juga vitamin serta dianjurkan berolahraga teratur,” kata wartawan itu.

Terkait itu semua, Eka berpesan kepada masyarakat agar senantiasa mematuhi protokol kesehatan Covid-19. “Jangan sampai kejadian yang saya alami juga menimpa yang lainnya. Perihal Corona ini merupakan virus yang sangat cepat menularnya. Jangan sampai gara gara kita yang tidak patuh, anak dan istri yang tertular,” sebut Eka. (*)

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Tata Cara Penulisan Kata Penghubung Antarkalimat dan Intrakalimat

Berita Sesudah

Mengenal Kalimat Inversi

Berita Terkait

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Tulisan sebelumnya mungkin berhenti pada satu kesan: bahwa...

Batu dan Zaman

Lebih dari Ego: Membaca Bawang Merah Bawang Putih melalui Psikoanalisis

Minggu, 05/4/26 | 11:04 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Cerita Bawang Merah Bawang Putih dalam antologi berjudul...

Puisi-puisi M. Subarkah

Konfigurasi Makna Leksikal dan Kontekstual Kata “Siap” dalam Kajian Semantik

Minggu, 05/4/26 | 10:54 WIB

Oleh: M. Subarkah (Mahasiswa Prodi S2 Linguistik FIB Universitas Andalas)    Bahasa merupakan sistem tanda yang tidak hanya berfungsi sebagai...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Metatesis, Sumber Kreativitas Bahasa Sepanjang Masa

Minggu, 05/4/26 | 10:05 WIB

Oleh: Ria Febrina (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Lebaran selalu identik dengan kue. Kue-kue dimasukkan...

Gempa M 6,3 Guncang Sabang Aceh

Gempa M 7,3 Guncang Bitung, BMKG Peringatkan Potensi Tsunami

Kamis, 02/4/26 | 09:46 WIB

Jakarta, Scientia.id - Gempa bumi kuat mengguncang wilayah Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026) pagi. Berdasarkan informasi dari BMKG, gempa tersebut...

Menag Soroti “Multiple Shock”: Teknologi Geser Cara Beragama, Umat Diminta Perkuat Akidah

Menag Soroti “Multiple Shock”: Teknologi Geser Cara Beragama, Umat Diminta Perkuat Akidah

Kamis, 02/4/26 | 07:52 WIB

Jakarta, Scientia.id - Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai masyarakat Indonesia sedang berada dalam tekanan perubahan besar yang datang bertubi-tubi. Ia...

Berita Sesudah

Mengenal Kalimat Inversi

Discussion about this post

POPULER

  • Firdaus: Hiburan Hajatan Harus Taat Waktu dan Jaga Norma Adat

    Firdaus Ingatkan Risiko WFH ASN Sumbar, Soroti Disiplin hingga Layanan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oleh sebab itu, Oleh karena itu, atau Maka dari Itu?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Jalin Kerjasama Pendidikan dan Penguatan Karakter Dengan UniKL

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Firdaus Dukung Ensiklopedia Syekh Burhanuddin : Pembangunan Butuh Akar Sejarah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026