Selasa, 10/3/26 | 04:48 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KLINIK BAHASA

Penggunaan Kata Depan “dari” dan “daripada” yang Tidak Tepat

Minggu, 04/10/20 | 06:00 WIB

Oleh:
Leni Syafyahya, S. S., M.Hum.
(Dosen Linguistik, Jurusan Sastra Indonesia,
Fakultas Ilmu Budaya,
Universitas Andalas)

Sebagian orang menganggap bahasa Indonesia itu mudah. Dalam ragam santai, bahasa tutur yang digunakan sehari-hari memang dianggap mudah. Akan tetapi,  bila kita dihadapkan pada satu situasi harus menggunakan bahasa Indonesia ragam resmi yang terjaga, kita akan merasakan pekerjaan itu tidaklah mudah. Kita akan berpikir bagaimana menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan teratur dengan penggunaan kata-kata yang tepat dan sesuai. Itu tidaklah semudah yang disangkakan orang.

Selain ketepatan dalam memilih kata, pengguna bahasa harus pula memperhatikan kesesuaian kata agar tidak merusak makna,  suasana,  dan situasi yang hendak ditimbulkan atau suasana yang sedang berlangsung. Ada suasana yang menuntut kita bertindak lebih formal, ada pula suasana yang tidak menghendaki tindakan-tindakan yang formal. Dengan demikian, tindak berbahasa manusia juga akan disesuaikan dengan suasana yang formal dan nonformal.

BACAJUGA

No Content Available

Namun, dalam kenyataan berbahasa dewasa ini, tidak sedikit ditemukan penggunaan bahasa yang tidak tepat. Ketidaktepatan penggunaan bahasa ini salah satunya dapat dilihat dalam penggunaan kata dari dan daripada. Penggunaan kata dari dan daripada sering digunakan secara tidak tepat, contoh:

  1. Anita lebih cantik dari Rahma.
  2. Kaki dari meja itu patah.
  3. Tujuan daripada pertemuan itu adalah untuk memperkenalkan pejabat baru di lingkungan unit kerja.
  4. Kita harus selalu dapat memerhatikan keinginan daripada anggota.

Kalau diamati, kalimat (1) sampai (4) ada beberapa kesalahan dalam penggunaan kata dari dan daripada di atas.

Pertama, kalimat (1 dan 2) penggunaan kata dari tidaklah tepat digunakan.  Pada kalimat (1), kalimat itu menyatakan perbandingan, sedangkan pada kalimat (2) menyatakan hubungan kepunyaan atau menyatakan kepunyaan. Semestinya, pada kalimat (1) digunakan kata daripada sebagai perbandingan, (1a) Anita lebih cantik daripada Rahma. Kalimat (2) kata dari tidak tepat digunakan karena dalam bahasa Indonesia hubungan kepunyaan diletakan secara berurutan (2a) Kaki meja itu patah. Ketidaktepatan penggunaan kata dari pada kalimat (2) dalam menyatakan hubungan kepunyaan dipengaruhi oleh struktur bahasa Inggris.

Badudu mengatakan dapat diduga bahwa struktrur seperti itu timbul ketika orang menerjemahkan bahasa asing ke bahasa Indonesia. Karena tidak ada penguasaan ilmu penerjemahan terhadap struktur frase atau kalimat dalam bahasa Indonesia, lahirlah ujaran dan tulisan yang berstruktur bahasa asing dengan kata-kata Indonesia. Hal ini kadangkala berkelanjutan. Dengan demikian, tersebarlah penggunaan bahasa yang salah.

Kata dari dalam bahasa Indonesia termasuk ke dalam jenis kata depan atau preposisi. Kata depan dari selalu terletak di depan kata benda dan ditulis selalu terpisah dari kata yang di belakangnya. Kata dari dalam kamus bahasa Indonesia  bermakna : (1) kata depan yang menyatakan tempat, Dia berangkat dari Bukittinggi menuju Padang, (2) kata yang menyatakan asal, Gelang ini terbuat dari emas. (3) menyatakan sejak, Dari Padang, perutku sudah sakit. (4) menyatakan sebab, Dari malasnya, dia tidak lulus ujian. (5) menyatakan tentang dengan catatan kata dari tersebut diikuti kata hal, Dari hal utang-piutang, diperlukan bukti tertulis. (6) menyatakan makna pemisah, Anda harus menjauhkan diri dari perbuatan yang tidak baik itu. 

Kedua, kalimat (3 dan 4) penggunaan kata daripada tidaklah tepat, karena pada kalimat tersebut tidak menyatakan perbandingan. Oleh karena itu, penggunaan kata daripada pada kedua kalimat itu haruslah dihilangkan, (3a) Tujuan pertemuan itu adalah untuk memperkenalkan pejabat  baru di lingkungan unit kerja. (4a) Kita harus selalu dapat memerhatikan keinginan anggota. Penggunaan kata daripada yang tepat ialah untuk meyatakan perbandingan, contoh:

  1. Annisa lebih rajin daripada kakak laki-lakinya.
  2. Sebaiknya, kita datang lebih awal daripada terlambat.

Kata daripada juga termasuk ke dalam jenis kata depan atau preposisi. Kata daripada dalam kamus besar Bahasa Indonesia bermakna untuk menandai perbandingan.

Berdasarkan contoh dan penjelasan makna kata dari dan daripada di atas, hendaknya kita pengguna bahasa Indonesia menghindari kesalahan penggunaan kata tersebut. Artinya, kita berusaha menggunakan kata yang tepat dalam berbahasa.  Selain ketepatan pilihan kata, pengguna bahasa harus pula memperhatikan kesesuaian kata agar tidak merusak makna, suasana, dan situasi yang hendak ditimbulkan atau suasana yang sedang berlangsung.

Di samping itu, Sumpah Pemuda telah memberikan kita bahasa persatuan dan UUD 45 juga telah menentukan bahasa negara, yaitu bahasa Indonesia. Kalau kita cinta akan bahasa Indonesia, sebagai putra-putri, kita akan berusaha menggunakan bahasa Indonesia dengan tepat. Ketepatan dalam menggunakan bahasa dapat dilihat dalam penggunaan pilihan kata salah satu tepat dalam menggunakan kata depan dari dan daripada. Semoga tulisan kecil ini bermanfaat bagi pembaca.

Tags: #Leni Syafyahya
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Penulisan Kata Depan di, ke, pada, dan kepada

Berita Sesudah

Tata Cara Penulisan Kata Majemuk dan Idiom Berimbuhan

Berita Terkait

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Nama Nagari di Sumatera Barat: Dari Sejarah menjadi Sistem Pertahanan Daerah

Minggu, 08/3/26 | 23:23 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan Prodi S2 & S3 Linguistik Universitas Andalas) Orang Minangkabau...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Minggu, 01/3/26 | 14:29 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Di laman Klinik...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

Minggu, 22/2/26 | 22:46 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Beberapa minggu terakhir dunia digital dihebohkan oleh...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

KBBI dan Kuasa Badan Bahasa

Minggu, 15/2/26 | 16:59 WIB

Oleh: Ria Febrina (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik Universitas Andalas) Setelah kapitil, masyarakat Indonesia kembali dihebohkan dengan definisi...

Aspek Fonologis dan Keformalan Bahasa

Bon atau Bien? Dua Kata yang Sering Tertukar, tetapi Tidak Pernah Sama

Minggu, 01/2/26 | 14:54 WIB

Oleh: Nani Kusrini (Dosen Pendidikan Bahasa Prancis Universitas Lampung)   Bon dan bien adalah dua kosakata dalam bahasa Prancis yang...

Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

Berbagai Istilah Tempat Perbelanjaan dalam Bahasa Indonesia

Minggu, 25/1/26 | 17:00 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Berbelanja merupakan...

Berita Sesudah

Tata Cara Penulisan Kata Majemuk dan Idiom Berimbuhan

Discussion about this post

POPULER

  • Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

    Nama Nagari di Sumatera Barat: Dari Sejarah menjadi Sistem Pertahanan Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKDP Sumbar Perkuat Silaturahmi Perantau Pariaman Lewat Buka Puasa Bersama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BPASN Perkuat Pemecatan ASN Dharmasraya Anike Maulana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggunaan Kata Ganti Engkau, Kau, Dia, dan Ia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Teks, Ko-teks, dan Konteks dalam Wacana Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024