Rabu, 25/2/26 | 19:07 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KLINIK BAHASA

Popularitas Kata Webinar pada Masa Covid-19

Minggu, 28/6/20 | 06:00 WIB
Oleh: Elly Delfia
Dosen Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

Kata webinar populer seiring dengan makin seriusnya pandemi covid-19 melanda berbagai negara, termasuk Indonesia. Imbauan untuk bekerja dari rumah atau work from home (WFH) dari Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan oleh instansi-instansi pemerintah, perusahaan, sekolah-sekolah, dan perguruan tinggi pada pertengahan Maret 2020 turut berkontribusi membuat kata webinar makin populer. Webinar menjadi pilihan orang-orang agar tetap bisa bekerja, berkomunikasi, dan melaksanakan berbagai kegiatan seminar virtual. Webinar adalah seminar yang dilakukan tanpa kontak fisik. Pembatasan jarak fisik (physical distancing) dalam upaya mencegah penularan covid-19 terwujud melalui webinar.

Secara linguistik, kata webinar mengandung berbagai muatan. Salah satunya abreviasi atau penyingkatan. Menurut Kridalaksana (2008:1), abreviasi merupakan salah satu proses morfologis atau proses pembentukan kata berupa pemenggalan satu atau beberapa bagian leksem atau kombinasi leksem sehingga terjadi bentuk baru yang berstatus kata. Abreviasi termasuk di dalamnya penyingkatan, pemenggalan, akronim, kontraksi, dan lambang huruf. Jenis abreviasi yang terkandung pada kata webinar adalah akronim. Menurut KBBI (2008:29), akronim merupakan kependekan yang berupa gabungan huruf atau suku kata atau bagian lain yang ditulis dan dilafalkan sebagai kata yang wajar, misalnya letkol untuk letnan kolonel dan rudal untuk peluru kendali. Kata webinar merupakan bentuk yang berasal dari kombinasi kata yang berbeda, yaitu kata web dari bahasa Inggris dan kata seminar dari bahasa Indonesia. Saat disatukan, kata tersebut menghasilkan kata baru, yaitu akronim webinar.

Selanjutnya, jika dilihat dari segi arti, webinar berasal dari kata web dan seminar. Web dalam Oxford (2000:1527) diartikan sebagai “complicated pattern of things that are closely connected to each other” atau sejenis jaringan yang menghubungkan orang-orang agar menjadi dekat satu sama lain. Kata seminar dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:1263) diartikan sebagai pertemuan atau persidangan yang membahas suatu masalah di bawah pimpinan ahli (guru besar, pakar, dan sebagainya). Jadi, kata webinar dapat didefinisikan sebagai jaringan yang memfasilitasi pertemuan atau persidangan antara orang-orang yang mempunyai hubungan dekat yang membahas suatu masalah di bawah pimpinan ahli (guru besar, pakar, dan sebagainya). Wayteg (2013) dalam Kamus Internet Cara Cepat dan Praktis Masuk Dunia Cyber mendefinisikan webinar sebagai istilah yang digunakan untuk merujuk kepada virtual seminar atau seminar online, termasuk ke dalam program distributed education (kanal.web.id). Dalam perkembangannya, webinar dilakukan dengan aplikasi, seperti zoom, skype, skype for bisnis, googlme meet, hang out, whatsapp video, dan sejenisnya.

Kata webinar yang muncul dari proses abreviasi menjadi salah bukti perkembangan kosakata bahasa Indonesia pada masa pandemi covid-19. Popularitas kata webinar menandakan bahwa berbagai tatanan kehidupan mengalami perubahan karena covid-19, termasuk tatanan bahasa. Banyak kata dan istilah yang muncul berkaitan dengan aktivitas dan kebiasaan yang dilakukan orang-orang selama masa pandemi covid-19. Bahasa Indonesia juga mengalami perkembangan dengan munculnya kata-kata baru, singkatan baru, dan akronim baru, seperti WFH (Work From Home), SFH (Study From Home), PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), OTG (Orang Tanpa Gejala), PDP (Pasien Dalam Pengawasan), ODP (Orang Dalam Pemantauan), dan sebagainya. Kata-kata baru tersebut membutuhkan penjelasan secara kebahasaan.

BACAJUGA

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

Minggu, 22/2/26 | 22:46 WIB
Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Selasa, 20/1/26 | 07:09 WIB

 

Tags: #Elly Delfia
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Pakiah (Faqih) dan Budaya Dialog

Berita Sesudah

Najis-najis yang Dimaafkan

Berita Terkait

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

Minggu, 22/2/26 | 22:46 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Beberapa minggu terakhir dunia digital dihebohkan oleh...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

KBBI dan Kuasa Badan Bahasa

Minggu, 15/2/26 | 16:59 WIB

Oleh: Ria Febrina (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik Universitas Andalas) Setelah kapitil, masyarakat Indonesia kembali dihebohkan dengan definisi...

Aspek Fonologis dan Keformalan Bahasa

Bon atau Bien? Dua Kata yang Sering Tertukar, tetapi Tidak Pernah Sama

Minggu, 01/2/26 | 14:54 WIB

Oleh: Nani Kusrini (Dosen Pendidikan Bahasa Prancis Universitas Lampung)   Bon dan bien adalah dua kosakata dalam bahasa Prancis yang...

Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

Berbagai Istilah Tempat Perbelanjaan dalam Bahasa Indonesia

Minggu, 25/1/26 | 17:00 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Berbelanja merupakan...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Selasa, 20/1/26 | 07:09 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas) Suatu sore, adik perempuan saya mendatangi saya dan berkata “Uni sudah...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Minggu, 11/1/26 | 09:57 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Tiba-tiba warganet Indonesia heboh...

Berita Sesudah
Ustadz Fakhry Emil Habib

Najis-najis yang Dimaafkan

Discussion about this post

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Elly Delfia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oleh sebab itu, Oleh karena itu, atau Maka dari Itu?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bentuk-Bentuk Singkatan dalam Surat Resmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024