Popularitas Kata Webinar pada Masa Covid-19

Oleh: Elly Delfia
Dosen Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

Kata webinar populer seiring dengan makin seriusnya pandemi covid-19 melanda berbagai negara, termasuk Indonesia. Imbauan untuk bekerja dari rumah atau work from home (WFH) dari Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan oleh instansi-instansi pemerintah, perusahaan, sekolah-sekolah, dan perguruan tinggi pada pertengahan Maret 2020 turut berkontribusi membuat kata webinar makin populer. Webinar menjadi pilihan orang-orang agar tetap bisa bekerja, berkomunikasi, dan melaksanakan berbagai kegiatan seminar virtual. Webinar adalah seminar yang dilakukan tanpa kontak fisik. Pembatasan jarak fisik (physical distancing) dalam upaya mencegah penularan covid-19 terwujud melalui webinar.

Secara linguistik, kata webinar mengandung berbagai muatan. Salah satunya abreviasi atau penyingkatan. Menurut Kridalaksana (2008:1), abreviasi merupakan salah satu proses morfologis atau proses pembentukan kata berupa pemenggalan satu atau beberapa bagian leksem atau kombinasi leksem sehingga terjadi bentuk baru yang berstatus kata. Abreviasi termasuk di dalamnya penyingkatan, pemenggalan, akronim, kontraksi, dan lambang huruf. Jenis abreviasi yang terkandung pada kata webinar adalah akronim. Menurut KBBI (2008:29), akronim merupakan kependekan yang berupa gabungan huruf atau suku kata atau bagian lain yang ditulis dan dilafalkan sebagai kata yang wajar, misalnya letkol untuk letnan kolonel dan rudal untuk peluru kendali. Kata webinar merupakan bentuk yang berasal dari kombinasi kata yang berbeda, yaitu kata web dari bahasa Inggris dan kata seminar dari bahasa Indonesia. Saat disatukan, kata tersebut menghasilkan kata baru, yaitu akronim webinar.

Selanjutnya, jika dilihat dari segi arti, webinar berasal dari kata web dan seminar. Web dalam Oxford (2000:1527) diartikan sebagai “complicated pattern of things that are closely connected to each other” atau sejenis jaringan yang menghubungkan orang-orang agar menjadi dekat satu sama lain. Kata seminar dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:1263) diartikan sebagai pertemuan atau persidangan yang membahas suatu masalah di bawah pimpinan ahli (guru besar, pakar, dan sebagainya). Jadi, kata webinar dapat didefinisikan sebagai jaringan yang memfasilitasi pertemuan atau persidangan antara orang-orang yang mempunyai hubungan dekat yang membahas suatu masalah di bawah pimpinan ahli (guru besar, pakar, dan sebagainya). Wayteg (2013) dalam Kamus Internet Cara Cepat dan Praktis Masuk Dunia Cyber mendefinisikan webinar sebagai istilah yang digunakan untuk merujuk kepada virtual seminar atau seminar online, termasuk ke dalam program distributed education (kanal.web.id). Dalam perkembangannya, webinar dilakukan dengan aplikasi, seperti zoom, skype, skype for bisnis, googlme meet, hang out, whatsapp video, dan sejenisnya.

Kata webinar yang muncul dari proses abreviasi menjadi salah bukti perkembangan kosakata bahasa Indonesia pada masa pandemi covid-19. Popularitas kata webinar menandakan bahwa berbagai tatanan kehidupan mengalami perubahan karena covid-19, termasuk tatanan bahasa. Banyak kata dan istilah yang muncul berkaitan dengan aktivitas dan kebiasaan yang dilakukan orang-orang selama masa pandemi covid-19. Bahasa Indonesia juga mengalami perkembangan dengan munculnya kata-kata baru, singkatan baru, dan akronim baru, seperti WFH (Work From Home), SFH (Study From Home), PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), OTG (Orang Tanpa Gejala), PDP (Pasien Dalam Pengawasan), ODP (Orang Dalam Pemantauan), dan sebagainya. Kata-kata baru tersebut membutuhkan penjelasan secara kebahasaan.

 

Comment